alexametrics
24.9 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Tambah Tiga Bangunan, Perbaikan Sekolah Dianggarkan Rp 850 Juta

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mengusulkan anggaran perbaikan ruang kelas SD skala prioritas. Semula Rp 450 juta diubah jadi Rp 850 juta. Sebab, sekolah yang diusulkan bertambah tiga.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Dikdas Moch. Zubaedi menjelaskan setelah didata keseluruhan ternyata ada tiga lagi SD yang perlu diperbaiki tahun ini. Sebelumnya SD 3 Payaman, SD 3 Bakalan Krapyak, dan SD 4 Prambatan Kidul. Usulan anggaran Rp 450 juta.

“Ada tambahan tiga sekolah yaitu SD 1 Terban, SD 3 Jepangpakis, dan SD 2 Megawon. Usulan anggaran menjadi Rp 850 juta,” jelasya.


Zubaedi mengatakan khusus SD 4 Prambatan Kidul sebenarnya yang rusak tiga ruang kelas. Namun, dua ruangan sudah ambruk. Sedangkan satu ruang masih ada plafonnya tapi disangga bamboo. Yang diperbaiki di tahun ini dua ruang. Karena terbatasan anggaran.

“Yang satu ruang kelas lagi bisa diusulkan dana alokasi khusus (DAK) pusat. Kami usulkan anggaran APBD perubahan baru dua kelas. Supaya bisa segera diperbaiki dan ruangan lainnya menyusul dari sumber dana lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Asyik, Pakai Kartu JKN-KIS Dapat Diskon Menginap di Hotel

Ditambahkan SD 2 Megawon kerusakan yang krusial memang perpustakaan, kalau sekolah lainnya ruang kelas. Zubaedi berharap APBD Perubahan segera disahkan. Sehingga pembangunan ruang kelas segera dilakukan.

”Tak perlu ada lelang, karena nominalnya di bawah Rp 200 juta. Kisaran Rp 150 juta per sekolah. Kami memburu waktu. Ini sudah memasuki pertengahan Oktober, tinggal dua bulan waktu untuk membangun sekolah,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Kudus Hartopo mengatakan optimis SD yang rusak bisa mendapatkan anggaran tahun ini. Inventarisasi sekolah-sekolah rusak tetap dilakukan. Supaya bisa dipetakan anggaran APBD 2022.

”Disdikpora Kudus sudah memberikan usulan anggaran perbaikan sekolah rusak dengan skala prioritas. Mudah-mudahan bisa teralisasi sesuai usulan, kami optimistis tahun ini ada perbaikan sekolah yang masuk usulan prioritas,” jelasnya.






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mengusulkan anggaran perbaikan ruang kelas SD skala prioritas. Semula Rp 450 juta diubah jadi Rp 850 juta. Sebab, sekolah yang diusulkan bertambah tiga.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Dikdas Moch. Zubaedi menjelaskan setelah didata keseluruhan ternyata ada tiga lagi SD yang perlu diperbaiki tahun ini. Sebelumnya SD 3 Payaman, SD 3 Bakalan Krapyak, dan SD 4 Prambatan Kidul. Usulan anggaran Rp 450 juta.

“Ada tambahan tiga sekolah yaitu SD 1 Terban, SD 3 Jepangpakis, dan SD 2 Megawon. Usulan anggaran menjadi Rp 850 juta,” jelasya.

Zubaedi mengatakan khusus SD 4 Prambatan Kidul sebenarnya yang rusak tiga ruang kelas. Namun, dua ruangan sudah ambruk. Sedangkan satu ruang masih ada plafonnya tapi disangga bamboo. Yang diperbaiki di tahun ini dua ruang. Karena terbatasan anggaran.

“Yang satu ruang kelas lagi bisa diusulkan dana alokasi khusus (DAK) pusat. Kami usulkan anggaran APBD perubahan baru dua kelas. Supaya bisa segera diperbaiki dan ruangan lainnya menyusul dari sumber dana lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Atasi Gelombang Ketiga Covid-19, DPRD Kudus Anggarkan Rp 20 Miliar

Ditambahkan SD 2 Megawon kerusakan yang krusial memang perpustakaan, kalau sekolah lainnya ruang kelas. Zubaedi berharap APBD Perubahan segera disahkan. Sehingga pembangunan ruang kelas segera dilakukan.

”Tak perlu ada lelang, karena nominalnya di bawah Rp 200 juta. Kisaran Rp 150 juta per sekolah. Kami memburu waktu. Ini sudah memasuki pertengahan Oktober, tinggal dua bulan waktu untuk membangun sekolah,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Kudus Hartopo mengatakan optimis SD yang rusak bisa mendapatkan anggaran tahun ini. Inventarisasi sekolah-sekolah rusak tetap dilakukan. Supaya bisa dipetakan anggaran APBD 2022.

”Disdikpora Kudus sudah memberikan usulan anggaran perbaikan sekolah rusak dengan skala prioritas. Mudah-mudahan bisa teralisasi sesuai usulan, kami optimistis tahun ini ada perbaikan sekolah yang masuk usulan prioritas,” jelasnya.






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/