alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Waspada Penyebaran PMK, Komisi B DPRD Kudus Imbau Perketat Pengawasan Ternak

KUDUS – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong pemerintah daerah gencar pengawasan hewan ternak sapi maupun kerbau di tengah melandanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi belakangan ini. Hewan ternak dari luar Kudus diharapkan menjalani skrining yang ketat.

Anggota Komisi B DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni menyatakan pengecekan hewan ternak secara intensif perlu dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Sosialisasi juga perlu digencarkan ke peternak, pedagang daging hingga ke pasar hewan.

Yusuf menambahkan, dampak dari PMK akan merugikan para peternak di Kudus. Meski hingga kini belum ada temuan kasus PMK, hewan ternak yang terkena paling parah bisa menyebabkan kematian.


“Tentunya Komisi B akan menindaklanjuti hal tersebut. Rapat kerja akan dan tinjauan ke lapangan segera dilakukan. Harus ada antisipasinya,” tambahnya.

WASPADAI: Ketua Komisi B Anis
Hidayat (tengah) Wakil Ketua Noor
hadi (kiri) dan Sekretaris (kanan)
memimpin rapat bersama opd terkait. (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

Selain itu, proses pengawasan hewan ternak yang masuk ke Kudus perlu diberlakukan secara ketat pengawasan dan skriningnya. Dengan pengetatan dan sosialisasi tersebut masyarakat diharapkan tidak panik menghadapi PMK.

Antisipasi secara dini sangat perlu untuk menanggulangi lonjakan harga hewan ternak di pasaran. Apalagi Idul Adha kian dekat, jangan sampai permintaan hewan dan daging tidak terkaver.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru, Sejumlah Destinasi Wisata di Kudus Diserbu Pengunjung

“Adanya PMK jika tidak diantisipasi akan berdampak pada lonjakan harga maupun permintaan tidak terkover karena adanya pembatasan. Sosialisasi dan edukasi membuat masyarakat tidak panik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sidi Purnomo mengatakan antisipasi telah dilakukannya. Tim bergerak mengecek dan memberi edukasi kepada peternak maupun usaha sapi perah.

Di samping itu, tim dari Dispertan Kudus telah menyemprotkan disinfektan di pasar hewan Gulang beberapa waktu lalu. Sasarannya, semua kendaraan pengangkut ternak dari dalam maupun luar Kabupaten Kudus yang masuk ke area tersebut.

Bupati Kudus Hartopo menyatakan belum menutup lalu lintas perdagangan ternak di Kudus. Dirinya memastikan Kabupaten Kudus telah siap mencegah penyakit PMK agar tidak merebak.

“Kami instruksikan pengawasan yang ketat kepada tim. Hewan ternak diharapkan diberikan vitamin agar tidak terpapar dan memiliki kekebalan tubuh,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong pemerintah daerah gencar pengawasan hewan ternak sapi maupun kerbau di tengah melandanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi belakangan ini. Hewan ternak dari luar Kudus diharapkan menjalani skrining yang ketat.

Anggota Komisi B DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni menyatakan pengecekan hewan ternak secara intensif perlu dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Sosialisasi juga perlu digencarkan ke peternak, pedagang daging hingga ke pasar hewan.

Yusuf menambahkan, dampak dari PMK akan merugikan para peternak di Kudus. Meski hingga kini belum ada temuan kasus PMK, hewan ternak yang terkena paling parah bisa menyebabkan kematian.

“Tentunya Komisi B akan menindaklanjuti hal tersebut. Rapat kerja akan dan tinjauan ke lapangan segera dilakukan. Harus ada antisipasinya,” tambahnya.

WASPADAI: Ketua Komisi B Anis
Hidayat (tengah) Wakil Ketua Noor
hadi (kiri) dan Sekretaris (kanan)
memimpin rapat bersama opd terkait. (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

Selain itu, proses pengawasan hewan ternak yang masuk ke Kudus perlu diberlakukan secara ketat pengawasan dan skriningnya. Dengan pengetatan dan sosialisasi tersebut masyarakat diharapkan tidak panik menghadapi PMK.

Antisipasi secara dini sangat perlu untuk menanggulangi lonjakan harga hewan ternak di pasaran. Apalagi Idul Adha kian dekat, jangan sampai permintaan hewan dan daging tidak terkaver.

Baca Juga :  Sopir Mengantuk, Truk Hantam Jembatan di Jekulo Kudus, Pantura Macet

“Adanya PMK jika tidak diantisipasi akan berdampak pada lonjakan harga maupun permintaan tidak terkover karena adanya pembatasan. Sosialisasi dan edukasi membuat masyarakat tidak panik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Sidi Purnomo mengatakan antisipasi telah dilakukannya. Tim bergerak mengecek dan memberi edukasi kepada peternak maupun usaha sapi perah.

Di samping itu, tim dari Dispertan Kudus telah menyemprotkan disinfektan di pasar hewan Gulang beberapa waktu lalu. Sasarannya, semua kendaraan pengangkut ternak dari dalam maupun luar Kabupaten Kudus yang masuk ke area tersebut.

Bupati Kudus Hartopo menyatakan belum menutup lalu lintas perdagangan ternak di Kudus. Dirinya memastikan Kabupaten Kudus telah siap mencegah penyakit PMK agar tidak merebak.

“Kami instruksikan pengawasan yang ketat kepada tim. Hewan ternak diharapkan diberikan vitamin agar tidak terpapar dan memiliki kekebalan tubuh,” ungkapnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/