alexametrics
28.3 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Resmi! Dukcapil Kudus Launching Gerakan Bersama Pelayanan Administrasi Penduduk Bagi Difabel

KUDUS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kudus resmi membuka Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Kudus, Selasa (17/5).

Baca Juga : Bupati Kudus Tegaskan Larang Warganya Gelar Dangdutan, Ini Alasannya

Nantinya, pelayanan administrasi itu akan menyasar lima sekolah luar biasa (SLB). Gerakan itu juga bertujuan untuk pemutakhiran data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat. Juga untuk memenuhi hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan baik, cepat, dan mudah.


Kepala Disdukcapil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, gerakan tersebut akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut. Lima SLB di Kudus yang menjadi sasaran pelayanan adminduk meliputi SLB Negeri Cendono dan SLB Negeri Purwosari yang sudah dilaksanakan Selasa (17/5). Selanjutnya, SLBS Sunan Muria dan SLBN Kaliwungu yang dilaksanakan Rabu (18/5). Lalu, SDLB Sunan Kudus di Desa Pedawang yang akan digelar hari terakhir Kamis (19/5).

”Gerakan bersama ini, tersebar di seluruh Indonesia. Tiap kabupaten mulai meresmikan gerakan itu Selasa (17/5),” katanya.

BERI PELAYANAN: Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kudus memberikan pelayanan kepada salah satu difabel. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Launching gerakan bersama itu, secara simbolis akan diadakan di Kota Semarang. Disdukcapil tiap daerah akan mengikuti peresmian gerakan tersebut secara virtual pada Selasa (24/5) mendatang.

Dengan pemutakhiran data bagi warga disabilitas di Kudus tersebut, dia berharap gerakan tersebut dapat bejalan dengan baik, sehingga data kependudukan di Kabupaten Kudus benar-benar valid. ”Untuk data penduduk di Kudus saat ini ada sekitar 865.000 jiwa. Sedangkan penyandang disabilitas ada 330 penduduk. Namun, data di tingkat provinsi justru berbeda, ada 520 difabel. Karena itulah, program gerakan bersama itu dilaksanakan salah satunya untuk proses pemutakhirkan data,” ujarnya.

Baca Juga :  Satu Perempuan Tak Bawa Identitas Diciduk Satpol PP

Dia menuturkan, untuk pelayanan adminduk dengan jemput bola ini, diantaranya di sekolah. Namun, beberapa anak penyandang disabilitas ada yang berhalangan datang, karena tidak ada yang mengantar ke sekolah. Dengan begitu petugas Disdukcapil jemput bola ke rumah siswa. Dengan cara berkoordinasi dengan petugas register desa.

Selain itu, jika ada anak yang kemudian diketahui berasal dari luar daerah, tetap akan mendapatkan pelayanan perekaman e-KTP. ”Nanti tinggal koordinasi dengan Disdukcapil di daerah terkait. Warga negara di manapun masih bisa dilayani,” jelasnya.

Kepala SLB Negeri Cendono Kuntjoro Hadi Wicaksono mengatakan, pelaksanaan di SLB Negeri Cendono itu, ada 191 siswa meliputi SD, SMP, dan SMA yang mendapatkan pelayanan dari pihak Disdukcapil Kudus. Pelayanan tersebut meliputi perekaman e-KTP dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

”Untuk masalah pendataan seperti ini, pihak sekolah memang mengalami keterbatasan. Orang tua anak penyandang disabilitas terkadang tidak mengetahui arti penting KIA. Dengan gerakan bersama tersebut, kami merasa terbantu dan diuntungkan. Jadi, hak penyandang disabilitas dapat terbantu, karena mudah dan cepat dalam mendapatkan dokumen kependudukan,” katanya.

Kusnadi, warga asal Kecamatan Jekulo mengaku sangat terbantu atas pelayanan yang diberikan langsung di sekolah. Saat itu, ia sedang mengantarkan anaknya yang bernama Fahrul Widyantoro yang berada di kursi roda. ”Anak saya ini berumur 17 tahun Desember nanti, maka harus mengikuti perekaman e-KTP ini,” ungkapnya. (ark/lin)

KUDUS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kudus resmi membuka Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Kudus, Selasa (17/5).

Baca Juga : Bupati Kudus Tegaskan Larang Warganya Gelar Dangdutan, Ini Alasannya

Nantinya, pelayanan administrasi itu akan menyasar lima sekolah luar biasa (SLB). Gerakan itu juga bertujuan untuk pemutakhiran data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat. Juga untuk memenuhi hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan baik, cepat, dan mudah.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, gerakan tersebut akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut. Lima SLB di Kudus yang menjadi sasaran pelayanan adminduk meliputi SLB Negeri Cendono dan SLB Negeri Purwosari yang sudah dilaksanakan Selasa (17/5). Selanjutnya, SLBS Sunan Muria dan SLBN Kaliwungu yang dilaksanakan Rabu (18/5). Lalu, SDLB Sunan Kudus di Desa Pedawang yang akan digelar hari terakhir Kamis (19/5).

”Gerakan bersama ini, tersebar di seluruh Indonesia. Tiap kabupaten mulai meresmikan gerakan itu Selasa (17/5),” katanya.

BERI PELAYANAN: Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kudus memberikan pelayanan kepada salah satu difabel. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Launching gerakan bersama itu, secara simbolis akan diadakan di Kota Semarang. Disdukcapil tiap daerah akan mengikuti peresmian gerakan tersebut secara virtual pada Selasa (24/5) mendatang.

Dengan pemutakhiran data bagi warga disabilitas di Kudus tersebut, dia berharap gerakan tersebut dapat bejalan dengan baik, sehingga data kependudukan di Kabupaten Kudus benar-benar valid. ”Untuk data penduduk di Kudus saat ini ada sekitar 865.000 jiwa. Sedangkan penyandang disabilitas ada 330 penduduk. Namun, data di tingkat provinsi justru berbeda, ada 520 difabel. Karena itulah, program gerakan bersama itu dilaksanakan salah satunya untuk proses pemutakhirkan data,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Oknum Kades di Kudus Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam

Dia menuturkan, untuk pelayanan adminduk dengan jemput bola ini, diantaranya di sekolah. Namun, beberapa anak penyandang disabilitas ada yang berhalangan datang, karena tidak ada yang mengantar ke sekolah. Dengan begitu petugas Disdukcapil jemput bola ke rumah siswa. Dengan cara berkoordinasi dengan petugas register desa.

Selain itu, jika ada anak yang kemudian diketahui berasal dari luar daerah, tetap akan mendapatkan pelayanan perekaman e-KTP. ”Nanti tinggal koordinasi dengan Disdukcapil di daerah terkait. Warga negara di manapun masih bisa dilayani,” jelasnya.

Kepala SLB Negeri Cendono Kuntjoro Hadi Wicaksono mengatakan, pelaksanaan di SLB Negeri Cendono itu, ada 191 siswa meliputi SD, SMP, dan SMA yang mendapatkan pelayanan dari pihak Disdukcapil Kudus. Pelayanan tersebut meliputi perekaman e-KTP dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

”Untuk masalah pendataan seperti ini, pihak sekolah memang mengalami keterbatasan. Orang tua anak penyandang disabilitas terkadang tidak mengetahui arti penting KIA. Dengan gerakan bersama tersebut, kami merasa terbantu dan diuntungkan. Jadi, hak penyandang disabilitas dapat terbantu, karena mudah dan cepat dalam mendapatkan dokumen kependudukan,” katanya.

Kusnadi, warga asal Kecamatan Jekulo mengaku sangat terbantu atas pelayanan yang diberikan langsung di sekolah. Saat itu, ia sedang mengantarkan anaknya yang bernama Fahrul Widyantoro yang berada di kursi roda. ”Anak saya ini berumur 17 tahun Desember nanti, maka harus mengikuti perekaman e-KTP ini,” ungkapnya. (ark/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/