alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Terkuak! Ternyata Ini Motif Bapak di Kudus Tega Bakar Istri dan Bayinya

KUDUS – Perbuatan biadab dilakukan Agus Suwarno, 32, yang membakar istri Sulistiana dan anaknya secara hidup-hidup di dalam kamar rumahnya di Dukuh Ngaringan Desa Klumpit, Gebog, sekitar pukul 09.00 Sabtu (16/4).

Kakak Sulistiana Edi Kusmanto, 38, menyebut semula rumah tangga adiknya itu memang bermasalah. Sudah pisah ranjang selama tiga bulan terakhir. Agus sementara tinggal Di Desa Wergu Wetan. Tetapi belum cerai.

Edi adalah anak pertama dari pasangan Nursalim dan Watiah. Sementara Sulistiana anak nomor lima dari tujuh bersaudara.


”Pagi kemarin itu saya masih tidur saat suaminya ke sini. Sekitar pukul 6 pagi,” jelasnya.

Kedatangan Agus itu semula tak membuat Edi dan kedua orang tua Sulistiana menaruh prasangka buruk. Sebab sesekali Agus memang menjenguk. Mengaku kangen terhadap anak.

”Kami pikir gak neko-neko. Cuma jenguk anak. Ya dari pagi ngbrol biasa,” terangnya.

Bahkan menurut Edi Agus sempat membopong anaknya M yang baru berusia 1,5 bulan itu. Sehingga pihak keluarga Sulistiana maupun Edi tak mengira pagi itu akan berakhir menjadi cerita tragis.

”Ya kami biarkan. Karena memang bapaknya. Dia bilang kepengen ketemu anak,” imbuhnya.

Di saat Sulistiana bersama ibunya Watiah dan Agus mengobrol tiba-tiba M menangis. Sulis kemudian disuruh ibunya membawa anak itu ke kamar untuk ditidurkan.

”Saat menidurkan anaknya itu, tiba-tiba suami ikut masuk. Dan tak lama kemudian ada jeritan adik saya. Kejadian sekitar pukul setengah sembilan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sungai Meluap Gegara Tanggul Jebol, 200 Rumah di Kudus Terendam Banjir

Kaget dengan teriakan itu, Watiah dan Edi menengok. Ternyata kamar terkunci dari dalam. Dan terlihat kepulan asap dari sela pintu.

”Saya mencoba mendobrak. Kalau ibu minta tolong ke tetangga,” terangnya.

Saat mencoba mendobrak pintu itu Edi mencium bau pertalite. Sehingga dia menduga ada penyiraman bahan bakar itu sebelum terjadinya peristiwa pembakaran.

Beruntung, Edi mampu membuka paksa pintu dan masuk. Ia makin kaget ketika api sudah merembet dan membesar. Jago merah telah melalap adiknya, ponakan, Agus, kasur, dan incubator bayi. Ia pun bergegas memadamkan api-api itu.

Sulistiana yang dalam kondisi terbakar lantas berkata ke Edi untuk menyelamatkan anaknya yang terbakar dan tergeletak di kasur.

”Saya tak mengira kalau ponakan saya masih di kasur. Semula tak kira bantal yang terbakar. Kemudian adik saya bilang tolong anakku kak, menowo masih bisa diselamatkan,” katanya.

Usaha itu membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan. Adik dan ponakannya itu pun langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil pikap.

”Saat saya sibuk memadamkan api itu ternyata Agus melarikan diri. Bawa motor tetangga. Ndelalah kuncinya masih nyantol,” terangnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Perbuatan biadab dilakukan Agus Suwarno, 32, yang membakar istri Sulistiana dan anaknya secara hidup-hidup di dalam kamar rumahnya di Dukuh Ngaringan Desa Klumpit, Gebog, sekitar pukul 09.00 Sabtu (16/4).

Kakak Sulistiana Edi Kusmanto, 38, menyebut semula rumah tangga adiknya itu memang bermasalah. Sudah pisah ranjang selama tiga bulan terakhir. Agus sementara tinggal Di Desa Wergu Wetan. Tetapi belum cerai.

Edi adalah anak pertama dari pasangan Nursalim dan Watiah. Sementara Sulistiana anak nomor lima dari tujuh bersaudara.

”Pagi kemarin itu saya masih tidur saat suaminya ke sini. Sekitar pukul 6 pagi,” jelasnya.

Kedatangan Agus itu semula tak membuat Edi dan kedua orang tua Sulistiana menaruh prasangka buruk. Sebab sesekali Agus memang menjenguk. Mengaku kangen terhadap anak.

”Kami pikir gak neko-neko. Cuma jenguk anak. Ya dari pagi ngbrol biasa,” terangnya.

Bahkan menurut Edi Agus sempat membopong anaknya M yang baru berusia 1,5 bulan itu. Sehingga pihak keluarga Sulistiana maupun Edi tak mengira pagi itu akan berakhir menjadi cerita tragis.

”Ya kami biarkan. Karena memang bapaknya. Dia bilang kepengen ketemu anak,” imbuhnya.

Di saat Sulistiana bersama ibunya Watiah dan Agus mengobrol tiba-tiba M menangis. Sulis kemudian disuruh ibunya membawa anak itu ke kamar untuk ditidurkan.

”Saat menidurkan anaknya itu, tiba-tiba suami ikut masuk. Dan tak lama kemudian ada jeritan adik saya. Kejadian sekitar pukul setengah sembilan,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Kudus Imbau Percepatan Vaksinasi agar Terbentuk Herd Immunity

Kaget dengan teriakan itu, Watiah dan Edi menengok. Ternyata kamar terkunci dari dalam. Dan terlihat kepulan asap dari sela pintu.

”Saya mencoba mendobrak. Kalau ibu minta tolong ke tetangga,” terangnya.

Saat mencoba mendobrak pintu itu Edi mencium bau pertalite. Sehingga dia menduga ada penyiraman bahan bakar itu sebelum terjadinya peristiwa pembakaran.

Beruntung, Edi mampu membuka paksa pintu dan masuk. Ia makin kaget ketika api sudah merembet dan membesar. Jago merah telah melalap adiknya, ponakan, Agus, kasur, dan incubator bayi. Ia pun bergegas memadamkan api-api itu.

Sulistiana yang dalam kondisi terbakar lantas berkata ke Edi untuk menyelamatkan anaknya yang terbakar dan tergeletak di kasur.

”Saya tak mengira kalau ponakan saya masih di kasur. Semula tak kira bantal yang terbakar. Kemudian adik saya bilang tolong anakku kak, menowo masih bisa diselamatkan,” katanya.

Usaha itu membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan. Adik dan ponakannya itu pun langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil pikap.

”Saat saya sibuk memadamkan api itu ternyata Agus melarikan diri. Bawa motor tetangga. Ndelalah kuncinya masih nyantol,” terangnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/