alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Kerap Cekcok, Bapak di Kudus Tega Bakar Istri dan Bayinya Hidup-hidup

KUDUS – Sulistiana, 22, Warga Dukuh Ngaringan Desa Klumpit, Gebog, Kudus, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSI Sunan Kudus pada pukul 21.00 Sabtu (16/4). Korban meregang nyawa setelah menjalani perawatan intensif di RSI selama sembilan jam atas luka bakar di hampir seluruh tubuh. Akibat ulah suaminya Agus Suwarno, 32, yang membakar hidup-hidup istrinya itu.

Istrinya dibakar di kamar dalam keadaan terkunci bersama anak dan pelaku sekitar pukul 09.00 Sabtu (16/4). Atas perilaku bejat itu, anak korban M yang baru berusia 1,5 bulan meninggal sekitar pukul 10.00 hari yang sama. Yakni setibanya di RSI. Dan dimakamkan sore harinya sekitar pukul 16.00.

Sementara Sulistiana dimakamkan kemarin sekitar pukul 09.30 Minggu (17/4). Ibu dan anak itu sama-sama dimakamkan di makam Tanjungan RT 6/RW VI, Desa Klumpit. Mereka dimakamkan berdekatan. Hanya berjarak sekitar tujuh meter. Rencana bersebelahan, sayang di samping makam M sudah penuh. Tak ada sela. Sehingga makam ibunya ditaruh di sebelah selatannya.


Kakak Sulistiana, Edi Kusmanto, 38 menyebut sebelum terjadi peristiwa itu, rumah tangga adiknya sudah tidak harmonis. Meski baru setahun menikah, kerap terjadi cekcok.

Baca Juga :  Rumah Terdampak Urukan Kolam Temulus Dibangun Lebihi Batas

”Bahkan sejak sebulan pascamenikah sudah mulai cekcok. Itu karena suaminya bohong. Semula mengaku bekerja di koperasi. Tetapi ternyata menganggur sebelum akhirnya jadi kuli bangunan,” terangnya.

Kondisi tersebut membuat ekonomi keluarga adiknya tidak menentu. Terlebih Agus berbuat seenaknya. Nafkah yang diberikan ke istri tak pasti. ”Soalnya adik saya gak kerja. Ya fokus mengurus anak yang masih kecil,” terangnya.

Hal itulah yang kemudian membuat Sulistiana dan Agus kerap cekcok. Tak hanya itu, Agus ternyata main kasar. Melakukan tindak kekerasan yang mengarah ke fisik.

”Gak cerita detail kekerasannya seperti apa. Tetapi sering mengeluh demikian ke istri saya kalau sering dikerasi suami. Dan juga jarang dinafkahi,” jelasnya.

Atas alasan itulah akhirnya Sulistiana meminta pisah. Tetapi belum sampai perceraian. Hingga akhirnya pisah ranjang selama tiga bulan terakhir. ”Nah ketika suaminya ke sini itu minta baikan lagi. Tetapi ditolak. Karena adek saya sudah gak kuat akibat perilaku kasar suaminya itu,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Sulistiana, 22, Warga Dukuh Ngaringan Desa Klumpit, Gebog, Kudus, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSI Sunan Kudus pada pukul 21.00 Sabtu (16/4). Korban meregang nyawa setelah menjalani perawatan intensif di RSI selama sembilan jam atas luka bakar di hampir seluruh tubuh. Akibat ulah suaminya Agus Suwarno, 32, yang membakar hidup-hidup istrinya itu.

Istrinya dibakar di kamar dalam keadaan terkunci bersama anak dan pelaku sekitar pukul 09.00 Sabtu (16/4). Atas perilaku bejat itu, anak korban M yang baru berusia 1,5 bulan meninggal sekitar pukul 10.00 hari yang sama. Yakni setibanya di RSI. Dan dimakamkan sore harinya sekitar pukul 16.00.

Sementara Sulistiana dimakamkan kemarin sekitar pukul 09.30 Minggu (17/4). Ibu dan anak itu sama-sama dimakamkan di makam Tanjungan RT 6/RW VI, Desa Klumpit. Mereka dimakamkan berdekatan. Hanya berjarak sekitar tujuh meter. Rencana bersebelahan, sayang di samping makam M sudah penuh. Tak ada sela. Sehingga makam ibunya ditaruh di sebelah selatannya.

Kakak Sulistiana, Edi Kusmanto, 38 menyebut sebelum terjadi peristiwa itu, rumah tangga adiknya sudah tidak harmonis. Meski baru setahun menikah, kerap terjadi cekcok.

Baca Juga :  Masuki Hari Ketiga, Peserta dalami Lipsus, Fotografi dan Layout

”Bahkan sejak sebulan pascamenikah sudah mulai cekcok. Itu karena suaminya bohong. Semula mengaku bekerja di koperasi. Tetapi ternyata menganggur sebelum akhirnya jadi kuli bangunan,” terangnya.

Kondisi tersebut membuat ekonomi keluarga adiknya tidak menentu. Terlebih Agus berbuat seenaknya. Nafkah yang diberikan ke istri tak pasti. ”Soalnya adik saya gak kerja. Ya fokus mengurus anak yang masih kecil,” terangnya.

Hal itulah yang kemudian membuat Sulistiana dan Agus kerap cekcok. Tak hanya itu, Agus ternyata main kasar. Melakukan tindak kekerasan yang mengarah ke fisik.

”Gak cerita detail kekerasannya seperti apa. Tetapi sering mengeluh demikian ke istri saya kalau sering dikerasi suami. Dan juga jarang dinafkahi,” jelasnya.

Atas alasan itulah akhirnya Sulistiana meminta pisah. Tetapi belum sampai perceraian. Hingga akhirnya pisah ranjang selama tiga bulan terakhir. ”Nah ketika suaminya ke sini itu minta baikan lagi. Tetapi ditolak. Karena adek saya sudah gak kuat akibat perilaku kasar suaminya itu,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/