alexametrics
30 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Warga Kudus Beberkan Banyak Manfaat dari Bendungan Logung

KUDUS – Keberadaan bendung Logung diklaim membawa manfaat. Di antaranya berhasil menjadi destinasi wisata. Dengan begitu, mampu mengubah mata pencaharian masyarakat yang semula menambang beralih ke pelaku wisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kandangmas Sabari menyebut, dengan adanya bendung yang berada di perbatasan Desa Kandangmas dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Dawe, ini, mampu mengangkat potensi desa. Sehingga Desa Kandangmas memeproleh predikat sebagai desa wisata.

Dampaknya, masyarakat pun turut menerima manfaat. Sebab, potensi itu berkaitan dengan aspek ekonomi. Masyarakat yang dahulu bergantung pada penambang pasir, kini perlahan beralih menjadi pelaku wisata.


”Bukan hanya penambang pasir yang berpindah haluan menjadi pelaku wisata, masyarakat setempat yang semula menganggur juga mulai membuka usaha kuliner di sekitar lokasi wisata. Dengan membuka warung. Bendung Logung juga mampu mengangkat potensi desa. Seperti UMKM gula merah, wisata alam, dan wisata reliji,” terangnya.

Ikon yang berada di pintu masuk Bendung Logung. (POKDARWIS DESA KANDANGMAS FOR RADAR KUDUS)

Sabari menyampaikan, wisatawan dapat menikmati keindahan panorama bendung Logung dengan menaiki perahu wisata atau speed boat. ”Kalau perahu Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu. Tapi kalau speed boat antara Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu, itu bisa dinaiki tiga sampai empat orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Ibadah Natal, Jemaat Kudus Diingatkan Merajut Kasih Antar Sesama

Untuk jumlah wsiatawan sebelum pandemi Covid-19, ada 1.000 pengunjung per hari. Sementara sejak pandemi, wisatawan fluktuatif. Kurang lebih di kisaran 100-an per hari.

”Keberadaan Kandangmas sebagai desa wisata rintisan juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami pernah menerima bantuan keuangan dari provinsi Rp 100 juta untuk pegembangan wisata. Saat ini masih akan terus kami kembangkan,” imbuhnya.

Sabari menambahkan, bendung yang mulai dibangun pada 2014 dan diresmikan 2018 itu, memiliki pesona alam yang indah. Panorama perbukitan yang mengelilingi genangan air dapat memanjakan mata. Itulah yang kemudian menjadi magnet wisatawan.

”Bendung Logung juga bermanfaat untuk mengurangi debit air sungai Logung yang berpotensi membanjiri sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Dengan debit 104,5 meter kubik per detik,” katanya.

Selain itu, juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian seluas 2.821 hektare yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun. Air dari bendung ini, juga untuk menyediakan sumber air bersih masyarakat di Kabupaten Kudus dengan kapasitas penyediaan rata-rata 200 liter per detik. Pemanfaatan lain, untuk menggerakkan turbin, sehingga menghasilkan energi listrik dengan potensi mencapai 0,5 mega watt. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Keberadaan bendung Logung diklaim membawa manfaat. Di antaranya berhasil menjadi destinasi wisata. Dengan begitu, mampu mengubah mata pencaharian masyarakat yang semula menambang beralih ke pelaku wisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kandangmas Sabari menyebut, dengan adanya bendung yang berada di perbatasan Desa Kandangmas dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Dawe, ini, mampu mengangkat potensi desa. Sehingga Desa Kandangmas memeproleh predikat sebagai desa wisata.

Dampaknya, masyarakat pun turut menerima manfaat. Sebab, potensi itu berkaitan dengan aspek ekonomi. Masyarakat yang dahulu bergantung pada penambang pasir, kini perlahan beralih menjadi pelaku wisata.

”Bukan hanya penambang pasir yang berpindah haluan menjadi pelaku wisata, masyarakat setempat yang semula menganggur juga mulai membuka usaha kuliner di sekitar lokasi wisata. Dengan membuka warung. Bendung Logung juga mampu mengangkat potensi desa. Seperti UMKM gula merah, wisata alam, dan wisata reliji,” terangnya.

Ikon yang berada di pintu masuk Bendung Logung. (POKDARWIS DESA KANDANGMAS FOR RADAR KUDUS)

Sabari menyampaikan, wisatawan dapat menikmati keindahan panorama bendung Logung dengan menaiki perahu wisata atau speed boat. ”Kalau perahu Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu. Tapi kalau speed boat antara Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu, itu bisa dinaiki tiga sampai empat orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Maksimal, Anggaran Rp 3,5 Miliar Cuma Bisa Perbaiki 3 Ruas Jalan Rusak

Untuk jumlah wsiatawan sebelum pandemi Covid-19, ada 1.000 pengunjung per hari. Sementara sejak pandemi, wisatawan fluktuatif. Kurang lebih di kisaran 100-an per hari.

”Keberadaan Kandangmas sebagai desa wisata rintisan juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami pernah menerima bantuan keuangan dari provinsi Rp 100 juta untuk pegembangan wisata. Saat ini masih akan terus kami kembangkan,” imbuhnya.

Sabari menambahkan, bendung yang mulai dibangun pada 2014 dan diresmikan 2018 itu, memiliki pesona alam yang indah. Panorama perbukitan yang mengelilingi genangan air dapat memanjakan mata. Itulah yang kemudian menjadi magnet wisatawan.

”Bendung Logung juga bermanfaat untuk mengurangi debit air sungai Logung yang berpotensi membanjiri sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Dengan debit 104,5 meter kubik per detik,” katanya.

Selain itu, juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian seluas 2.821 hektare yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun. Air dari bendung ini, juga untuk menyediakan sumber air bersih masyarakat di Kabupaten Kudus dengan kapasitas penyediaan rata-rata 200 liter per detik. Pemanfaatan lain, untuk menggerakkan turbin, sehingga menghasilkan energi listrik dengan potensi mencapai 0,5 mega watt. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/