alexametrics
26.1 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Viral Remaja Mesum di GOR Balai Jagong Kudus, Dinas Akui Kecolongan

KUDUS – Beberapa waktu belakangan warga dihebohkan dengan beredarnya video muda mudi melakukan tindakan tak senonoh (indehoi) di kawasan GOR Balai Jagong. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus mengaku kecolongan.

Kabid Olahraga pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Minan Mochamad menyebut sebenarnya ada petugas yang berkeliling memantau kegiatan di sekitar kawasan GOR Balai Jagong. Sebab kawasan itu memang kerap dimanfaatkan pemuda pemudi untuk bertemu dan bermain. Namun, para muda-mudi itu kerap kucing-kucingan dengan petugas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bidang kepemudaan terkait dengan operasi pelajar agar hal serupa tak terjadi lagi,” jelasnya.


Dia tak memungkiri kecolongan dengan kasus ini. Sebab jumlah personelnya terbatas.

Baca Juga :  Disdukcapil Kudus Sebut Perekaman KIA Lampaui Target Nasional

“Kami bekerja sama dengan Satpol PP saat mengecek tidak ada. Tetapi saat kami tidak di lapangan mereka mungkin beraksi,” ungkapnya.

Minan menambahkan sejauh ini memang ada beberapa remaja yang sedang berduaan yang terazia. Mereka kemudian diberi pembinaan hingga disampaikan kepada pihak sekolah ataupun keluarga.

“Prosedurnya kami bawa ke kantor terus baru kami sampaikan ke kepala sekolah atau keluarga,” tambahnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Beberapa waktu belakangan warga dihebohkan dengan beredarnya video muda mudi melakukan tindakan tak senonoh (indehoi) di kawasan GOR Balai Jagong. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus mengaku kecolongan.

Kabid Olahraga pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Minan Mochamad menyebut sebenarnya ada petugas yang berkeliling memantau kegiatan di sekitar kawasan GOR Balai Jagong. Sebab kawasan itu memang kerap dimanfaatkan pemuda pemudi untuk bertemu dan bermain. Namun, para muda-mudi itu kerap kucing-kucingan dengan petugas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bidang kepemudaan terkait dengan operasi pelajar agar hal serupa tak terjadi lagi,” jelasnya.

Dia tak memungkiri kecolongan dengan kasus ini. Sebab jumlah personelnya terbatas.

Baca Juga :  Disdukcapil Kudus Sebut Perekaman KIA Lampaui Target Nasional

“Kami bekerja sama dengan Satpol PP saat mengecek tidak ada. Tetapi saat kami tidak di lapangan mereka mungkin beraksi,” ungkapnya.

Minan menambahkan sejauh ini memang ada beberapa remaja yang sedang berduaan yang terazia. Mereka kemudian diberi pembinaan hingga disampaikan kepada pihak sekolah ataupun keluarga.

“Prosedurnya kami bawa ke kantor terus baru kami sampaikan ke kepala sekolah atau keluarga,” tambahnya. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/