alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Resmikan KNC, Bupati Kudus Minta Perawat Optimal Layani Masyarakat

KUDUS – Sebagai garda terdepan dalam kesehatan, perawat dituntut untuk melayani pasien secara optimal. Sikap ramah dan profesional harus menjadi prioritas dalam menghadapi pasien. Ini dilakukan agar pasien lekas sembuh dan puas atas pelayanan kesehatan di Kudus.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kudus Hartopo, saat membuka Musyawarah Daerah X DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sekaligus peresmian Kudus Nursing Center (KNC) kemarin (17/3). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kudus Masan dan tamu undangan lainnya.

”Saya pernah menjumpai perawat di salah satu rumah sakit di Kudus bersikap tidak ramah terhadap pasien, bahkan pasiennya dimarahi. Ini bisa menyebabkan pasien bertambah sakit, karena psikisnya tertekan,” jelasnya.


Hartopo, berharap adanya gedung KNC ini dipergunakan sebaiknya untuk berdiskusi, evaluasi dan pelatihan-pelatihan, supaya sikap profesional perawat tumbuh dengan baik. Pihaknya, meminta PPNI sebagai organisasi naungan perawat di Kudus untuk membuat  Operasional Prosedur (SOP).

Isinya mengatur seorang perawat menjalankan tugasnya dan meningkatkan profesionalisme perawat. Bupati Kudus Hartopo menambahkan, kalau ada yang melanggar, dikenakan sanksi yang menjadi konsekuensi.

”Adanya Musda PPNI ini bisa membahas SOP bagaimana melayani pasien secara optimal. Kalau ada sanksi, ada efek jera,” ucapnya.

Pihaknya, juga mengapresiasi berdirinya gedung KNC sebagai tempat DPD PPNI Kabupaten Kudus bernaung, sekaligus pusat pengembangan keperawatan Kabupaten Kudus. Adanya gedung baru diharapkan menjadi semangat baru PPNI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dengan sepenuh hati. Seperti yang diketahui, selama ini PPNI Kudus nebeng di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan RSUD.

Baca Juga :  Cetak Santri Dengan Pengelolaan Manajemen Keuangan Unggul

”Gedung baru PPNI berarti semangat baru untuk pelayanan kesehatan prima. Luar biasa perjuangan PPNI Kudus,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPNI Jateng Kurnia Yuliastuti menyampaikan KNC menjadi rumah istimewa bagi PPNI Kudus. Pihaknya mengungkapkan bangunan KNC merupakan salah satu dari 4 terbaik di Jawa Tengah.

”Ini dapat menjadi motivasi agar PPNI Kudus tetap solid. Ke depan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 PPNI, Kurnia meminta perawat terus meningkatkan kompetensi. Salah satu dari empat gedung PPNI termegah di Jateng. Semoga menjadi semangat meningkatkan kompetensi,” terangnya.

Ketua DPD PPNI Kudus Masvan Yulianto menjelaskan KNC berdiri di tanah seluas 384 meter persegi. Gedung dua lantai tersebut memiliki luas 530 meter persegi. Masvan menyampaikan gedung tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh perawat di Kudus.

Masvan mengungkapkan rasa syukur karena selama ini kantor PPNI nebeng di DKK dan RSUD dr. Loekmono Hadi. Masvan berterima kasih kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi kesehatan di Kudus dan direktur rumah sakit di Kudus atas kontribusinya.

”Kami pernah berkantor di DKK dan di RSUD dr. Loekmono Hadi. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Alhamdulillah atas kontribusi dari semuanya, gedung yang kami mimpikan selama 20 tahun telah berdiri,” pungkasnya. (san)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Sebagai garda terdepan dalam kesehatan, perawat dituntut untuk melayani pasien secara optimal. Sikap ramah dan profesional harus menjadi prioritas dalam menghadapi pasien. Ini dilakukan agar pasien lekas sembuh dan puas atas pelayanan kesehatan di Kudus.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kudus Hartopo, saat membuka Musyawarah Daerah X DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sekaligus peresmian Kudus Nursing Center (KNC) kemarin (17/3). Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kudus Masan dan tamu undangan lainnya.

”Saya pernah menjumpai perawat di salah satu rumah sakit di Kudus bersikap tidak ramah terhadap pasien, bahkan pasiennya dimarahi. Ini bisa menyebabkan pasien bertambah sakit, karena psikisnya tertekan,” jelasnya.

Hartopo, berharap adanya gedung KNC ini dipergunakan sebaiknya untuk berdiskusi, evaluasi dan pelatihan-pelatihan, supaya sikap profesional perawat tumbuh dengan baik. Pihaknya, meminta PPNI sebagai organisasi naungan perawat di Kudus untuk membuat  Operasional Prosedur (SOP).

Isinya mengatur seorang perawat menjalankan tugasnya dan meningkatkan profesionalisme perawat. Bupati Kudus Hartopo menambahkan, kalau ada yang melanggar, dikenakan sanksi yang menjadi konsekuensi.

”Adanya Musda PPNI ini bisa membahas SOP bagaimana melayani pasien secara optimal. Kalau ada sanksi, ada efek jera,” ucapnya.

Pihaknya, juga mengapresiasi berdirinya gedung KNC sebagai tempat DPD PPNI Kabupaten Kudus bernaung, sekaligus pusat pengembangan keperawatan Kabupaten Kudus. Adanya gedung baru diharapkan menjadi semangat baru PPNI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dengan sepenuh hati. Seperti yang diketahui, selama ini PPNI Kudus nebeng di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan RSUD.

Baca Juga :  Viral, Dangdutan di Kudus ada Samurai, Ini Penjelasan Polisi

”Gedung baru PPNI berarti semangat baru untuk pelayanan kesehatan prima. Luar biasa perjuangan PPNI Kudus,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPNI Jateng Kurnia Yuliastuti menyampaikan KNC menjadi rumah istimewa bagi PPNI Kudus. Pihaknya mengungkapkan bangunan KNC merupakan salah satu dari 4 terbaik di Jawa Tengah.

”Ini dapat menjadi motivasi agar PPNI Kudus tetap solid. Ke depan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 PPNI, Kurnia meminta perawat terus meningkatkan kompetensi. Salah satu dari empat gedung PPNI termegah di Jateng. Semoga menjadi semangat meningkatkan kompetensi,” terangnya.

Ketua DPD PPNI Kudus Masvan Yulianto menjelaskan KNC berdiri di tanah seluas 384 meter persegi. Gedung dua lantai tersebut memiliki luas 530 meter persegi. Masvan menyampaikan gedung tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh perawat di Kudus.

Masvan mengungkapkan rasa syukur karena selama ini kantor PPNI nebeng di DKK dan RSUD dr. Loekmono Hadi. Masvan berterima kasih kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi kesehatan di Kudus dan direktur rumah sakit di Kudus atas kontribusinya.

”Kami pernah berkantor di DKK dan di RSUD dr. Loekmono Hadi. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Alhamdulillah atas kontribusi dari semuanya, gedung yang kami mimpikan selama 20 tahun telah berdiri,” pungkasnya. (san)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/