alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Meski Kembali ke Harga Pasar, Pemkab Kudus Tetap Droping Migor Ke Desa

KUDUS – Meski harga sudah tidak Rp 14 ribu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tetap melanjutkan droping minyak goreng ke desa-desa. Bupati Kudus Hatopo mengatakan, minyak goreng tetap dibutuhkan masyarakat dan kondisi di pasar tradisional juga belum stabil. Stok masih terbatas.

”Tentu upaya pendistribusian itu tetap ada. Kami sedang berkoordinasi dengan distributor untuk ini,” jelas Hartopo kemarin.

Ia menambahkan, pemkab kini memang tengah memetakan daerah yang perlu di-droping segera. Ketika semuanya sudah selesai dipersiapkan, maka akan segera dilakukan droping.


Namun, untuk harganya mungkin tetap akan disesuaikan dengan harga pasar. Setidaknya tidak terjadi kelangkaan. Pihaknya, ingin menambah alokasi pendistribusian minyak goreng ke desa-desa di Kudus.

Sementara untuk alokasi pendistribusian di pasar akan dikurangi. Alokasi di desa akan dinaikkan menjadi 75 persen. Sementara alokasi ke pasar hanya akan didistribusikan 25 persen.

Baca Juga :  Magister Pendidikan Dasar UMK 90 Persen Publikasi Internasional

Pertimbang Bupati Kudus Hartopo, untuk menghindari adanya praktik monopoli di pasar. Selain itu, potensi penimbunan minyak goreng oleh sejumlah pedagang juga diharapkan bisa ditekan dengan penambahan alokasi yang didistribusikan ke desa-desa.

Hartopo mempersilakan desa-desa di Kabupaten Kudus untuk menginventarisasi jumlah penduduknya dan mengajukan alokasi pendistribusian minyak goreng ke Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayetno mengatakan, untuk kelanjutan droping ke desa-desa menunggu dari atasan.

”Kalau droping ke pasar tradisional sudah tidak dilakukan, karena harga kembali semula. Kami saat ini mengawasi minyak goreng curah, karena harga masih HET. Kalau untuk yang ke desa-desa menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan. Sebab, harga saat ini minyak goreng kemasan sudah berbeda,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Meski harga sudah tidak Rp 14 ribu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tetap melanjutkan droping minyak goreng ke desa-desa. Bupati Kudus Hatopo mengatakan, minyak goreng tetap dibutuhkan masyarakat dan kondisi di pasar tradisional juga belum stabil. Stok masih terbatas.

”Tentu upaya pendistribusian itu tetap ada. Kami sedang berkoordinasi dengan distributor untuk ini,” jelas Hartopo kemarin.

Ia menambahkan, pemkab kini memang tengah memetakan daerah yang perlu di-droping segera. Ketika semuanya sudah selesai dipersiapkan, maka akan segera dilakukan droping.

Namun, untuk harganya mungkin tetap akan disesuaikan dengan harga pasar. Setidaknya tidak terjadi kelangkaan. Pihaknya, ingin menambah alokasi pendistribusian minyak goreng ke desa-desa di Kudus.

Sementara untuk alokasi pendistribusian di pasar akan dikurangi. Alokasi di desa akan dinaikkan menjadi 75 persen. Sementara alokasi ke pasar hanya akan didistribusikan 25 persen.

Baca Juga :  Penerima BLT Buruh Rokok di Kudus Didata Ulang, Apa Penyebabnya?

Pertimbang Bupati Kudus Hartopo, untuk menghindari adanya praktik monopoli di pasar. Selain itu, potensi penimbunan minyak goreng oleh sejumlah pedagang juga diharapkan bisa ditekan dengan penambahan alokasi yang didistribusikan ke desa-desa.

Hartopo mempersilakan desa-desa di Kabupaten Kudus untuk menginventarisasi jumlah penduduknya dan mengajukan alokasi pendistribusian minyak goreng ke Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayetno mengatakan, untuk kelanjutan droping ke desa-desa menunggu dari atasan.

”Kalau droping ke pasar tradisional sudah tidak dilakukan, karena harga kembali semula. Kami saat ini mengawasi minyak goreng curah, karena harga masih HET. Kalau untuk yang ke desa-desa menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan. Sebab, harga saat ini minyak goreng kemasan sudah berbeda,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/