alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Pemkab Kudus bakal Migrasi LPJU dari Abonemen ke Token, Ini Tujuannya

KUDUS – Pemkab Kudus berupaya menghemat pengeluaran dari beban listrik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan melakukan migrasi. Yakni dari sistem pembayaran abonemen ke pembayaran ke versi token.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten (PKPLH) Kudus Agung Karyanto menjelaskan total LPJU yang dikelolanya berjumlah sekitar 6000-an titik. Dengan jumlah itu biasanya tiap tahun beban pembayaran mencapai Rp 31 miliar.

“Tahun lalu kami hingga Desember 2021 ada sisa duit Rp 1.050.000.000. Itu karena kami mulai migrasi sistem pembayaran abonemen ke token,” jelasnya.


Migrasi itu mulai dilakukan sejak Agustus 2021 dan terus berlangsung hingga Desember, sehingga kini ada 404 titik LPJU yang sistem pembayaran memakai token.

Baca Juga :  Resmi Dipailitkan, Aset Koperasi Simpan Pinjam GMG di Kudus Segera Disita

Sistem ini menurutnya lebih murah dibandingkan semula yang Abonemen. Sebab model pembayaran Abonemen mewajibkan pihaknya harus membayar biaya listrik meski LPJU tidak menyala.

“Jadi ada tiga sistem pembayarannya. Pertama abonemen yang berjalan sejak awal. Kemudian meteran konvensional dan meteran token,” katanya.

Untuk migrasi dengan tujuan penghematan itu sendiri ke depan akan diperbanyak. Yang sedang berjalan, tiap bulan ada 50 titik lampu yang dimigrasikan sistem pembayaran biaya listriknya. “Targetnya semua LPJU ke depan semua tertoken,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Pemkab Kudus berupaya menghemat pengeluaran dari beban listrik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan melakukan migrasi. Yakni dari sistem pembayaran abonemen ke pembayaran ke versi token.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten (PKPLH) Kudus Agung Karyanto menjelaskan total LPJU yang dikelolanya berjumlah sekitar 6000-an titik. Dengan jumlah itu biasanya tiap tahun beban pembayaran mencapai Rp 31 miliar.

“Tahun lalu kami hingga Desember 2021 ada sisa duit Rp 1.050.000.000. Itu karena kami mulai migrasi sistem pembayaran abonemen ke token,” jelasnya.

Migrasi itu mulai dilakukan sejak Agustus 2021 dan terus berlangsung hingga Desember, sehingga kini ada 404 titik LPJU yang sistem pembayaran memakai token.

Baca Juga :  Bupati Kudus: Seniman Boleh Manggung, Asal Taat Prokes

Sistem ini menurutnya lebih murah dibandingkan semula yang Abonemen. Sebab model pembayaran Abonemen mewajibkan pihaknya harus membayar biaya listrik meski LPJU tidak menyala.

“Jadi ada tiga sistem pembayarannya. Pertama abonemen yang berjalan sejak awal. Kemudian meteran konvensional dan meteran token,” katanya.

Untuk migrasi dengan tujuan penghematan itu sendiri ke depan akan diperbanyak. Yang sedang berjalan, tiap bulan ada 50 titik lampu yang dimigrasikan sistem pembayaran biaya listriknya. “Targetnya semua LPJU ke depan semua tertoken,” jelasnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/