alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Tiga Ruas Jalan Rusak di Kudus Diusulkan Jadi Prioritas Perbaikan

KUDUS – Rusak parah, tiga ruas jalan diusulkan menjadi prioritas untuk mendapat anggaran perbaikan. Itu disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada pemkab, agar diutamakan dalam peraturan kepala daerah (Perkada). Usulan melalui Perkada ini, menjadi alternatif setelah APBD P mendapat penolakan evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kepala Dinas PUPR Kudus Arief Budi Siswanto menyebut, pemilihan tiga ruas jalan itu, karena selama setahun belakangan ini rusak parah dan belum ada perbaikan. Sebab, anggaran te-refocusing. Selain itu, dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang biasanya bisa digunakan untuk pembangunan fisik, kini tak bisa lagi.

”Dengan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020 peruntukan DBHCHT sangat terbatas. Jadi, yang biasanya ada alokasi perbaikan jalan, kini tak bisa dijalankan,” jelasnya.


Tiga titik jalan yang diusulkan perbaikan itu, Jalan AKBP Agil Kusumadya ke arah Mijen, Jalan AKBP Agil Kusumadya  ke arah Tanjungkarang, dan Jalan alternatif Kudus Pati di Bulung Cangkring.

”Untuk Perkada ini memang terbatas. Kami dapat anggaran Rp 8,2 milyar. Ini prioritas untuk perbaikan jalan. Tetapi sebagian juga untuk PSDA (pengelolaan sumber daya air). Seperti mengeruk sampah di sungai dan penguatan tanggul,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinas PUPR Akui Perbaikan Jalan Rusak di Jepara Terkendala Cuaca

Selain rusak parah, jalan-jalan tersebut menjadi prioritas, karena kerap terjadi kecelakaan. Sehingga didahulukan. Meski ada titik-titik ruas jalan lain yang juga mulai rusak.

”Jika di ruas Bulung Cangkring itu, sebenarnya awal 2021 masih lumayan. Kala itu belum dianggarkan. Tetapi di tengah jalan ada bencana banjir. Dan jalan tergenang hampir dua bulan. Jadi, menyebabkan kerusakan parah,” ujarnya.

Hal tersebutlah yang menurutnya membuat jalan tersebut belum tersentuh. Dengan begitu, rusak dan mangkrak.

”Sebenarnya kami sudah petakan mana-mana saja jalan yang rusaknya parah, sedang, dan ringan. Tetapi kemampuan kami terbatas dengan perubahan regulasi yang ada. Kami tak berdaya. Nah, dengan perkada ini ada angin segar sedikit, sehingga kami harus memilih yang prioritas,” katanya.

Arief menambahkan, jika usulan itu sudah disetujui di Perkada dan digedok, pihaknya akan langsung tancap gas. Agar meminimalisasi kerusakan. ”Sebab dengan dana tersebut, tak memungkinkan perbaikan total seperti betonisasi. Hanya bisa pengaspalan,” imbuhnya.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Rusak parah, tiga ruas jalan diusulkan menjadi prioritas untuk mendapat anggaran perbaikan. Itu disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada pemkab, agar diutamakan dalam peraturan kepala daerah (Perkada). Usulan melalui Perkada ini, menjadi alternatif setelah APBD P mendapat penolakan evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kepala Dinas PUPR Kudus Arief Budi Siswanto menyebut, pemilihan tiga ruas jalan itu, karena selama setahun belakangan ini rusak parah dan belum ada perbaikan. Sebab, anggaran te-refocusing. Selain itu, dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang biasanya bisa digunakan untuk pembangunan fisik, kini tak bisa lagi.

”Dengan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020 peruntukan DBHCHT sangat terbatas. Jadi, yang biasanya ada alokasi perbaikan jalan, kini tak bisa dijalankan,” jelasnya.

Tiga titik jalan yang diusulkan perbaikan itu, Jalan AKBP Agil Kusumadya ke arah Mijen, Jalan AKBP Agil Kusumadya  ke arah Tanjungkarang, dan Jalan alternatif Kudus Pati di Bulung Cangkring.

”Untuk Perkada ini memang terbatas. Kami dapat anggaran Rp 8,2 milyar. Ini prioritas untuk perbaikan jalan. Tetapi sebagian juga untuk PSDA (pengelolaan sumber daya air). Seperti mengeruk sampah di sungai dan penguatan tanggul,” jelasnya.

Baca Juga :  Dekranasda Kudus Diaktifkan Kembali, Ini Tujuannya

Selain rusak parah, jalan-jalan tersebut menjadi prioritas, karena kerap terjadi kecelakaan. Sehingga didahulukan. Meski ada titik-titik ruas jalan lain yang juga mulai rusak.

”Jika di ruas Bulung Cangkring itu, sebenarnya awal 2021 masih lumayan. Kala itu belum dianggarkan. Tetapi di tengah jalan ada bencana banjir. Dan jalan tergenang hampir dua bulan. Jadi, menyebabkan kerusakan parah,” ujarnya.

Hal tersebutlah yang menurutnya membuat jalan tersebut belum tersentuh. Dengan begitu, rusak dan mangkrak.

”Sebenarnya kami sudah petakan mana-mana saja jalan yang rusaknya parah, sedang, dan ringan. Tetapi kemampuan kami terbatas dengan perubahan regulasi yang ada. Kami tak berdaya. Nah, dengan perkada ini ada angin segar sedikit, sehingga kami harus memilih yang prioritas,” katanya.

Arief menambahkan, jika usulan itu sudah disetujui di Perkada dan digedok, pihaknya akan langsung tancap gas. Agar meminimalisasi kerusakan. ”Sebab dengan dana tersebut, tak memungkinkan perbaikan total seperti betonisasi. Hanya bisa pengaspalan,” imbuhnya.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/