alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Wakil DPRD Kudus Sulis Prihatin Masih Ada Sekolah Rusak

KUDUS – Sekolah SD Negeri 1 Terban rusak parah. Kerusakan terjadi sejak setahun lalu, sayang hingga kini belum ada perbaikan. Padahal pihak sekolah bersama komite telah melaporkan itu ke dinas Pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Sulistyo Utomo merasa prihatin dengan kondisi itu. Untuk itu jika memang tak ada anggaran di DAK untuk perbaikan, pihaknya menyarankan agar pemerintah tetap mencari solusi.

“Ini harus segera diperbaiki. Kami sarankan pemkab untuk mengupayakan adanya perbaikan. Bisalah pakai dana anggaran tak terduga (TT). Itukan juga lumayan nilainya,” jelasnya


Dari pantauan kerusakan terdapat di tiga ruang kelas. Yakni kelas satu, dua, dan tiga. Terlihat plafon dan atapnya rusak. Amblong. Genting juga banyak yang lepas. Di dua ruang kelas bahkan semua atapnya dan plafon diturunkan karena kondisinya membahayakan.

Baca Juga :  Miris! Siswa di Grobogan Belajar di Teras karena Ruang Kelas Rusak

Supeno Ketua Komite yang juga Kades Terban menyebut terkait kerusakan telah ada rapat pengurus dan komite. Atas hasil rapat, kerusakan telah disampaikan ke dinas pendidikan. Sayang hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Semula kerusakan memang tidak semua. Kemudian perlahan makin banyak. Kemudian karena dirasa membahayakan akibat pada lapuk dan lepas plafon dan usul, sehingga dibongkar,” tambahnya.

Sebab jika tidak dibongkar dikhawatirkan itu akan membahayakan siswa-siswi. Dan ditakutkan ada bagian bangunan yang lapuk dan jatuh tiba-tiba.

“Harapannya ini secepatnya diperbaiki. Terlebih ini kan mulai ada sekolah tatap muka. Ditambah mendekati musim hujan,” imbuhnya. (zen)

KUDUS – Sekolah SD Negeri 1 Terban rusak parah. Kerusakan terjadi sejak setahun lalu, sayang hingga kini belum ada perbaikan. Padahal pihak sekolah bersama komite telah melaporkan itu ke dinas Pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Sulistyo Utomo merasa prihatin dengan kondisi itu. Untuk itu jika memang tak ada anggaran di DAK untuk perbaikan, pihaknya menyarankan agar pemerintah tetap mencari solusi.

“Ini harus segera diperbaiki. Kami sarankan pemkab untuk mengupayakan adanya perbaikan. Bisalah pakai dana anggaran tak terduga (TT). Itukan juga lumayan nilainya,” jelasnya

Dari pantauan kerusakan terdapat di tiga ruang kelas. Yakni kelas satu, dua, dan tiga. Terlihat plafon dan atapnya rusak. Amblong. Genting juga banyak yang lepas. Di dua ruang kelas bahkan semua atapnya dan plafon diturunkan karena kondisinya membahayakan.

Baca Juga :  Satpol PP Kudus Resik-Resik Kali bersama Petugas Gabungan

Supeno Ketua Komite yang juga Kades Terban menyebut terkait kerusakan telah ada rapat pengurus dan komite. Atas hasil rapat, kerusakan telah disampaikan ke dinas pendidikan. Sayang hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Semula kerusakan memang tidak semua. Kemudian perlahan makin banyak. Kemudian karena dirasa membahayakan akibat pada lapuk dan lepas plafon dan usul, sehingga dibongkar,” tambahnya.

Sebab jika tidak dibongkar dikhawatirkan itu akan membahayakan siswa-siswi. Dan ditakutkan ada bagian bangunan yang lapuk dan jatuh tiba-tiba.

“Harapannya ini secepatnya diperbaiki. Terlebih ini kan mulai ada sekolah tatap muka. Ditambah mendekati musim hujan,” imbuhnya. (zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/