alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Diduga Kumpul Kebo, Pria Asal Temanggung Digerebek dan Diusir Warga

KUDUS – Ketahuan kumpul kebo di rumah perempuan berinisial SY di Desa Jurang, IS akhirnya diusir warga. Diketahui lelaki asli Temanggung itu tinggal bersama SY tanpa ikatan pernikahan.

Kades Jurang Muhammad Noor menyebut sebelum digerebek sudah ada upaya persuasif. Yakni ketua RT dan RW mendatangi rumah tersebut meminta kejelasan hubungan keduanya. Sebab mereka telah tinggal di rumah tersebut dua hari lamanya.

“Setelah didatangi itu ternyata mereka tidak memiliki status yang jelas. Tidak pula bisa menunjukan identitas. Ngakunya sudah nikah sirih, tapi tidak ada bukti. Sehingga kami meminta yang lelaki untuk pulang,” tambahnya.


Namun setelah diperingatkan sekitar pukul 21.00 malam itu (15/9), hingga pukul 23.00, sang lelaki tak kunjung pulang. Sehingga membuat warga geram dan marah. Dari situ, kelompok pemuda mendatangi kediaman itu.

“Mereka sudah izin ke saya untuk menggrebek. Dan saya izinkan. Namun tidak saya perbolehkan melakukan kekerasan. Yang penting diusir. Kalau mau di hotel silakan, tetapi tak boleh di desa ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Battle Kembang Api Dilarang saat Takbiran, Kini Warga Kudus Beralih Sound

Akhirnya, warga pun menggeruduk rumah tersebut dan meminta keduanya pergi. Sebab pemerintah desa sendiri juga belum mengetahui status dari SY, si perempuan. SY sendiri pernah bekerja di Singapura dan sering berpergian di luar kota. SY belum pernah menikah namun sudah memiliki anak.

“Kalau statusnya kami kurang tahu. Setahu saya sudah punya anak satu masih kecil. Dan akhirnya semalam mereka diminta pergi,” ucapnya.

Sementara Kadus III Masadi mengatakan, sempat menanyakan status keduanya. SY pun menyebut jika keduanya telah menikah siri, tanpa sepengetahuan ayahnya.

“Bilangnya itu nikah siri diurus di Semarang. Dan yang laki-laki itu katanya orang Temanggung, tapi semalam tidak membawa identitas,” imbuhnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Ketahuan kumpul kebo di rumah perempuan berinisial SY di Desa Jurang, IS akhirnya diusir warga. Diketahui lelaki asli Temanggung itu tinggal bersama SY tanpa ikatan pernikahan.

Kades Jurang Muhammad Noor menyebut sebelum digerebek sudah ada upaya persuasif. Yakni ketua RT dan RW mendatangi rumah tersebut meminta kejelasan hubungan keduanya. Sebab mereka telah tinggal di rumah tersebut dua hari lamanya.

“Setelah didatangi itu ternyata mereka tidak memiliki status yang jelas. Tidak pula bisa menunjukan identitas. Ngakunya sudah nikah sirih, tapi tidak ada bukti. Sehingga kami meminta yang lelaki untuk pulang,” tambahnya.

Namun setelah diperingatkan sekitar pukul 21.00 malam itu (15/9), hingga pukul 23.00, sang lelaki tak kunjung pulang. Sehingga membuat warga geram dan marah. Dari situ, kelompok pemuda mendatangi kediaman itu.

“Mereka sudah izin ke saya untuk menggrebek. Dan saya izinkan. Namun tidak saya perbolehkan melakukan kekerasan. Yang penting diusir. Kalau mau di hotel silakan, tetapi tak boleh di desa ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pertamina Gencar Perluas Pertashop di Kudus 

Akhirnya, warga pun menggeruduk rumah tersebut dan meminta keduanya pergi. Sebab pemerintah desa sendiri juga belum mengetahui status dari SY, si perempuan. SY sendiri pernah bekerja di Singapura dan sering berpergian di luar kota. SY belum pernah menikah namun sudah memiliki anak.

“Kalau statusnya kami kurang tahu. Setahu saya sudah punya anak satu masih kecil. Dan akhirnya semalam mereka diminta pergi,” ucapnya.

Sementara Kadus III Masadi mengatakan, sempat menanyakan status keduanya. SY pun menyebut jika keduanya telah menikah siri, tanpa sepengetahuan ayahnya.

“Bilangnya itu nikah siri diurus di Semarang. Dan yang laki-laki itu katanya orang Temanggung, tapi semalam tidak membawa identitas,” imbuhnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/