alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Cegah Penularan Covid-19, Pengawasan Wisata Religi di Kudus Diperketat

KUDUS – Selama dua pekan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus intens monitoring ke destinasi wisata yang sudah buka dengan pembatasan pengunjung 25 persen. Untuk destinasi wisata yang dikelola Pemkab Kudus akan diperketat, khususnya wisata religi.

Plt Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, wisata religi paling banyak pengunjung yang datang dari luar daerah. Ia mengatakan, orang-orang luar Kudus, diharapkan tidak membawa dampak yang merugikan masyarakat Kudus khususnya terkait penularan Covid-19.

”Bisa diantisipasi, satgas penanganan Covid-19 pantauan dan keliling. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat, supaya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes),” ujarnya.


Tika menjelaskan, satgas yang dibentuk Disbudpar keliling, sekali dalam sepekan ke destinasi wisata yang dikelola oleh swasta maupun di desa wisata. Dibentuk tiga tim yakni satu tim melakukan monitoring ke lokasi wisata religi dan dua tim melakukan monitoring ke destinasi wisata swasta dan di desa wisata.

Baca Juga :  SMK Assa’idiyah Kudus Borong Prestasi Tingkat Nasional

”Ketika ada pelanggaran, kami bisa mengingatkan . Tapi kalau mereka susah diingatkan mau tidak mau ya lokasi wisata itu kita tutup lagi,” ujar Tika panggilan akrabnya.

Selain itu kata Tika, meminta kepada pengelola destinasi wisata agar membentuk tim pengawas. Tugasnya untuk melakukan pengawasan kepada pengunjung baik didalam maupun diluar lokasi.

Dia juga mengaku bersyukur karena semua berjalan dengan baik. Meski semua destinasi wisata sudah buka, tapi hari Sabtu dan Minggu relatif masih sepi. Keculai lokasi wisata religi yang saat ini memang pengunjung sudah menunjukkan trend naik.

Mensikapi naiknya pengunjung lokasi religi, pihaknya juga berkoordinasi dengan polres, kodim maupun forkopimcam dan yayasan melakukan buka tutup dan upaya-upaya pengawasan secara internal dan eksternal.

”Bila ditemui ada pengunjung maupun masyarakat yang tidak memakai masker maka mereka dilarang masuk lokasi wisata religi,” ungkapnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Selama dua pekan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus intens monitoring ke destinasi wisata yang sudah buka dengan pembatasan pengunjung 25 persen. Untuk destinasi wisata yang dikelola Pemkab Kudus akan diperketat, khususnya wisata religi.

Plt Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, wisata religi paling banyak pengunjung yang datang dari luar daerah. Ia mengatakan, orang-orang luar Kudus, diharapkan tidak membawa dampak yang merugikan masyarakat Kudus khususnya terkait penularan Covid-19.

”Bisa diantisipasi, satgas penanganan Covid-19 pantauan dan keliling. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat, supaya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes),” ujarnya.

Tika menjelaskan, satgas yang dibentuk Disbudpar keliling, sekali dalam sepekan ke destinasi wisata yang dikelola oleh swasta maupun di desa wisata. Dibentuk tiga tim yakni satu tim melakukan monitoring ke lokasi wisata religi dan dua tim melakukan monitoring ke destinasi wisata swasta dan di desa wisata.

Baca Juga :  BPS Sebut Ini Penyebab Kabupaten Kudus Alami Infasi 0,77 Persen

”Ketika ada pelanggaran, kami bisa mengingatkan . Tapi kalau mereka susah diingatkan mau tidak mau ya lokasi wisata itu kita tutup lagi,” ujar Tika panggilan akrabnya.

Selain itu kata Tika, meminta kepada pengelola destinasi wisata agar membentuk tim pengawas. Tugasnya untuk melakukan pengawasan kepada pengunjung baik didalam maupun diluar lokasi.

Dia juga mengaku bersyukur karena semua berjalan dengan baik. Meski semua destinasi wisata sudah buka, tapi hari Sabtu dan Minggu relatif masih sepi. Keculai lokasi wisata religi yang saat ini memang pengunjung sudah menunjukkan trend naik.

Mensikapi naiknya pengunjung lokasi religi, pihaknya juga berkoordinasi dengan polres, kodim maupun forkopimcam dan yayasan melakukan buka tutup dan upaya-upaya pengawasan secara internal dan eksternal.

”Bila ditemui ada pengunjung maupun masyarakat yang tidak memakai masker maka mereka dilarang masuk lokasi wisata religi,” ungkapnya. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/