alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Gangguan Sinyal Disinyalir Jadi Penyebab Capaian Imunisasi Anak di Kudus Tak Sinkron

KUDUS – Pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) sudah berjalan selama dua minggu. Namun, ada beberapa kendala yang ditemui. Salah satunya, laporan pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak sama dengan data riil di lapangan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Andini Aridewi melalui Sub Koordinator Surveilans Imunisasi Aniq Fuad mengatakan saat ini ada kendala laporan capaian BIAN untuk Kudus. Data di aplikasi ASIK berbeda dengan di lapangan. Padahal itu menjadi acuhan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk dilaporkan ke Kemenkes.

”Aplikasi ASIK terkendala siyal pada saat upload data,” jelasnya.


Akhirnya data di aplikasi tidak sama dengan data manual yang dimiliki DKK Kudus.

Hal itu, lanjutnya dialami hampir seluruh daerah. Kemarin, ada zoom meeting terkait hal tersebut.  ”Untuk saat ini atau ke depan, apakah yang dipakai data aplikasi ASIK atau data manual di rapat itu belum ada kesepakatan. Baru dibahas,” jelasnya.

Baca Juga :  Wow! Dishub Kudus Beli 9 Vixion Baru untuk Kawal Bupati Senilai Rp 280 Juta

Aniq menjelaskan capain BIAN saat ini, untuk yang Kejar (dasar imunisasi lengkap) usia 12 hingga 59 bulan. Terdiri dari imunisasi IPV (polio suntik) yang sudah disuntik sebanyak 1.674 anak dari sasaran 2.769. OPV (polio tetes) sebanyak 877 anak dari sasaran 1.541 anak dan imunisasi DBT-Hb-Hib yang sudah disuntik sebanyak 1.820 anak dari total sasaran 2.835 anak.

Sementara, capaian BIAN imuniasi MR untuk anak usia 9 hingga 59 bulan yang sudah disuntik sebanyak 29.509 anak dari jumlah sasaran 41.052 anak.

Aniq menambahkan orang tua belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi.

”Kami hanya menugaskan pada Puskesmas, karena yang memiliki data imunisasi dasar lengkap mulai dari bayi lahir,” imbuhnya.

Aniq mengatakan, untuk Kejar imunisasi dasar lengkap Juni-Desember 2022, tapi kalau MR hanya sampai akhir Agustus 2022. Pihaknya terus mengupayakan capaian target MR, kalau diperlukan yasar ke lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) sudah berjalan selama dua minggu. Namun, ada beberapa kendala yang ditemui. Salah satunya, laporan pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak sama dengan data riil di lapangan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Andini Aridewi melalui Sub Koordinator Surveilans Imunisasi Aniq Fuad mengatakan saat ini ada kendala laporan capaian BIAN untuk Kudus. Data di aplikasi ASIK berbeda dengan di lapangan. Padahal itu menjadi acuhan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk dilaporkan ke Kemenkes.

”Aplikasi ASIK terkendala siyal pada saat upload data,” jelasnya.

Akhirnya data di aplikasi tidak sama dengan data manual yang dimiliki DKK Kudus.

Hal itu, lanjutnya dialami hampir seluruh daerah. Kemarin, ada zoom meeting terkait hal tersebut.  ”Untuk saat ini atau ke depan, apakah yang dipakai data aplikasi ASIK atau data manual di rapat itu belum ada kesepakatan. Baru dibahas,” jelasnya.

Baca Juga :  Support Budidaya Kalkun, Pemkab Kudus Beri Bantuan Indukan

Aniq menjelaskan capain BIAN saat ini, untuk yang Kejar (dasar imunisasi lengkap) usia 12 hingga 59 bulan. Terdiri dari imunisasi IPV (polio suntik) yang sudah disuntik sebanyak 1.674 anak dari sasaran 2.769. OPV (polio tetes) sebanyak 877 anak dari sasaran 1.541 anak dan imunisasi DBT-Hb-Hib yang sudah disuntik sebanyak 1.820 anak dari total sasaran 2.835 anak.

Sementara, capaian BIAN imuniasi MR untuk anak usia 9 hingga 59 bulan yang sudah disuntik sebanyak 29.509 anak dari jumlah sasaran 41.052 anak.

Aniq menambahkan orang tua belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi.

”Kami hanya menugaskan pada Puskesmas, karena yang memiliki data imunisasi dasar lengkap mulai dari bayi lahir,” imbuhnya.

Aniq mengatakan, untuk Kejar imunisasi dasar lengkap Juni-Desember 2022, tapi kalau MR hanya sampai akhir Agustus 2022. Pihaknya terus mengupayakan capaian target MR, kalau diperlukan yasar ke lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru