alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Bupati Kudus Ajak Warganya Tak Usah Takut Jalani Isolasi Mandiri

KUDUS – Digalakkannya isolasi terpusat di tingkat kabupaten hingga desa membuat pemerintah ancang-ancang menyiapkan logistik dan nakes. Itu agar masyarakat bisa tertib menjalani isolasi mandiri secara disiplin.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut masyarakat tak perlu khawatir menjalani isolasi mandiri. Baik itu di tingkat kabupaten seperti Rusunawa atau flat hingga isolasi di tingkat desa. Bahkan ia juga membuka opsi mengizinkan adanya isolasi terpusat mandiri di rumah-rumah.

Diizinkannya isolasi terpusat di rumah-rumah untuk mengantisipasi jika ada keluarga besar yang ingin menjalani isolasi secara bersama. Namun dengan syarat semua yang ada dalam anggota keluarga besar itu terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).


”Tidak boleh bercampur. Di dalamnya ada yang negatif dan positif. Nanti akan diberi pilihan. Yang positif atau yang negatif harus keluar dan dipisah,” terangnya.

Hartopo mencontohkan dalam sebuah keluarga besar pasti ada keluarga yang dalam kategori mampu ataupun tidak. Bagi keluarga yang mampu bisa membantu keluarganya untuk menyediakan tempat isolasi tepusat mandiri bagi keluarga besarnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri menurutnya akan siap membantu memenuhi kebutuhan akomodasi saat isolasi terpusat keluarga besar tersebut digunakan. Pihaknya akan mencoba kembali melakukan refocusing anggaran guna menambah anggaran.

Selain skema bantuan dari pemerintah kabupaten, Hartopo menambahkan jika melalui mekanisme PPKM mikro para aparatur pemerintah dari desa hingga RT akan melakukan pendataan lebih detail. Termasuk kemampuan secara logistik. Sehingga bisa juga pemenuhan kebutuhan logistik dibantu tetangga terdekat yang mampu. Sebagaimana semestinya program Jogo Tonggo berjalan.

Baca Juga :  Radar Kudus Gelar Tumpengan dan Doa Bersama Santri Gus Baha’

Artinya tidak cuma memastikan bagaimana mobilitas dibatasi. Tetapi juga kemampuan logistiknya. Dan di beberapa desa ini sudah jalan.

“Semua akan coba kami backup untuk akomodasinya. Baik makan tiga kali sehari, vitamin atau kebutuhan lain dan mungkin kami melibatkan Jogo Tonggo juga bisa. Dan tentunya kami akan kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memantau yang OTG, dan yang bergejala jadi bisa dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Begitu juga, dengan tenaga kesehatan yang juga akan siap memantau kondisi keluarga besar yang OTG saat tengah melakukan isolasi. Terkait nakes Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng bahwa membutuhkan tenaga kesehatan tambahan untuk ditugaskan selama 24 jam memonitor warga yang melakukan isolasi.

Selain beragam upaya dari pemerintah, Hartopo juga meminta agar masyarakat bisa lebih waspada terhadap penyebaran virus corona yang ada di Kudus, apalagi adanya varian baru Covid-19 B16172 delta yang sudah terdeteksi menyebar. Pihaknya berharap masyarakat benar-benar mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) 5M. (tos)

KUDUS – Digalakkannya isolasi terpusat di tingkat kabupaten hingga desa membuat pemerintah ancang-ancang menyiapkan logistik dan nakes. Itu agar masyarakat bisa tertib menjalani isolasi mandiri secara disiplin.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut masyarakat tak perlu khawatir menjalani isolasi mandiri. Baik itu di tingkat kabupaten seperti Rusunawa atau flat hingga isolasi di tingkat desa. Bahkan ia juga membuka opsi mengizinkan adanya isolasi terpusat mandiri di rumah-rumah.

Diizinkannya isolasi terpusat di rumah-rumah untuk mengantisipasi jika ada keluarga besar yang ingin menjalani isolasi secara bersama. Namun dengan syarat semua yang ada dalam anggota keluarga besar itu terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

”Tidak boleh bercampur. Di dalamnya ada yang negatif dan positif. Nanti akan diberi pilihan. Yang positif atau yang negatif harus keluar dan dipisah,” terangnya.

Hartopo mencontohkan dalam sebuah keluarga besar pasti ada keluarga yang dalam kategori mampu ataupun tidak. Bagi keluarga yang mampu bisa membantu keluarganya untuk menyediakan tempat isolasi tepusat mandiri bagi keluarga besarnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri menurutnya akan siap membantu memenuhi kebutuhan akomodasi saat isolasi terpusat keluarga besar tersebut digunakan. Pihaknya akan mencoba kembali melakukan refocusing anggaran guna menambah anggaran.

Selain skema bantuan dari pemerintah kabupaten, Hartopo menambahkan jika melalui mekanisme PPKM mikro para aparatur pemerintah dari desa hingga RT akan melakukan pendataan lebih detail. Termasuk kemampuan secara logistik. Sehingga bisa juga pemenuhan kebutuhan logistik dibantu tetangga terdekat yang mampu. Sebagaimana semestinya program Jogo Tonggo berjalan.

Baca Juga :  Hasil Tes Antigen Reaktif, 13 Siswa SMP di Pati Diisolasi

Artinya tidak cuma memastikan bagaimana mobilitas dibatasi. Tetapi juga kemampuan logistiknya. Dan di beberapa desa ini sudah jalan.

“Semua akan coba kami backup untuk akomodasinya. Baik makan tiga kali sehari, vitamin atau kebutuhan lain dan mungkin kami melibatkan Jogo Tonggo juga bisa. Dan tentunya kami akan kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memantau yang OTG, dan yang bergejala jadi bisa dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Begitu juga, dengan tenaga kesehatan yang juga akan siap memantau kondisi keluarga besar yang OTG saat tengah melakukan isolasi. Terkait nakes Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng bahwa membutuhkan tenaga kesehatan tambahan untuk ditugaskan selama 24 jam memonitor warga yang melakukan isolasi.

Selain beragam upaya dari pemerintah, Hartopo juga meminta agar masyarakat bisa lebih waspada terhadap penyebaran virus corona yang ada di Kudus, apalagi adanya varian baru Covid-19 B16172 delta yang sudah terdeteksi menyebar. Pihaknya berharap masyarakat benar-benar mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) 5M. (tos)

Most Read

Artikel Terbaru

/