alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Pengelola RM Bambu Wulung Bantah Pembacokan di Jepara Bermula dari Dangdutan di Tempatnya

KUDUS – Pengelola RM Bambu Wulung Kudus, Kharirotus Saadah membantah acara di restonya menjadi pemicu tawuran berujung maut yang terjadi di pasar Gadu, Bendanpete, Nalumsari, Minggu (15/5) lalu. Khariroh mengatakan sebenarnya acara itu hanya halal bi halal yang disertai penampilan musik.

Baca Juga : Konflik Pemuda Antardesa di Jepara, Satu Orang Tewas Kena Sabetan Senjata Tajam

”Kegiatan tertutup dan hanya terbatas untuk kalangan sendiri. Jadi, tak ada minum-minuman keras. Hanya acara halal bi halal keluarga saja,” katanya.


Dia menambahkan memang hari itu (Ahad, Red) ada pagelaran dangdut. Namun, gelaran itu berjalan kondusif dan tidak ada sama sekali pertengkaran. “Dangdut disini beda dengan tempat lain, ada aturannya, tidak boleh ada miras. Tidak hanya pemuda, ibu-ibu dan anak juga ikut berbaur,” terangnya.

Bantahan itu dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kapolsek Bae AKP Ngatmin menyebut bila acara halal bi halal itu tak bertaut dengan tragedi pembunuhan di Nalumsari, Jepara. Meski diduga korban MR, 30, warga Muryolobo, Nalumsari, sempat mengunjungi acara di RM Bambu Wulung itu.

AKP Ngatmin menambahkan, pihaknya sama sekali tak memberikan izin atas adanya acara tersebut. Dia pun menjelaskan jika acara di RM Bambu Wulung sebenarnya hanya halal bi halal keluarga dari Nalumsari.

Baca Juga :  Sempat Jadi Klaster, MTs Rengging Jepara Mulai PTM Lagi Hari ini

”Di RM Bambu Wulung itu kan seperti halnya rumah makan lainnya. Diboking buat acara makan-makan. Hanya saja acara itu diiringi dengan musik. Jadi bukan dangdutan,” jelasnya.

Dia menduga pihak warung juga hanya menerima boking acara halal bi halal. Hanya saja untuk memeriahkan, digelarlah acara musik.

Namun demikian, pihaknya sama sekali tak mengeluarkan izin apapun. Dan kepolisian semula juga tak mengerti adanya acara itu. Dia menyebut, pihaknya mengetahui acara itu ketika siang. Sehingga langsung ditugaskan anggota untuk memonitoring.

”Anggota ada yang memonitoring. Acara berjalan aman. Selesai pukul 16.00. Tak ada alkohol. Tidak ada masalah. Saya kaget ketika tiba-tiba mendengar informasi pembunuhan dari Jepara,” terangnya.

Atas fakta-fakta itu, AKP Ngatmin menegaskan jika acara di RM Bambu Wulung jelas tak bertaut sama sekali dengan kasus pembunuhan di Nalumsari, Jepara. Dia menduga jika ada kemungkinan kasus tersebut bertaut dengan acara dangdutan di tempat lain. ”Yang perlu digarisbawahi ada acara di Jepara yang pakai musik dan ricuh,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Pengelola RM Bambu Wulung Kudus, Kharirotus Saadah membantah acara di restonya menjadi pemicu tawuran berujung maut yang terjadi di pasar Gadu, Bendanpete, Nalumsari, Minggu (15/5) lalu. Khariroh mengatakan sebenarnya acara itu hanya halal bi halal yang disertai penampilan musik.

Baca Juga : Konflik Pemuda Antardesa di Jepara, Satu Orang Tewas Kena Sabetan Senjata Tajam

”Kegiatan tertutup dan hanya terbatas untuk kalangan sendiri. Jadi, tak ada minum-minuman keras. Hanya acara halal bi halal keluarga saja,” katanya.

Dia menambahkan memang hari itu (Ahad, Red) ada pagelaran dangdut. Namun, gelaran itu berjalan kondusif dan tidak ada sama sekali pertengkaran. “Dangdut disini beda dengan tempat lain, ada aturannya, tidak boleh ada miras. Tidak hanya pemuda, ibu-ibu dan anak juga ikut berbaur,” terangnya.

Bantahan itu dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kapolsek Bae AKP Ngatmin menyebut bila acara halal bi halal itu tak bertaut dengan tragedi pembunuhan di Nalumsari, Jepara. Meski diduga korban MR, 30, warga Muryolobo, Nalumsari, sempat mengunjungi acara di RM Bambu Wulung itu.

AKP Ngatmin menambahkan, pihaknya sama sekali tak memberikan izin atas adanya acara tersebut. Dia pun menjelaskan jika acara di RM Bambu Wulung sebenarnya hanya halal bi halal keluarga dari Nalumsari.

Baca Juga :  Disekat selama PPKM Darurat, Jalur Alternatif di Jepara Malah Rusak

”Di RM Bambu Wulung itu kan seperti halnya rumah makan lainnya. Diboking buat acara makan-makan. Hanya saja acara itu diiringi dengan musik. Jadi bukan dangdutan,” jelasnya.

Dia menduga pihak warung juga hanya menerima boking acara halal bi halal. Hanya saja untuk memeriahkan, digelarlah acara musik.

Namun demikian, pihaknya sama sekali tak mengeluarkan izin apapun. Dan kepolisian semula juga tak mengerti adanya acara itu. Dia menyebut, pihaknya mengetahui acara itu ketika siang. Sehingga langsung ditugaskan anggota untuk memonitoring.

”Anggota ada yang memonitoring. Acara berjalan aman. Selesai pukul 16.00. Tak ada alkohol. Tidak ada masalah. Saya kaget ketika tiba-tiba mendengar informasi pembunuhan dari Jepara,” terangnya.

Atas fakta-fakta itu, AKP Ngatmin menegaskan jika acara di RM Bambu Wulung jelas tak bertaut sama sekali dengan kasus pembunuhan di Nalumsari, Jepara. Dia menduga jika ada kemungkinan kasus tersebut bertaut dengan acara dangdutan di tempat lain. ”Yang perlu digarisbawahi ada acara di Jepara yang pakai musik dan ricuh,” imbuhnya. (tos/zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/