alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Bupati Kudus Tegaskan Larang Warganya Gelar Dangdutan, Ini Alasannya 

KUDUS – Pemkab Kudus masuk dalam kategori wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II di masa perpanjangan usai lebaran. Penerapan aturannya, kegiatan pentas musik maupun dangdutan tidak secara tegas dilarang.

Bupati Kudus Hartopo menyatakan tidak memberi izin atas penyelenggaraan dangdutan. Karena hal tersebut melanggar dari aturan PPKM level II.

“Acara dangdutan tidak boleh diselenggarakan sebelumnya di PPKM level II,” ungkapnya.


Meski demikian, kegiatan hiburan masih diperbolehkan ketika ada acara hajatan. Pelaksanaanya harus di dalam ruangan. Peraturanya, acara diselenggarakan dengan undangan yang terbatas. “Di dalam ruang boleh diselenggarakan, asalkan kapasitasnya 50 persen saja,” katanya.

Wakapolres Kudus Kompol Moch Adimas menyebut, seperti acara dangdutan pada PPKM level II belum diperbolehkan. Terlebih lagi, masa perpanjangan PPKM telah dilakukan perpanjang dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pendapatan Daerah APBD Kudus Dipatok Rp 1,6 Triliun

“Belum boleh (Dangdutan, Red) kami belum menerima laporan hingga saat ini ada dangdutan,” katanya.

Pihak kepolisian tak melarang jika masyarakat ingin menggelar acara hajatan seperti pernikahan. Asalkan, acara tersebut mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami menyesuaikan aturan yang berlaku, PPKM kan diperpanjang juga. Kalau hajatan dibatasi pengunjungnya,” katanya.

Sementara itu, penyebaran Covid-19 paska lebaran di Kabupaten Kudus tergelong landai kasusnya. Melihat website resmi Corona.Kudus.go.id kasus aktif hanya satu orang pasien saja. Pasien yang menjalani isolasi ada satu orang. Secara keselurah Kudus masuk dalam zona oranye atau punya risiko penularan yang sedang. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemkab Kudus masuk dalam kategori wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level II di masa perpanjangan usai lebaran. Penerapan aturannya, kegiatan pentas musik maupun dangdutan tidak secara tegas dilarang.

Bupati Kudus Hartopo menyatakan tidak memberi izin atas penyelenggaraan dangdutan. Karena hal tersebut melanggar dari aturan PPKM level II.

“Acara dangdutan tidak boleh diselenggarakan sebelumnya di PPKM level II,” ungkapnya.

Meski demikian, kegiatan hiburan masih diperbolehkan ketika ada acara hajatan. Pelaksanaanya harus di dalam ruangan. Peraturanya, acara diselenggarakan dengan undangan yang terbatas. “Di dalam ruang boleh diselenggarakan, asalkan kapasitasnya 50 persen saja,” katanya.

Wakapolres Kudus Kompol Moch Adimas menyebut, seperti acara dangdutan pada PPKM level II belum diperbolehkan. Terlebih lagi, masa perpanjangan PPKM telah dilakukan perpanjang dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Suami Pembakar Istri dan Anak di Kudus Meninggal, Kasus Resmi Ditutup

“Belum boleh (Dangdutan, Red) kami belum menerima laporan hingga saat ini ada dangdutan,” katanya.

Pihak kepolisian tak melarang jika masyarakat ingin menggelar acara hajatan seperti pernikahan. Asalkan, acara tersebut mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami menyesuaikan aturan yang berlaku, PPKM kan diperpanjang juga. Kalau hajatan dibatasi pengunjungnya,” katanya.

Sementara itu, penyebaran Covid-19 paska lebaran di Kabupaten Kudus tergelong landai kasusnya. Melihat website resmi Corona.Kudus.go.id kasus aktif hanya satu orang pasien saja. Pasien yang menjalani isolasi ada satu orang. Secara keselurah Kudus masuk dalam zona oranye atau punya risiko penularan yang sedang. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/