alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Sempat Heboh, Isu Penyekapan Karyawan di Kudus Tenyata Hoaks

KUDUS – Isu penyekapan karyawan oleh salah satu perusahaan rokok di Kudus ternyata hoaks. Informasi yang beredar lewat pesan berantai melalui WhatasApp itu hanya salah paham.

Pesan yang beredar itu berisi curhatan dari keluarga karyawan. Jika salah satu anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan itu sedari pagi hingga malam belum pulang. Bahkan tak bisa dijemput.

Dalam pesan berantai itu tertulis “Entah motif apa yang dilakukan managemen Djarum brak Kaliputu sehingga 1 brak Kaliputu dari subuh sampai malam belum pulang dengan dalih dijadikan saksi semua. Dasar dan mekanismenya apa? Pihak keluarga semua was-was dengan ulah management brak Kaliputu”


Kemudian pesan itu berlanjut dengan “Informasi ini valid. Istri saya sendiri sampai sekarang belum pulang. Tadi sempat telpon pukul 17.35 (15/3). Tatapi masih belum bisa pulang, saya jadi khawatir,” lanjut isi pesan dari warga yang enggan disebut namanya itu.

Pihak perusahaan melalui Kepala bagian Brak SKT Burian Djarum Adityo Nugroho menjelaskan beberapa karyawan yang pulang terlambat karena ada pemeriksaan. Sebab ada dugaan pemalsuan dokumen bernama kitir yang menjadi alat transaksi bagi karyawan untuk mendapatkan upah.

Baca Juga :  Jumlah Santri Dibatasi, Fokus Hafalkan Alquran

Hingga sejauh ini sudah ada 12 karyawan yang diperiksa. Mereka dari pekerja borong. Bagian giling dan batil.

Terakhir pemeriksaan pada Selasa (16/3). Pemeriksaan itu dilakukan pihak eksternal. Berlangsung setelah jam kerja.

Menurutnya memang ada yang diperiksa sampai sekitar pukul 21.00- pukul 22.00. Sebagian yang diperiksa tersebut memang sif pagi. Selesai bekerja pukul 14.00 baru kemudian dipanggil untuk diperiksa dimintai keterangan.

“Jadi tidak benar bila ada penyekapan. Itu hoaks. Karyawan pulang tepat waktu. Tetapi memang ada yang dimintai keterangan setelah jam pulang kerja,” terangnya.

Dugaan adanya pemalsuan kitir itu diperkirakan dilakukan Kamis (17/3). Diketahui setelah melalui sistem pengecekan.

“Pemalsuan kami ketahui setelah adanya selisih kalkulasi antara jumlah produksi dan uang,” tambahnya.

Setelah diketahui adanya dugaan pemalsuan itu, pihak perusahaan langsung menindaklanjuti. Di antaranya memanggil beberapa karyawan tersebut. Untuk dimintai keterangan. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Isu penyekapan karyawan oleh salah satu perusahaan rokok di Kudus ternyata hoaks. Informasi yang beredar lewat pesan berantai melalui WhatasApp itu hanya salah paham.

Pesan yang beredar itu berisi curhatan dari keluarga karyawan. Jika salah satu anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan itu sedari pagi hingga malam belum pulang. Bahkan tak bisa dijemput.

Dalam pesan berantai itu tertulis “Entah motif apa yang dilakukan managemen Djarum brak Kaliputu sehingga 1 brak Kaliputu dari subuh sampai malam belum pulang dengan dalih dijadikan saksi semua. Dasar dan mekanismenya apa? Pihak keluarga semua was-was dengan ulah management brak Kaliputu”

Kemudian pesan itu berlanjut dengan “Informasi ini valid. Istri saya sendiri sampai sekarang belum pulang. Tadi sempat telpon pukul 17.35 (15/3). Tatapi masih belum bisa pulang, saya jadi khawatir,” lanjut isi pesan dari warga yang enggan disebut namanya itu.

Pihak perusahaan melalui Kepala bagian Brak SKT Burian Djarum Adityo Nugroho menjelaskan beberapa karyawan yang pulang terlambat karena ada pemeriksaan. Sebab ada dugaan pemalsuan dokumen bernama kitir yang menjadi alat transaksi bagi karyawan untuk mendapatkan upah.

Baca Juga :  Sepi Pendonor, Stok Trombosit di PMI Kudus Menipis

Hingga sejauh ini sudah ada 12 karyawan yang diperiksa. Mereka dari pekerja borong. Bagian giling dan batil.

Terakhir pemeriksaan pada Selasa (16/3). Pemeriksaan itu dilakukan pihak eksternal. Berlangsung setelah jam kerja.

Menurutnya memang ada yang diperiksa sampai sekitar pukul 21.00- pukul 22.00. Sebagian yang diperiksa tersebut memang sif pagi. Selesai bekerja pukul 14.00 baru kemudian dipanggil untuk diperiksa dimintai keterangan.

“Jadi tidak benar bila ada penyekapan. Itu hoaks. Karyawan pulang tepat waktu. Tetapi memang ada yang dimintai keterangan setelah jam pulang kerja,” terangnya.

Dugaan adanya pemalsuan kitir itu diperkirakan dilakukan Kamis (17/3). Diketahui setelah melalui sistem pengecekan.

“Pemalsuan kami ketahui setelah adanya selisih kalkulasi antara jumlah produksi dan uang,” tambahnya.

Setelah diketahui adanya dugaan pemalsuan itu, pihak perusahaan langsung menindaklanjuti. Di antaranya memanggil beberapa karyawan tersebut. Untuk dimintai keterangan. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/