alexametrics
25.3 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Oknum Polisi di Kudus Lempar Helm ke Sopir Truk saat Demo ODOL

KUDUS – Diduga karena salah paham, seorang oknum polisi di Kudus lemparkan helm ke sopir truk. Peristiwa itu terjadi saat sopir bernama Slamet Riyanto mengikuti aksi demonstrasi bersama puluhan sopir truk di Kudus yang meminta revisi UU ODOL di depan Kantor Dinas Perhubungan Kudus.

Dari video yang beredar ada dua orang berseragam mirip polisi yang berdiri di sebelah deretan truk yang melintas berurutan. Satu di antara kedua yang berseragam itu kemudian tampak melempar helm.

Sementara dari keterangan korban, Slamet Riyanto menjelaskan kejadian itu karena adanya salah paham. Semula dia mengendarai truk di belakang truk lainnya. Kemudian tiba-tiba ada salah satu sopir di depannya dicegat polisi. Karena dianggap mau menabrak.
Akhirnya terjadilah cekcok di jalan. Melihat kondisi itu, Slamet mendatangi.
“Saya coba melerai, tetapi dikira saya memvideo. Kemudian saya dipukul pakai helm,” tambahnya.

Baca Juga :  Peringati HKN, RSUD Kudus Launching Layanan Ortotik Protestik

Baca Juga : Berakhir Damai, Polisi Minta Maaf Soal Oknum yg Lempar Helm ke Sopir Truk 

Dia menyebut semula ia ingin ikut demo. Itu sebagai bentuk solidaritas sebagai relawan sopir karena merasa dirugikan dengan UU ODOL yang membatasi muatan truk.
“Ketika memukul itu reaksi polisi sama-sama ngeyel. Sempat diminta damai,” Katanya.
Padahal dia mengatakan pihaknya tak bertindak anarkis. Atas kejadian itu, Slamet berencana melakukan visum.

Kasatlantas polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega menyebut pihaknya sedang memediasi pihak-pihak yang terkait. Sebab belum diketahui pasti bagaimana kronologi sebenarnya. Pihaknya pun akan mendalami lebih lanjut sebelum mengambil sikap. (tos)

KUDUS – Diduga karena salah paham, seorang oknum polisi di Kudus lemparkan helm ke sopir truk. Peristiwa itu terjadi saat sopir bernama Slamet Riyanto mengikuti aksi demonstrasi bersama puluhan sopir truk di Kudus yang meminta revisi UU ODOL di depan Kantor Dinas Perhubungan Kudus.

Dari video yang beredar ada dua orang berseragam mirip polisi yang berdiri di sebelah deretan truk yang melintas berurutan. Satu di antara kedua yang berseragam itu kemudian tampak melempar helm.

Sementara dari keterangan korban, Slamet Riyanto menjelaskan kejadian itu karena adanya salah paham. Semula dia mengendarai truk di belakang truk lainnya. Kemudian tiba-tiba ada salah satu sopir di depannya dicegat polisi. Karena dianggap mau menabrak.
Akhirnya terjadilah cekcok di jalan. Melihat kondisi itu, Slamet mendatangi.
“Saya coba melerai, tetapi dikira saya memvideo. Kemudian saya dipukul pakai helm,” tambahnya.

Baca Juga :  HIPMI Kudus Pacu Generasi Muda Punya Semangat Entrepreneur Sejak Dini

Baca Juga : Berakhir Damai, Polisi Minta Maaf Soal Oknum yg Lempar Helm ke Sopir Truk 

Dia menyebut semula ia ingin ikut demo. Itu sebagai bentuk solidaritas sebagai relawan sopir karena merasa dirugikan dengan UU ODOL yang membatasi muatan truk.
“Ketika memukul itu reaksi polisi sama-sama ngeyel. Sempat diminta damai,” Katanya.
Padahal dia mengatakan pihaknya tak bertindak anarkis. Atas kejadian itu, Slamet berencana melakukan visum.

Kasatlantas polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega menyebut pihaknya sedang memediasi pihak-pihak yang terkait. Sebab belum diketahui pasti bagaimana kronologi sebenarnya. Pihaknya pun akan mendalami lebih lanjut sebelum mengambil sikap. (tos)

Most Read

Artikel Terbaru

/