alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Dinarpus Kudus Kembali Raih Penghargaan dari Perpusnas RI

KUDUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Kabupaten Kudus kembali mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Yakni terpilih sebagai kabupaten terbaik dalam implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada 2021.

Kepala Dinarpus Wahyu Haryanti melalui Kasi Pengelolaan Pustaka Ninik Mustikawati mengatakan penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Peer Learning Meeting (PLM) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Perpusnas pada Desember 2021 secara daring. Dan diikuti oleh 33 dinas perpustakaan provinsi, 272 dinas perpustakaan kabupaten, dan 2.289 perpustakaan desa (Perpusdes) yang ada di Indonesia.

“Dan Dinarpus Kudus dinobatkan menjadi perpustakaan kabupaten terbaik tingkat nasional,” katanya.


Dia juga mengatakan, menjalankan dedikasi dan komitmen untuk program perluasan fungsi perpustakaan tidaklah mudah. Dan secara konsisten pihaknya menjalankan program itu sejak 2019 hingga sekarang. Dan sudah direplikasi pada lima Perpusdes di Kudus, yakni di Desa Loram Wetan, Jati Kulon, Tumpang Krasak, Janggalan, dan Gulang.

Karena dari transformasi perpustakaan berbasis insklusi sosial itu sendiri,  perpustakaan sekarang tidak hanya untuk tempat membaca. Tapi harus dapat memberikan layanan kepada masyarakat untuk mengakses kegiatan, pelatihan dan pembelajaran gratis.

Baca Juga :  Masuki Hari Ketiga, Peserta dalami Lipsus, Fotografi dan Layout
Antusiasme ibu-ibu ketika mengikuti kelas pelatihan komputer di Perpusda Kudus. (Arika Khoiriya/Radar Kudus)

Dinarpus Kudus sendiri sudah banyak melakukn pelatihan rutin, seperti pelatihan kelas komputer dasar, merajut, pengelolaan sampah, hingga tata boga. Dan semua pelatihan tersebut dilaksanakan secara gratis.

“Tujuannya untuk kesejahteraan dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya melalui gerakan literasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya juga akan terus memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta atau masyarakat, berusaha menambah fasilitasi kegiatan, serta memperkaya ide dan gagasan dalam mengembangkan kegiatan yang kreatif dan inovatif.

“Ke depan, rencananya kami juga akan adakan pelatihan food photography, untuk tambahan pembelajaran bagi peserta yang sudah memiliki usaha makanan. Inklusi digital ternyata masih diperlukan bagi mereka. Pelatihan itu nanti melibatkan narasumber seorang fotografer dan bisa diisi oleh 30 peserta. (ark)

KUDUS – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Kabupaten Kudus kembali mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Yakni terpilih sebagai kabupaten terbaik dalam implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada 2021.

Kepala Dinarpus Wahyu Haryanti melalui Kasi Pengelolaan Pustaka Ninik Mustikawati mengatakan penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Peer Learning Meeting (PLM) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Perpusnas pada Desember 2021 secara daring. Dan diikuti oleh 33 dinas perpustakaan provinsi, 272 dinas perpustakaan kabupaten, dan 2.289 perpustakaan desa (Perpusdes) yang ada di Indonesia.

“Dan Dinarpus Kudus dinobatkan menjadi perpustakaan kabupaten terbaik tingkat nasional,” katanya.

Dia juga mengatakan, menjalankan dedikasi dan komitmen untuk program perluasan fungsi perpustakaan tidaklah mudah. Dan secara konsisten pihaknya menjalankan program itu sejak 2019 hingga sekarang. Dan sudah direplikasi pada lima Perpusdes di Kudus, yakni di Desa Loram Wetan, Jati Kulon, Tumpang Krasak, Janggalan, dan Gulang.

Karena dari transformasi perpustakaan berbasis insklusi sosial itu sendiri,  perpustakaan sekarang tidak hanya untuk tempat membaca. Tapi harus dapat memberikan layanan kepada masyarakat untuk mengakses kegiatan, pelatihan dan pembelajaran gratis.

Baca Juga :  Bea Cukai Kudus Berhasil Sita 312 Ribu Batang Rokok Ilegal
Antusiasme ibu-ibu ketika mengikuti kelas pelatihan komputer di Perpusda Kudus. (Arika Khoiriya/Radar Kudus)

Dinarpus Kudus sendiri sudah banyak melakukn pelatihan rutin, seperti pelatihan kelas komputer dasar, merajut, pengelolaan sampah, hingga tata boga. Dan semua pelatihan tersebut dilaksanakan secara gratis.

“Tujuannya untuk kesejahteraan dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya melalui gerakan literasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya juga akan terus memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta atau masyarakat, berusaha menambah fasilitasi kegiatan, serta memperkaya ide dan gagasan dalam mengembangkan kegiatan yang kreatif dan inovatif.

“Ke depan, rencananya kami juga akan adakan pelatihan food photography, untuk tambahan pembelajaran bagi peserta yang sudah memiliki usaha makanan. Inklusi digital ternyata masih diperlukan bagi mereka. Pelatihan itu nanti melibatkan narasumber seorang fotografer dan bisa diisi oleh 30 peserta. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/