alexametrics
24 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Diduga Ada Transaksi Prostitusi Online di Balai Jagong Kudus

KUDUS – Balai Jagong diduga menjadi tempat transaksi protistusi online. Kecurigaan itu muncul setelah  laporan dari MUI.

Bupati Kudus Hartopo menyebut pihaknya semula tak menyangka. Dia pun akhirnya mengecek ke sana. “Di sana banyak wanita berpakaian seksi. Setelah dicek ternyata KTP Kudus. Asli sini,” tegasnya.

Semula Hartopo menduga pekerja malam pindahan dari Pati menyusul ditutupnya salah satu tempat lokalisasi terbesar di Pati.


Atas dugaan tersebut, Hartapo akan segera menindaklanjuti agar tidak semakin marak. “Nanti Satpol PP akan kami tugaskan untuk menindaklanjuti,” terangnya.

Ketua DPRD Kudus Masan mengaku kejadian ini menjadi PR bagi pemerintahan Hartopo dan jajaran. Sebab, Kudus dikenal sebagai Kota religius.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pemerkosaan Nenek, Polisi: Hasil Visum Tak Ada Kekerasan

“Ini PR dan harus segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Terlebih upaya meminimalisasi hal-hal serupa juga telah digenjarkan. Beberapa waktu lalu, kepolisian, Satpol PP hingga dibantu ormas merazia tempat-tempat karaoke malam dan menutupnya.

Total di awal November lalu ada 11 tempat karaoke yang ditutup secara paksa petugas gabungan dari Polisi, Satpol PP, dan Kodim. Hal itu dilakukan setelah adanya ultimatum dari Ansor-Banser agar pemerintah kabupaten tegas dalam menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2015. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Balai Jagong diduga menjadi tempat transaksi protistusi online. Kecurigaan itu muncul setelah  laporan dari MUI.

Bupati Kudus Hartopo menyebut pihaknya semula tak menyangka. Dia pun akhirnya mengecek ke sana. “Di sana banyak wanita berpakaian seksi. Setelah dicek ternyata KTP Kudus. Asli sini,” tegasnya.

Semula Hartopo menduga pekerja malam pindahan dari Pati menyusul ditutupnya salah satu tempat lokalisasi terbesar di Pati.

Atas dugaan tersebut, Hartapo akan segera menindaklanjuti agar tidak semakin marak. “Nanti Satpol PP akan kami tugaskan untuk menindaklanjuti,” terangnya.

Ketua DPRD Kudus Masan mengaku kejadian ini menjadi PR bagi pemerintahan Hartopo dan jajaran. Sebab, Kudus dikenal sebagai Kota religius.

Baca Juga :  Warga Kudus Punya Masalah Anak? Adukan Lewat Aplikasi Ini

“Ini PR dan harus segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Terlebih upaya meminimalisasi hal-hal serupa juga telah digenjarkan. Beberapa waktu lalu, kepolisian, Satpol PP hingga dibantu ormas merazia tempat-tempat karaoke malam dan menutupnya.

Total di awal November lalu ada 11 tempat karaoke yang ditutup secara paksa petugas gabungan dari Polisi, Satpol PP, dan Kodim. Hal itu dilakukan setelah adanya ultimatum dari Ansor-Banser agar pemerintah kabupaten tegas dalam menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2015. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/