alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

76 Buruh Tani di Kudus Dimotivasi Kembangkan Ternak Kambing

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memberikan bekal dan motivasi kepada penerima bantuan ternak kambing kemarin. Bantuan ternak ini diharapkan untuk meningkatkan ekonomi para buruh tani. Sumbernya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sesuai dengan PMK Nomor 206 Tahun 2020.

Pemberian materi dan motivasi ternak ini dilaksanakan di Taman Krida kemarin. Kegiatan ini dihadiri oleh 76 orang calon menerima. Sementara dihadirkan praktisi dan narasumber pelaku ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Sunardi menyatakan ada perjanjian antara pihak dinas dengan peneriman bantuan nanti. Penerima bantuan ternak tersebut tak boleh menjual hasil ternaknya dalam kurun waktu dua tahun.


“Menerangkan budidaya kambing agar bisa merawat dengan baik,” katanya.

Kasi Sarana Prasarana, Dwi Listiani menyatakan, pendampingan ini adalah upaya mengembangkan ternak nantinya. Para buruh tani penerima ternak diberikan motivasi agar bisa terus survive dalam mengelolaa hewan ternak.

“Kami datangkan praktisi dari Undip dan pelaku usaha ternak dari Pati, mereka memberikan ilmu kepada peserta,” terangnya.

Terkait pengalokasian bantuan kambing tersebut akan segara dibelikan. Saat ini telah menyelesaikan tahapan lelalang dan tengah pengadaan hewan.

Baca Juga :  Jadi Korban Indra Kenz, Seorang Remaja di Kudus Tertipu Rp 2,5 Miliar

Anggaran bantuan ternak itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Totalnya Rp 2,3 miliar. Bantuan itu dialokasiakan untuk kambing, kalkun, lele, kandang, dan beserta kandangnnya.

“Mereka diajari plan bisnis dan strateginya, diajari untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Sementara itu penerima bantuan ternak, Rizal Saputra warga Desa Hadipolo mengapresiasi pemberian ternak kambing itu. Ia yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan pembuat pisau mengetahui program bantuan itu dari kepala desa.

“Sehari-hari sekarang jadi buruh tani, belum ada basik untuk ternak tapi keluarga ada yang ternak ayam. Belajarnya dari sana,” katanya.

Dirinya berharap, dengan bantuan itu akan dimaksimalkannya. Lewat ternak kambing diharapkan bisa meningkatkan kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Pemberian hibah ini mengacu pada regulasi PMK Nomor 206 Tahun 2020. Hal ini diatur di dalam pasal 5 ayat 4 kegitan peningkatan ketrampilan kerja. Sebagaimana dimaksud pemberian bantuan modal usaha kepada buruh tani yang akan beralih menjalankan usaha. (gal/adv)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memberikan bekal dan motivasi kepada penerima bantuan ternak kambing kemarin. Bantuan ternak ini diharapkan untuk meningkatkan ekonomi para buruh tani. Sumbernya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sesuai dengan PMK Nomor 206 Tahun 2020.

Pemberian materi dan motivasi ternak ini dilaksanakan di Taman Krida kemarin. Kegiatan ini dihadiri oleh 76 orang calon menerima. Sementara dihadirkan praktisi dan narasumber pelaku ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Sunardi menyatakan ada perjanjian antara pihak dinas dengan peneriman bantuan nanti. Penerima bantuan ternak tersebut tak boleh menjual hasil ternaknya dalam kurun waktu dua tahun.

“Menerangkan budidaya kambing agar bisa merawat dengan baik,” katanya.

Kasi Sarana Prasarana, Dwi Listiani menyatakan, pendampingan ini adalah upaya mengembangkan ternak nantinya. Para buruh tani penerima ternak diberikan motivasi agar bisa terus survive dalam mengelolaa hewan ternak.

“Kami datangkan praktisi dari Undip dan pelaku usaha ternak dari Pati, mereka memberikan ilmu kepada peserta,” terangnya.

Terkait pengalokasian bantuan kambing tersebut akan segara dibelikan. Saat ini telah menyelesaikan tahapan lelalang dan tengah pengadaan hewan.

Baca Juga :  Emak-Emak Di Kudus Diajari Mbatik Untuk Ciptakan Usaha Mandiri

Anggaran bantuan ternak itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Totalnya Rp 2,3 miliar. Bantuan itu dialokasiakan untuk kambing, kalkun, lele, kandang, dan beserta kandangnnya.

“Mereka diajari plan bisnis dan strateginya, diajari untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Sementara itu penerima bantuan ternak, Rizal Saputra warga Desa Hadipolo mengapresiasi pemberian ternak kambing itu. Ia yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan pembuat pisau mengetahui program bantuan itu dari kepala desa.

“Sehari-hari sekarang jadi buruh tani, belum ada basik untuk ternak tapi keluarga ada yang ternak ayam. Belajarnya dari sana,” katanya.

Dirinya berharap, dengan bantuan itu akan dimaksimalkannya. Lewat ternak kambing diharapkan bisa meningkatkan kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Pemberian hibah ini mengacu pada regulasi PMK Nomor 206 Tahun 2020. Hal ini diatur di dalam pasal 5 ayat 4 kegitan peningkatan ketrampilan kerja. Sebagaimana dimaksud pemberian bantuan modal usaha kepada buruh tani yang akan beralih menjalankan usaha. (gal/adv)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/