alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Tak Ada Ampun, Bupati Kudus: Tiga Kali Melanggar, PTM Ditutup!

KUDUS – Pembelajaran tatap muka (PTM) dianggap mulai banyak pelanggaran. Ini dari hasil pantauan saat Satgas Khusus Covid-19 inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah sekolah. Terutama tingkatan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan SD sederajat.

Bupati Kudus Hartopo mengakui, memang susah mengatur anak-anak kecil. Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA. Kesadaran dari diri sendiri mereka sudah muncul, karena paham dan mengerti. Dengan begitu, guru harus ekstra keras dengan memberikan contoh secara sederhana, agar anak-anak mengerti dan taat terhadap protokol kesehatan (prokes).

”Yang bikin saya geram, guru-guru yang berada di wilayah pinggir kota justru abai masker. Mereka pakai, tapi hanya sebagai hiasan leher. Lingkungan madrasah memang yang banyak ditemui pelanggaran (prokes) oleh Satgas Khusus Covid-19,” terangnya.


Ia menuturkan, di dalam satgas tersebut ada personel dari Kementerian Agama (Kemenag). Jadi, juga menyasar ke MI, MTs, dan MA. ”Dibanding SD, madrasah siswanya banyak yang lepas masker,” tuturnya.

Ditambahkan, sudah ada yang diberi peringatan dua kali. Satu kali lagi masih lalai atau melanggar prokes, dia tak segan-segan menutup langsung sekolah tersebut dan melarangnya menggelar PTM. Sebab, aturannya ada teguran tiga kali. Jika masih melanggar, PTM ditutup.

Baca Juga :  Ponpes Muhammadiyah Kudus Adakan Dauroh Tahfiz, Menghafal Alquran Sembari Rekreasi

”Saya kalau bersepada juga tiba-tiba mampir ke sekolah yang saya lewati. Masih saya tegur dan ingatkan agar maskernya dipakai, karena ada beberapa warga sekolah yang lepas masker. Baik siswa maupun guru-gurunya. Saya harap pihak sekolah memperhatikan hal itu. Kalau masih melanggar, saya akan tutup (PTM),” tegasnya.

Satgas Khusus Covid-19 saat hari libur juga tetap keliling. Selain di tempat wisata, juga mendatangi sekolah-sekolah yang masih masuk saat Minggu.

”Kami harus bersikap tegas, supaya tidak terjadi klaster di lingkungan sekolah. Supaya PTM terbatas ini, bisa tetap berjalan. Kudus masih berada di level III PPKM, sehingga perlu waspda dan jangan sampai sekolah dinyatakan tidak diperbolehkan tatap muka lagi,” imbuhnya. (lin)

CEK PROKES SEKOLAH: Satgas Khusus Covid-19 berkeliling untuk memastikan penerapan prokes di lingkungan sekolah. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)





Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Pembelajaran tatap muka (PTM) dianggap mulai banyak pelanggaran. Ini dari hasil pantauan saat Satgas Khusus Covid-19 inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah sekolah. Terutama tingkatan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan SD sederajat.

Bupati Kudus Hartopo mengakui, memang susah mengatur anak-anak kecil. Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA. Kesadaran dari diri sendiri mereka sudah muncul, karena paham dan mengerti. Dengan begitu, guru harus ekstra keras dengan memberikan contoh secara sederhana, agar anak-anak mengerti dan taat terhadap protokol kesehatan (prokes).

”Yang bikin saya geram, guru-guru yang berada di wilayah pinggir kota justru abai masker. Mereka pakai, tapi hanya sebagai hiasan leher. Lingkungan madrasah memang yang banyak ditemui pelanggaran (prokes) oleh Satgas Khusus Covid-19,” terangnya.

Ia menuturkan, di dalam satgas tersebut ada personel dari Kementerian Agama (Kemenag). Jadi, juga menyasar ke MI, MTs, dan MA. ”Dibanding SD, madrasah siswanya banyak yang lepas masker,” tuturnya.

Ditambahkan, sudah ada yang diberi peringatan dua kali. Satu kali lagi masih lalai atau melanggar prokes, dia tak segan-segan menutup langsung sekolah tersebut dan melarangnya menggelar PTM. Sebab, aturannya ada teguran tiga kali. Jika masih melanggar, PTM ditutup.

Baca Juga :  E-Warong Wajib Antar Sembako Jatah KPM Lansia

”Saya kalau bersepada juga tiba-tiba mampir ke sekolah yang saya lewati. Masih saya tegur dan ingatkan agar maskernya dipakai, karena ada beberapa warga sekolah yang lepas masker. Baik siswa maupun guru-gurunya. Saya harap pihak sekolah memperhatikan hal itu. Kalau masih melanggar, saya akan tutup (PTM),” tegasnya.

Satgas Khusus Covid-19 saat hari libur juga tetap keliling. Selain di tempat wisata, juga mendatangi sekolah-sekolah yang masih masuk saat Minggu.

”Kami harus bersikap tegas, supaya tidak terjadi klaster di lingkungan sekolah. Supaya PTM terbatas ini, bisa tetap berjalan. Kudus masih berada di level III PPKM, sehingga perlu waspda dan jangan sampai sekolah dinyatakan tidak diperbolehkan tatap muka lagi,” imbuhnya. (lin)

CEK PROKES SEKOLAH: Satgas Khusus Covid-19 berkeliling untuk memastikan penerapan prokes di lingkungan sekolah. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)





Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/