alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Alas Jati Sewu, Wisata Baru di Desa Wonosoco Yang Tawarkan Suasana Hutan Jati dan Nuansa Alam

KUDUS – Pemerintahan Desa Wonosoco, Undaan, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuat wisata baru yang cukup unik. Wisata itu bernama Alas Jati Sewu. Dengan memanfaatkan hutan jati serta nuansa alam. Wisata itu menawarkan daya tarik berupa outbond dan swafoto bagi tiap pengunjung yang datang.

Kepala Desa Wonosoco Setyo Budi mengatakan, pengelolaan wisata sengaja lewat BUMDes. Tujuannya bisa mengembangkan maksimal dan ada penyertaan modal. Tahun ini dianggarkan Rp 15 juta untuk pengembangan Alas Jati Sewu.

“Kami berharap wisata Desa Wonosoco mulai menggeliat lagi, setelah dua tahun pandemi. Karena itu kami ciptakan wahana wisata baru. Semoga pengunjung tertarik,” jelasnya.


Budi menambahkan, fasilitas pendukung wisata Alas Jati Sewu di antaranya ada spot-spot untuk outbond anak-anak, kemudian pengelola juga menyediakan tiga ATV dan sepeda elektrik.

“Sudah berjalan enam bulan ini, karena wisata Alas Jati Sewu ini dirilis sekitar Maret 2022 dan pengunjungnya lumayan banyak. Selain wisatawan lokal Kudus, ada juga dari Demak dan Grobogan,” jelasnya.

Promosi wisata juga dilakukan pihaknya melalui agenda-agenda tradisi desa. Salah satunya Resik-Resik Sendang dibarengi dengan kirab budaya. Kemudian ada pertunjukan wayang Klitik di dua tempat yakni Sendang Dewot dan Sendang Gading.

Baca Juga :  Upah Minimum 2022 di Kudus Diperkirakan Tetap

Budi mengatakan, wayang Klitik diperkirakan usianya 100an tahun. Sehingga diperlukan ada wayang duplikat kemudian yang sudah tua disimpan harapannya dibuat museum wayang Klitik.

Wisata desa dikelola Pokdarwis dan pendapatan yang diperoleh untuk perawatan. Seperti bersih-bersih di lingkungan Sendang Dewot, kemudian memperbaiki tempat-tempat yang rusak, karena tiap tahunnya Desa Wonosoco juga sering terkena banjir bandang. Sehingga butuh anggaran untuk perawaratan.

Desa Wonosoco juga ada Goa Keraton, Batu Cantik, dan Goa Suryodipo. Tapi aksesnya masih sulit untuk menuju ke lokasi tersebut. Budi menerangkan anggaran dana desa sebesar Rp 800 juta dan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 300 juta salah satunya bersumber dari agenda kegiatan budaya seperti buka luwur Mbah Pakis Aji, kemudian pertunjukkan wayang Klitik dan lainnya.

Budi menjelaskan juga dapat bantuan Gubernur Jawa Tengah (Bangub) sebesar Rp 100 juta. Digunakan pengembangan wisata di Desa Wonosoco. “Kami mengajukan untuk pembelian ATV dan sepeda elektrik,” ungkapnya.

Ketua BUMDes Wonosoco Aslori Zaeni mengatakan tambahan wahana tujuannya untuk menarik minat para pengunjung. Alas Jati Sewu luasnya 1,5 hektare. ”Ada paket untuk anak-anak PAUD. Pihaknya sudah sosialisasi ke lembega PAUD,” paparnya. (adv)

KUDUS – Pemerintahan Desa Wonosoco, Undaan, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membuat wisata baru yang cukup unik. Wisata itu bernama Alas Jati Sewu. Dengan memanfaatkan hutan jati serta nuansa alam. Wisata itu menawarkan daya tarik berupa outbond dan swafoto bagi tiap pengunjung yang datang.

Kepala Desa Wonosoco Setyo Budi mengatakan, pengelolaan wisata sengaja lewat BUMDes. Tujuannya bisa mengembangkan maksimal dan ada penyertaan modal. Tahun ini dianggarkan Rp 15 juta untuk pengembangan Alas Jati Sewu.

“Kami berharap wisata Desa Wonosoco mulai menggeliat lagi, setelah dua tahun pandemi. Karena itu kami ciptakan wahana wisata baru. Semoga pengunjung tertarik,” jelasnya.

Budi menambahkan, fasilitas pendukung wisata Alas Jati Sewu di antaranya ada spot-spot untuk outbond anak-anak, kemudian pengelola juga menyediakan tiga ATV dan sepeda elektrik.

“Sudah berjalan enam bulan ini, karena wisata Alas Jati Sewu ini dirilis sekitar Maret 2022 dan pengunjungnya lumayan banyak. Selain wisatawan lokal Kudus, ada juga dari Demak dan Grobogan,” jelasnya.

Promosi wisata juga dilakukan pihaknya melalui agenda-agenda tradisi desa. Salah satunya Resik-Resik Sendang dibarengi dengan kirab budaya. Kemudian ada pertunjukan wayang Klitik di dua tempat yakni Sendang Dewot dan Sendang Gading.

Baca Juga :  Imbas Demo Sopir Truk Protes Aturan ODOL di Kudus, Jalur Pantura Lumpuh

Budi mengatakan, wayang Klitik diperkirakan usianya 100an tahun. Sehingga diperlukan ada wayang duplikat kemudian yang sudah tua disimpan harapannya dibuat museum wayang Klitik.

Wisata desa dikelola Pokdarwis dan pendapatan yang diperoleh untuk perawatan. Seperti bersih-bersih di lingkungan Sendang Dewot, kemudian memperbaiki tempat-tempat yang rusak, karena tiap tahunnya Desa Wonosoco juga sering terkena banjir bandang. Sehingga butuh anggaran untuk perawaratan.

Desa Wonosoco juga ada Goa Keraton, Batu Cantik, dan Goa Suryodipo. Tapi aksesnya masih sulit untuk menuju ke lokasi tersebut. Budi menerangkan anggaran dana desa sebesar Rp 800 juta dan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 300 juta salah satunya bersumber dari agenda kegiatan budaya seperti buka luwur Mbah Pakis Aji, kemudian pertunjukkan wayang Klitik dan lainnya.

Budi menjelaskan juga dapat bantuan Gubernur Jawa Tengah (Bangub) sebesar Rp 100 juta. Digunakan pengembangan wisata di Desa Wonosoco. “Kami mengajukan untuk pembelian ATV dan sepeda elektrik,” ungkapnya.

Ketua BUMDes Wonosoco Aslori Zaeni mengatakan tambahan wahana tujuannya untuk menarik minat para pengunjung. Alas Jati Sewu luasnya 1,5 hektare. ”Ada paket untuk anak-anak PAUD. Pihaknya sudah sosialisasi ke lembega PAUD,” paparnya. (adv)


Most Read

Artikel Terbaru