alexametrics
29.6 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Dianggarkan Rp 1,2 Miliar, Perbaikan Panti di Kudus Dianggap Tak Cukup

KUDUS – Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Pendowo Kudus dan Panti Muria Jaya di bawah naungan Dinas Provinsi Jawa Tengah tahun ini mendapat kucuran dana Rp 1,2 miliar. Dana itu dianggap tak cukup untuk membenahi sarana prasana (sarpras) panti yang rusak.

Kepala Panti Pendowo Kudus Sundarwati mengatakan nominal anggaran yang didapat itu tidak diperuntukkan bagi Panti Pendowo saja, tetapi juga untuk Panti Muria Jaya di Ngembal Rejo, Bae, Kudus. Panti itu merupakan panti psikotik untuk para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kondisi pandemi yang masih belum membaik menyebabkan usulan-usulan yang mereka timpakan pada APBD Provinsi Jawa Tengah belum bisa tercapai tahun ini.


”Jadi, untuk peningkatan pelayanan panti belum bisa terakomodasi seluruhnya,” katanya.

Dia menjelaskan beberapa sarpras yang butuh pembenahan di antaranya selasar di samping kantor. Sarpras media pembelajaran (anatomi fisiologi) yang difungsikan untuk pengenalan organ tubuh manusia.

Baca Juga :  Belajar Kebhinekaan dan Toleransi dari Membatik

”Kondisi alat itu sudah rusak berat. Dari zaman adanya panti hingga saat ini belum pernah diganti,” jelasnya.

Sarpras rusak lainnya kasur dan kamar mandi. ”Tapi anggaran masih belum ada. Kami usulkan lagi pada APBD 2023,” ujarnya.

Meskipun anggaran masih minimalis. Hal itu menjadi tantangan juga untuk meningkatan kinerja.

Karena Rp 1,2 miliar itu juga digunakan untuk makan dan minum tiga kali sehari untuk 50 kelompok penerima manfaat​ (KPM). Kebutuhan operasional dan lain-lain.

Pihaknya mengaku juga harus lebih siap karena jika ODGJ ada yang kumat, mereka bisa saja menghantam dan memecahkan kaca dan merusak fasilitas yang ada. ”Hal-hal semacam itu sering terjadi, maka harus siap keluar biaya untuk membenahi itu semua,” imbuhnya. (ark/zen)

KUDUS – Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Pendowo Kudus dan Panti Muria Jaya di bawah naungan Dinas Provinsi Jawa Tengah tahun ini mendapat kucuran dana Rp 1,2 miliar. Dana itu dianggap tak cukup untuk membenahi sarana prasana (sarpras) panti yang rusak.

Kepala Panti Pendowo Kudus Sundarwati mengatakan nominal anggaran yang didapat itu tidak diperuntukkan bagi Panti Pendowo saja, tetapi juga untuk Panti Muria Jaya di Ngembal Rejo, Bae, Kudus. Panti itu merupakan panti psikotik untuk para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kondisi pandemi yang masih belum membaik menyebabkan usulan-usulan yang mereka timpakan pada APBD Provinsi Jawa Tengah belum bisa tercapai tahun ini.

”Jadi, untuk peningkatan pelayanan panti belum bisa terakomodasi seluruhnya,” katanya.

Dia menjelaskan beberapa sarpras yang butuh pembenahan di antaranya selasar di samping kantor. Sarpras media pembelajaran (anatomi fisiologi) yang difungsikan untuk pengenalan organ tubuh manusia.

Baca Juga :  Jalankan Tugas dengan Baik, Atikoh Ganjar Pranowo Apresiasi Mawar Hartopo

”Kondisi alat itu sudah rusak berat. Dari zaman adanya panti hingga saat ini belum pernah diganti,” jelasnya.

Sarpras rusak lainnya kasur dan kamar mandi. ”Tapi anggaran masih belum ada. Kami usulkan lagi pada APBD 2023,” ujarnya.

Meskipun anggaran masih minimalis. Hal itu menjadi tantangan juga untuk meningkatan kinerja.

Karena Rp 1,2 miliar itu juga digunakan untuk makan dan minum tiga kali sehari untuk 50 kelompok penerima manfaat​ (KPM). Kebutuhan operasional dan lain-lain.

Pihaknya mengaku juga harus lebih siap karena jika ODGJ ada yang kumat, mereka bisa saja menghantam dan memecahkan kaca dan merusak fasilitas yang ada. ”Hal-hal semacam itu sering terjadi, maka harus siap keluar biaya untuk membenahi itu semua,” imbuhnya. (ark/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/