alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Perusahaan di Kudus Ini Sebut Informasi Penyekapan Karyawan Adalah Hoaks

KUDUS – Salah satu perusahaan rokok terbesar di Kudus berikan penjelasan terkait adanya informasi yang berkembang bahwa terjadi penyekapan karyawan. Pihak perusahaan melalui Kepala bagian Brak SKT Burian Djarum Adityo Nugroho menerangkan informasi terkait adanya penyekapan adalah hoaxs. Sebab yang terjadi adalah pemeriksaan terhadap sebagian karyawan karena adanya dugaan pemalsuan dokumen bernama kitir yang menjadi alat transaksi bagi karyawan untuk mendapatkan upah.

Adityo menjelaskan sejauh ini sudah ada 12 karyawan yang diperiksa. Mereka dari pekerja borong. Bagian giling dan batil.

Terakhir pemeriksaan pada Selasa (16/3). Pemeriksaan itu dilakukan pihak eksternal. Berlangsung setelah jam kerja.


Menurutnya memang ada yang diperiksa sampai sekitar pukul 21.00-22.00. Yang diperiksa tersebut shift pagi. Selesai bekerja pukul 14.00. Dan baru kemudian dipanggil untuk diperiksa dimintai keterangan.

Baca Juga :  Gelar Baksos, PGSD UMK Bagikan 100 Paket Sembako kepada Warga

“Jadi tidak benar bila ada penyekapan. Itu hoaxs. Karyawan pulang tepat waktu. Tapi memang ada yang dimintai keterangan setelah jam pulang kerja,” terangnya.

Dugaan adanya pemalsuan kitir itu diperkirakan dilakukan Kamis (17/3). Diketahui setelah melalui sistem pengecekan.

“Pemalsuan kami ketahui setelah adanya selisih kalkulasi antara jumlah produksi dan uang,” tambahnya.

Setelah diketahui adanya dugaan pemalsuan itu, pihak perusahaan langsung menindaklanjuti. Di antaranya memanggil beberapa karyawan tersebut. Untuk dimintai keterangan. (tos)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Salah satu perusahaan rokok terbesar di Kudus berikan penjelasan terkait adanya informasi yang berkembang bahwa terjadi penyekapan karyawan. Pihak perusahaan melalui Kepala bagian Brak SKT Burian Djarum Adityo Nugroho menerangkan informasi terkait adanya penyekapan adalah hoaxs. Sebab yang terjadi adalah pemeriksaan terhadap sebagian karyawan karena adanya dugaan pemalsuan dokumen bernama kitir yang menjadi alat transaksi bagi karyawan untuk mendapatkan upah.

Adityo menjelaskan sejauh ini sudah ada 12 karyawan yang diperiksa. Mereka dari pekerja borong. Bagian giling dan batil.

Terakhir pemeriksaan pada Selasa (16/3). Pemeriksaan itu dilakukan pihak eksternal. Berlangsung setelah jam kerja.

Menurutnya memang ada yang diperiksa sampai sekitar pukul 21.00-22.00. Yang diperiksa tersebut shift pagi. Selesai bekerja pukul 14.00. Dan baru kemudian dipanggil untuk diperiksa dimintai keterangan.

Baca Juga :  Satu Rumah di Kudus Terbakar Gara-gara Korsleting Charger HP

“Jadi tidak benar bila ada penyekapan. Itu hoaxs. Karyawan pulang tepat waktu. Tapi memang ada yang dimintai keterangan setelah jam pulang kerja,” terangnya.

Dugaan adanya pemalsuan kitir itu diperkirakan dilakukan Kamis (17/3). Diketahui setelah melalui sistem pengecekan.

“Pemalsuan kami ketahui setelah adanya selisih kalkulasi antara jumlah produksi dan uang,” tambahnya.

Setelah diketahui adanya dugaan pemalsuan itu, pihak perusahaan langsung menindaklanjuti. Di antaranya memanggil beberapa karyawan tersebut. Untuk dimintai keterangan. (tos)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/