alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Tiga Tahun Perayaan Cap Go Meh di Kudus Tanpa Kemeriahan

KUDUS – Pukul 18.45 umat di Kelenteng Hok Hien Bio tadi malam terlihat sibuk di bagian dapur. Satu per satu piring disiapkan, ditata rapi, dan membentuk dua tumpuk. Hidangan lontong dan opor ayam menghiasi piring-piring tersebut. Di saat itu pula satu per satu umat di kelenteng tersebut berdatangan. Untuk merayakan Cap Go Meh secara sederhana. Tiga tahun tanpa ada kemeriahan.

Ketua Kelenteng Hok Hien Bio Kudus Tjan Ay Ling mengatakan, perayaan Imlek tidak lepas dari sajian kue keranjang dan lontong Cap Go Meh. ”Dulunya, tradisi makan lontong ini sebenarnya bukan budaya dari Tionghoa. Melainkan dari Jawa,” katanya.

Menurutnya, pada perayaan Cap Go Meh kali ini pun masih penuh dengan kesederhanaan. Hal itu tercermin dari sajian yang disuguhkan kepada tamu tadi malam. Seperti lontong, opor ayam, sambel goreng tahu, sambal goreng rebung, sambel goreng rempelo ati, lodeh terong, serondeng, pisang goreng, dan gorengan kue keranjang.

Baca Juga :  Kasus Tambah Lagi, 12 Sapi di Kudus Mati Terjangkit PMK

Dia mengatakan, yang menjadi khas pada lontong Cap Go Meh adalah penambahan topping bubuk kedelai. ”Itu yang menjadikan beda dari lontong-lontong lain,” ujarnya.

Lontong Cap Go Meh ini, dibuat bulat sempurna dan memanjang agar pada saat dipotong, lontong ini akan berbentuk menyerupai bulan purnama. Memiliki makna sebagai keberuntungan, rezeki melimpah, dan memberikan kesehatan.

”Semua orang yang hadir bisa menikmati hidangan tersebut. Hal itu juga sebagai wujud syukur kami pada perayaan terakhir Tahun Baru Imlek,” tambahnya. (ark/lin)

KUDUS – Pukul 18.45 umat di Kelenteng Hok Hien Bio tadi malam terlihat sibuk di bagian dapur. Satu per satu piring disiapkan, ditata rapi, dan membentuk dua tumpuk. Hidangan lontong dan opor ayam menghiasi piring-piring tersebut. Di saat itu pula satu per satu umat di kelenteng tersebut berdatangan. Untuk merayakan Cap Go Meh secara sederhana. Tiga tahun tanpa ada kemeriahan.

Ketua Kelenteng Hok Hien Bio Kudus Tjan Ay Ling mengatakan, perayaan Imlek tidak lepas dari sajian kue keranjang dan lontong Cap Go Meh. ”Dulunya, tradisi makan lontong ini sebenarnya bukan budaya dari Tionghoa. Melainkan dari Jawa,” katanya.

Menurutnya, pada perayaan Cap Go Meh kali ini pun masih penuh dengan kesederhanaan. Hal itu tercermin dari sajian yang disuguhkan kepada tamu tadi malam. Seperti lontong, opor ayam, sambel goreng tahu, sambal goreng rebung, sambel goreng rempelo ati, lodeh terong, serondeng, pisang goreng, dan gorengan kue keranjang.

Baca Juga :  Belum Normal, Wisata di Bendungan Logung Kudus Sepi Pengunjung

Dia mengatakan, yang menjadi khas pada lontong Cap Go Meh adalah penambahan topping bubuk kedelai. ”Itu yang menjadikan beda dari lontong-lontong lain,” ujarnya.

Lontong Cap Go Meh ini, dibuat bulat sempurna dan memanjang agar pada saat dipotong, lontong ini akan berbentuk menyerupai bulan purnama. Memiliki makna sebagai keberuntungan, rezeki melimpah, dan memberikan kesehatan.

”Semua orang yang hadir bisa menikmati hidangan tersebut. Hal itu juga sebagai wujud syukur kami pada perayaan terakhir Tahun Baru Imlek,” tambahnya. (ark/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/