alexametrics
23.6 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Kreatif, Produksi Fogging Rumahan dengan Biaya Terjangkau

KUDUS – Heru Rusiyanto, warga RT 4/RW 1, Desa Undaan Lor, Undaan, Kudus, berhasil membuat inovasi bermanfaat berupa alat fogging mini. Alat ini membantu masyarakat secara mandiri memberantas nyamuk penyebab demam berdarah saat musim hujan. Harganya hanya Rp 250 ribu.

Selain di area Jawa Tengah alat ini bahkan bisa ditemui di Papua, karena ada TNI dari Jogjakarta yang membawa puluhan alat ini saat tugas.

Heru menambahkan idenya muncul ketika melihat melihat rokok elektrik dengan asap yang cukup banyak. Lalu, dia mencoba eksperimen untuk membuat fogging dengan produksi rumahan.


“Awalnya meman coba-coba. Eh, ternyata permintaan pasar cukup ramai. Mungkin karena harganya murah, Servisnyapun gatis,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Lomba Fashion Show Radar Kudus

Dengan kapasitas tangki satu liter mampu menyemprot hingga belasan rumah warga tanpa suara berisik. Sebab, memakai pembakaran gas untuk membuat panas pada alat thermal.

Menurutnya, produksi fogging selain menghasilkan inovasi baru. “Ya karena ini barang bekas. Ini membantu mengurangi sampah secara tidak langsung. Apalagi yang suka merokok drngan elektrik ya,” imbuhnya.

Dia berharap hal yang sama lebih banyak dilakukan oleh banyak orang. Selain menghasilkan alat yang bermanfaat nantinya juga dapat mengurangi sampah rumah tangga. (donny/khim)

KUDUS – Heru Rusiyanto, warga RT 4/RW 1, Desa Undaan Lor, Undaan, Kudus, berhasil membuat inovasi bermanfaat berupa alat fogging mini. Alat ini membantu masyarakat secara mandiri memberantas nyamuk penyebab demam berdarah saat musim hujan. Harganya hanya Rp 250 ribu.

Selain di area Jawa Tengah alat ini bahkan bisa ditemui di Papua, karena ada TNI dari Jogjakarta yang membawa puluhan alat ini saat tugas.

Heru menambahkan idenya muncul ketika melihat melihat rokok elektrik dengan asap yang cukup banyak. Lalu, dia mencoba eksperimen untuk membuat fogging dengan produksi rumahan.

“Awalnya meman coba-coba. Eh, ternyata permintaan pasar cukup ramai. Mungkin karena harganya murah, Servisnyapun gatis,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Pria 68 Tahun Ditemukan Tewas Telanjang Usai Ngamar Bareng Wanita di Hotel

Dengan kapasitas tangki satu liter mampu menyemprot hingga belasan rumah warga tanpa suara berisik. Sebab, memakai pembakaran gas untuk membuat panas pada alat thermal.

Menurutnya, produksi fogging selain menghasilkan inovasi baru. “Ya karena ini barang bekas. Ini membantu mengurangi sampah secara tidak langsung. Apalagi yang suka merokok drngan elektrik ya,” imbuhnya.

Dia berharap hal yang sama lebih banyak dilakukan oleh banyak orang. Selain menghasilkan alat yang bermanfaat nantinya juga dapat mengurangi sampah rumah tangga. (donny/khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/