alexametrics
25.7 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Berantas Rokok Ilegal Melalui E-Commerce

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus (Pemkab) bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus berkomitmen memberantas rokok ilegal, termasuk yang beredar melalui jejaring e-commerce.

Bupati Kudus HM hartopo menyebut hal itu penting mengingat kasus peredaran rokok ilegal tersebut sudah ditemukan menggunakan jejaring dunia digital. Sehingga dalam penindakan harus menyentuh ranah tersebut.

“Peredaran rokok ilegal yang kini turut merambah melalui dunia maya harus digempur. Demi mencegah kebocoran penerimaan negara. Kami bersama Bea Cukai Kudus akan terus memburu pelaku peredaran rokok ilegal,” terangnya.


Menurutnya peredaran rokok ilegal dapat memberikan dampak negatif dalam dua hal. Pertama, itu akan berpengaruh secara signifikan terkait pengendalian peredaran tembakau. Sebab bila rokok ilegal beredar, peredaran tembakau yang berbahaya bagi kesehatan tak bisa dikendalikan.

Kedua menyangkut daya saing pabrik rokok. Beredarnya rokok illegal yang lebih murah membuat daya saing pabrik rokok yang legal merosot. Selain itu, negara pun dirugikan. Karena rokok ilegal tidak menyumbang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Artinya rokok ilegal merugikan banyak pihak. Selain perusahaan besar, masyarakat, rokok ilegal tak menyumbang DBHCHT yang gunanya untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini menyebut, terkait beredarnya perdagangan rokok illegal melalui dunia maya, pihaknya tak mentoleransi.

Baca Juga :  Dampak APBD-P Tak Dievaluasi Gubernur, Kunker DPRD Kudus Ikut Tertunda

Setidaknya pada Jumat (26/11) lalu, pihaknya berhasil mengamankan rokok illegal yang diperdagangkan melalui e-commerce dan dikirim melalui jasa pengiriman paket barang.

“Kami memperoleh informasi akan adanya pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok yang diduga ilegal dari Jepara yang akan dikirim melalui jasa pengiriman. Tim Bea Cukai Kudus segera menuju lokasi Jasa Pengiriman di Mayong Jepara, yang akan digunakan untuk mengirimkan rokok illegal,” katanya.

Sekitar pukul 19.30, tim Bea Cukai pun mendapati sebuah mobil dari Jasa Pengiriman tersebut terparkir di depan kantor Jasa Pengiriman. Tim segera melakukan pemeriksaan terhadap mobil dan beberapa paket yang dicurigai berisi rokok ilegal.

“Tim juga melakukan pemeriksaan pada Jasa Pengiriman. Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan satu karton dan 300 paket rokok ilegal berbagai merk, dengan rincian berisi 143.000 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai dan 24.800 batang rokok ilegal dilekati pita cukai palsu,” katanya.

Dari barang yang berhasil diamankan itu diperkiraan nilai barang rokok ilegal tersebut Rp 163.518.000. Dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 105.667.538. Seluruh barang hasil penindakan selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (tos/adv)

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus (Pemkab) bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus berkomitmen memberantas rokok ilegal, termasuk yang beredar melalui jejaring e-commerce.

Bupati Kudus HM hartopo menyebut hal itu penting mengingat kasus peredaran rokok ilegal tersebut sudah ditemukan menggunakan jejaring dunia digital. Sehingga dalam penindakan harus menyentuh ranah tersebut.

“Peredaran rokok ilegal yang kini turut merambah melalui dunia maya harus digempur. Demi mencegah kebocoran penerimaan negara. Kami bersama Bea Cukai Kudus akan terus memburu pelaku peredaran rokok ilegal,” terangnya.

Menurutnya peredaran rokok ilegal dapat memberikan dampak negatif dalam dua hal. Pertama, itu akan berpengaruh secara signifikan terkait pengendalian peredaran tembakau. Sebab bila rokok ilegal beredar, peredaran tembakau yang berbahaya bagi kesehatan tak bisa dikendalikan.

Kedua menyangkut daya saing pabrik rokok. Beredarnya rokok illegal yang lebih murah membuat daya saing pabrik rokok yang legal merosot. Selain itu, negara pun dirugikan. Karena rokok ilegal tidak menyumbang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Artinya rokok ilegal merugikan banyak pihak. Selain perusahaan besar, masyarakat, rokok ilegal tak menyumbang DBHCHT yang gunanya untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini menyebut, terkait beredarnya perdagangan rokok illegal melalui dunia maya, pihaknya tak mentoleransi.

Baca Juga :  Disdukcapil Kudus Buka Pelayanan Perdana kepada Warga di Car Free Day

Setidaknya pada Jumat (26/11) lalu, pihaknya berhasil mengamankan rokok illegal yang diperdagangkan melalui e-commerce dan dikirim melalui jasa pengiriman paket barang.

“Kami memperoleh informasi akan adanya pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok yang diduga ilegal dari Jepara yang akan dikirim melalui jasa pengiriman. Tim Bea Cukai Kudus segera menuju lokasi Jasa Pengiriman di Mayong Jepara, yang akan digunakan untuk mengirimkan rokok illegal,” katanya.

Sekitar pukul 19.30, tim Bea Cukai pun mendapati sebuah mobil dari Jasa Pengiriman tersebut terparkir di depan kantor Jasa Pengiriman. Tim segera melakukan pemeriksaan terhadap mobil dan beberapa paket yang dicurigai berisi rokok ilegal.

“Tim juga melakukan pemeriksaan pada Jasa Pengiriman. Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan satu karton dan 300 paket rokok ilegal berbagai merk, dengan rincian berisi 143.000 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai dan 24.800 batang rokok ilegal dilekati pita cukai palsu,” katanya.

Dari barang yang berhasil diamankan itu diperkiraan nilai barang rokok ilegal tersebut Rp 163.518.000. Dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 105.667.538. Seluruh barang hasil penindakan selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (tos/adv)


Most Read

Artikel Terbaru

/