alexametrics
28.4 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Pelatihan Jurnalistik Ditutup dengan Printing Tour ke Percetakan

SEMARANG – Pelatihan Jurnalistik Pemuda oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga di Radar Kudus Building ditutup dengan kunjungan ke percetakan Jawa Pos Grup, PT Temprina Media Grafika di Bawen, Semarang.

Sebelumnya sekitar 100 peserta pelatihan itu digembleng materi jurnalistik. Mulai dari straight news, features, laporan khusus, fotografi, dan layouter.  Kelima materi disampaikan narasumber yang profesional.

Selain materi jurnalistik,  para narasumber juga memberikan materi praktik kelima materi itu. Mereka juga diajari memproduksi berita hingga manajemen redaksi. Agar tahu proses produksi berita hingga produk koran diterima ke konsumen, para peserta diajak ke percetakan.


Sesampai di percetakan akhir pekan kemarin, para peserta dikumpulkan di depan gedung PT Temprina. Mereka mendapat bekal tata cara kunjungan.

”Mohon jas dan tas ditinggal di luar percetakan. Jangan sampai ada yang kemlewer. Karena mesin percetakan berputar. Dikhawatirkan nanti ada pakaian yang nyangkut,” ujar salah satu karyawan Temprina, Ganjar saat memberikan paparan di hadapan peserta.

Peserta kemudian dibagi empat kelompok. Kelompok C, M, Y, dan K. Masing-masing kelompok bergiliran masuk. Sebelum masuk ke ruangan, satu per satu peserta diukur suhu tubuh dan cuci dengan hand sanitizer.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda di Disdikpora Khudori mengatakan dalam pelatihan jurnalistik pemuda diharapkan bisa membedakan berita hoax dan tidak. Apabila ada hoax ditelan mentah akan sangat membahayakan baik pada pembaca maupun orang lain.

”Walaupun singkat, tentu ilmu ini bisa disampaikan teman-teman di sekolah,” katanya.

Kegiatan printing tour bertujuan untuk melihat proses percetakan koran.

Baca Juga :  Cerita Penderita Kanker di Kudus yang Terbantu Berkat PBI-JKN

”Peserta tidak hanya mengetahui tentang pemberitaan saja tapi mengetahui proses dibuatnya koran dari awal sampai akhir,” tegasnya.

Peserta tidak hamya melihat proses pracetak koran saja tapi juga buku, kitab, dan Alquran. Mereka terlihat antusias. Karena banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat mesin cetak yang ukurannya super besar.

Manajer Operasional PT Temprina Media Grafika Hakim Nurdin mengatakan perusahaannya merupakan bagian dari Jawa Pos Group. Pihaknya berkonsentrasi pada produksi percetakan.

Salah satunya mendukung pencetakan koran Jawa Pos Group di Jawa Tengah. Setiap harinya mencetak lebih dari tujuh koran. Di antaranya Radar Kudus, Radar Solo, dan Radar Semarang.

“Kewajiban kami mendukung penuh semua produk dari Jawa Pos baik koran maupun produk lain. Dan produk kami tidak hanya koran, tapi juga mencetak buku-buku dari pemerintah dan sekolah,” ungkapnya.

Setelah melewati proses cetak, peserta juga dijelaskan bahwa para pekerja di sana akan mengecek hasil cetakan. Memastikan tidak ada kesalahan dan kecacatan di dalamnya.

Inggrita Hamida Amelia, salah satu peserta asal SMA NU Al-Ma’ruf Kudus mengatakan pelatihan jurnalistik dari Disdikpora Kudus di Radar Kudus sangat berkesan. Bisa mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman.

”Karena ini merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki dan bisa mengobrol dengan wartawan di sini (Radar Kudus, Red). Saya bisa mengambil sisi positif dari pengalaman yang di ceritakan dari wartawan ketika meliput. Banyak sekali ilmunya untuk nanti saya kembangkan di sekolah saya dalam bidang jurnalistik,” katanya. (ark)

SEMARANG – Pelatihan Jurnalistik Pemuda oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga di Radar Kudus Building ditutup dengan kunjungan ke percetakan Jawa Pos Grup, PT Temprina Media Grafika di Bawen, Semarang.

Sebelumnya sekitar 100 peserta pelatihan itu digembleng materi jurnalistik. Mulai dari straight news, features, laporan khusus, fotografi, dan layouter.  Kelima materi disampaikan narasumber yang profesional.

Selain materi jurnalistik,  para narasumber juga memberikan materi praktik kelima materi itu. Mereka juga diajari memproduksi berita hingga manajemen redaksi. Agar tahu proses produksi berita hingga produk koran diterima ke konsumen, para peserta diajak ke percetakan.

Sesampai di percetakan akhir pekan kemarin, para peserta dikumpulkan di depan gedung PT Temprina. Mereka mendapat bekal tata cara kunjungan.

”Mohon jas dan tas ditinggal di luar percetakan. Jangan sampai ada yang kemlewer. Karena mesin percetakan berputar. Dikhawatirkan nanti ada pakaian yang nyangkut,” ujar salah satu karyawan Temprina, Ganjar saat memberikan paparan di hadapan peserta.

Peserta kemudian dibagi empat kelompok. Kelompok C, M, Y, dan K. Masing-masing kelompok bergiliran masuk. Sebelum masuk ke ruangan, satu per satu peserta diukur suhu tubuh dan cuci dengan hand sanitizer.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda di Disdikpora Khudori mengatakan dalam pelatihan jurnalistik pemuda diharapkan bisa membedakan berita hoax dan tidak. Apabila ada hoax ditelan mentah akan sangat membahayakan baik pada pembaca maupun orang lain.

”Walaupun singkat, tentu ilmu ini bisa disampaikan teman-teman di sekolah,” katanya.

Kegiatan printing tour bertujuan untuk melihat proses percetakan koran.

Baca Juga :  Warga di Kudus yang Rumahnya Ditutup Tembok Kini Tinggal Bersama Saudara

”Peserta tidak hanya mengetahui tentang pemberitaan saja tapi mengetahui proses dibuatnya koran dari awal sampai akhir,” tegasnya.

Peserta tidak hamya melihat proses pracetak koran saja tapi juga buku, kitab, dan Alquran. Mereka terlihat antusias. Karena banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat mesin cetak yang ukurannya super besar.

Manajer Operasional PT Temprina Media Grafika Hakim Nurdin mengatakan perusahaannya merupakan bagian dari Jawa Pos Group. Pihaknya berkonsentrasi pada produksi percetakan.

Salah satunya mendukung pencetakan koran Jawa Pos Group di Jawa Tengah. Setiap harinya mencetak lebih dari tujuh koran. Di antaranya Radar Kudus, Radar Solo, dan Radar Semarang.

“Kewajiban kami mendukung penuh semua produk dari Jawa Pos baik koran maupun produk lain. Dan produk kami tidak hanya koran, tapi juga mencetak buku-buku dari pemerintah dan sekolah,” ungkapnya.

Setelah melewati proses cetak, peserta juga dijelaskan bahwa para pekerja di sana akan mengecek hasil cetakan. Memastikan tidak ada kesalahan dan kecacatan di dalamnya.

Inggrita Hamida Amelia, salah satu peserta asal SMA NU Al-Ma’ruf Kudus mengatakan pelatihan jurnalistik dari Disdikpora Kudus di Radar Kudus sangat berkesan. Bisa mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman.

”Karena ini merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki dan bisa mengobrol dengan wartawan di sini (Radar Kudus, Red). Saya bisa mengambil sisi positif dari pengalaman yang di ceritakan dari wartawan ketika meliput. Banyak sekali ilmunya untuk nanti saya kembangkan di sekolah saya dalam bidang jurnalistik,” katanya. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/