alexametrics
25.3 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Verifikasi Rampung, 63 Ribu Buruh Di Kudus Bakal Terima BLT Cukai

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus telah selesai memverifikasi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh rokok yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Total ada sebanyak 63.132 buruh rokok yang menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop) Kudus Rini Kartika Hadi mengatakan ada 62 perusahaan yang mengajukan BLT bersumber dari DBHCT. Perusahaan itu mengajukan 64.086 buruh.

Sesuai data a jumlah pabrik rokok di Kudus ada 77 perusahaan legal. Sedangkan yang tak mengajukan ada 15 perusahaan.


“Dari 15 perusahaan itu tak dapat BLT. Sebab hingga batas waktu yang ditentukan (17 September, Red) tak mengirimkan data kepada kami,” ungkapnya.

Rini mengatakan, ada beberapa nama buruh yang tak menerima BLT. Totalnya ada 936 buruh rokok yang tak mendapatkan.

Baca Juga :  Tunggu Data BLT Warga Kudus, APBD Perubahan Belum Dibahas

“Mereka yang tak mendapat 589 pekerja berdomisili dari luar Kudus dan ada 347 pekerja bagian non-produksi. Karena KTP luar Kudus dan pekerja bagian non-produksi,” terangnya.

Sementara untuk mekanisme pencairan dilaksanakan selama dua bulan. Para buruh akan menerima bantuan tunai sebesar Rp 300 per bulan.

Sebelumnya, ada beberapa aturan yang mengatur untuk para buruh rokok yang menerima bantuan langsung tunai tersebut. Kriteria penerima BLT yang bersumber dari anggaran DBHCHT, harus berstatus buruh pabrik rokok legal. Status buruh terdiri dari pegawai harian, tenaga borong, dan buruh kerja penuh waktu.

Sesuai dengan ketentuan, penerima bantuan meliputi pelinting, pelabel, pengepak, quality control, buruh gudang bahan baku, dan buruh gudang barang jadi. Yang bukan termasuk penerima merupakan distributor, tenaga administrasi, security maupun marketing.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus telah selesai memverifikasi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh rokok yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Total ada sebanyak 63.132 buruh rokok yang menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop) Kudus Rini Kartika Hadi mengatakan ada 62 perusahaan yang mengajukan BLT bersumber dari DBHCT. Perusahaan itu mengajukan 64.086 buruh.

Sesuai data a jumlah pabrik rokok di Kudus ada 77 perusahaan legal. Sedangkan yang tak mengajukan ada 15 perusahaan.

“Dari 15 perusahaan itu tak dapat BLT. Sebab hingga batas waktu yang ditentukan (17 September, Red) tak mengirimkan data kepada kami,” ungkapnya.

Rini mengatakan, ada beberapa nama buruh yang tak menerima BLT. Totalnya ada 936 buruh rokok yang tak mendapatkan.

Baca Juga :  Empat Komisi di DPRD Kudus Sampaikan Hasil Evaluasi LKPJ 2021

“Mereka yang tak mendapat 589 pekerja berdomisili dari luar Kudus dan ada 347 pekerja bagian non-produksi. Karena KTP luar Kudus dan pekerja bagian non-produksi,” terangnya.

Sementara untuk mekanisme pencairan dilaksanakan selama dua bulan. Para buruh akan menerima bantuan tunai sebesar Rp 300 per bulan.

Sebelumnya, ada beberapa aturan yang mengatur untuk para buruh rokok yang menerima bantuan langsung tunai tersebut. Kriteria penerima BLT yang bersumber dari anggaran DBHCHT, harus berstatus buruh pabrik rokok legal. Status buruh terdiri dari pegawai harian, tenaga borong, dan buruh kerja penuh waktu.

Sesuai dengan ketentuan, penerima bantuan meliputi pelinting, pelabel, pengepak, quality control, buruh gudang bahan baku, dan buruh gudang barang jadi. Yang bukan termasuk penerima merupakan distributor, tenaga administrasi, security maupun marketing.






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/