alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Terulang Lagi, Warga Kudus Ini Kaget Rumahnya Lima Kali Porak-poranda Diamuk Angin Puting Beliung

KUDUS – Siang itu, Suharlin sendirian. Rumahnya sepi. Kebetulan suaminya masih bekerja. Saat dia asyik menyetrika, tepat pada (12/8) pukul 14.15, tiba-tiba atap rumahnya ambrol. Angin puting beliung mengamuk. Suharlin kaget. Setrika dia tinggalkan lantas menyelamatkan diri. Belum reda kekagetannya, hujan turun menerobos masuk ke dalam rumah. Ambyar sudah rumahnya. “Ini sudah kali kelima disapu angin puting beliung,” kata Suharlin.

Suharlin mengaku, kejadian serupa pernah terakhir terjadi pada 2021. Dia tak menyangka tahun ini juga merasakan hal yang sama.

Dia mengaku, total genting yang rusak mencapai 170 unit. Jika dikalkulasi harganya mencapai Rp 1,3 juta. “ Semoga ada bantuan dari pemerintah, karena jika angin kecil atap rumah saya sering terkena dampak,” harapnya.


Kemarin, Suharlin dan warga Undaan Kidul yang terdampak memperbaiki rumahnya. Bnatuan pun berdatangan. Baik dari pemerintah desa, BPBD, hingga PMI.

Selain Suharlin, Harsono, salah satu pedagang di Pasar Wage sedang membereskan kiosnya. Bangunan berukuran 7×3 meter itu terdampak angin puting beliung.

Baca Juga :  Wisatawan Bisa Nikmati Air Jernih dari Stalaktit dan Stalagmit

Dia mengaku, angin saat itu datang dari arah timur menuju barat. Angin puting beliung kemudian menerpa ratusan atap Pasar Wage dan rumah warga. Selanjutnya turun hujan lebat.

Atap kios Harsono yang terbang tersapu angin itu membuat barang dagangan di dalam tokonya terkena hujan. Barang tersebut berupa, gula pasir, tepung terigu, dan tepung beras. “Ditaksir kerugiannya hampir Rp 7 juta. Kemarin pas libur, jualan lagi lusa karena pas tanggal pasaran,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera mengucurkan bantuan perawatan di pasar agar aktivitas perekonomian berjalan kembali.

Sub Koordinator Kedaruratan dan Logistik Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munadji menyebut, di Desa Undaan Kidul rumah yang terdampak di empat lokasi. Di antaranya di RT 4 RW 1, RT 3 RW 2, RT 9 RW 1, dan RT 3 RW 1. Di Desa Glagahwaru hanya satu lokasi di RT 6 RW 1. (gal/mal)

KUDUS – Siang itu, Suharlin sendirian. Rumahnya sepi. Kebetulan suaminya masih bekerja. Saat dia asyik menyetrika, tepat pada (12/8) pukul 14.15, tiba-tiba atap rumahnya ambrol. Angin puting beliung mengamuk. Suharlin kaget. Setrika dia tinggalkan lantas menyelamatkan diri. Belum reda kekagetannya, hujan turun menerobos masuk ke dalam rumah. Ambyar sudah rumahnya. “Ini sudah kali kelima disapu angin puting beliung,” kata Suharlin.

Suharlin mengaku, kejadian serupa pernah terakhir terjadi pada 2021. Dia tak menyangka tahun ini juga merasakan hal yang sama.

Dia mengaku, total genting yang rusak mencapai 170 unit. Jika dikalkulasi harganya mencapai Rp 1,3 juta. “ Semoga ada bantuan dari pemerintah, karena jika angin kecil atap rumah saya sering terkena dampak,” harapnya.

Kemarin, Suharlin dan warga Undaan Kidul yang terdampak memperbaiki rumahnya. Bnatuan pun berdatangan. Baik dari pemerintah desa, BPBD, hingga PMI.

Selain Suharlin, Harsono, salah satu pedagang di Pasar Wage sedang membereskan kiosnya. Bangunan berukuran 7×3 meter itu terdampak angin puting beliung.

Baca Juga :  Gus Mus Pamerkan Empat Karya Cerita Perjalan Istigotsah

Dia mengaku, angin saat itu datang dari arah timur menuju barat. Angin puting beliung kemudian menerpa ratusan atap Pasar Wage dan rumah warga. Selanjutnya turun hujan lebat.

Atap kios Harsono yang terbang tersapu angin itu membuat barang dagangan di dalam tokonya terkena hujan. Barang tersebut berupa, gula pasir, tepung terigu, dan tepung beras. “Ditaksir kerugiannya hampir Rp 7 juta. Kemarin pas libur, jualan lagi lusa karena pas tanggal pasaran,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera mengucurkan bantuan perawatan di pasar agar aktivitas perekonomian berjalan kembali.

Sub Koordinator Kedaruratan dan Logistik Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munadji menyebut, di Desa Undaan Kidul rumah yang terdampak di empat lokasi. Di antaranya di RT 4 RW 1, RT 3 RW 2, RT 9 RW 1, dan RT 3 RW 1. Di Desa Glagahwaru hanya satu lokasi di RT 6 RW 1. (gal/mal)


Most Read

Artikel Terbaru