alexametrics
25.7 C
Kudus
Sunday, October 2, 2022

Libatkan APH, Tiga Lokasi Tanah di Kudus Dibangun Sentra Industri Hasil Tembakau

KUDUS – Hingga kini lokasi Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) belum ditentukan. Namun tiga lokasi telah dikerucutkan lokasi tanah yang akan dibangun SIHT.

Bupati Kudus Hartopo menyatakan tim verifikasi telah menentukan lokasi tanah SIHT. Awalnya ada 10 lokasi bakal calon menjadi SIHT. Letaknya berada di tiga kecamatan Kaliwungu, Jekulo, dan Undaan.

“Sudah ada pengerucutan dari 10 lokasi menjadi tiga bakal tanah,” ungkapnya.


Lebih lanjut, dalam penentuan lokasi SIHT itu tentunya akan melalui kajian dan pertimbangan.

Untuk penentuan lokasi itu, Hartopo akan terlebih dahulu membentuk tim. Di dalamnnya membentuk personil anggotanya melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sekaligus aparat penegak hukum.

“Dengan tim ini diharapkan kajiannya bisa jelas, dan tidak menimbulkan konflik,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan pembelian tanah yang tepat sasaran dan luas, SIHT nantinya bisa dikembangkan. Sekaligus tidak terkendala luasan laha.

Pada tahun ini, prosesnya pembelian tanah saja. Sementara pembangunan SIHT dilakukan pada tahun 2023 mendatang.

Baca Juga :  Jembatan Wonosoco Sudah Tak Layak dan Sering Kebanjiran, Pemkab Kudus Bangun yang Baru

Diketahui, ada beberapa kajian yang dilakukan Disnaker Perinkop dan UKM sebelum menentukan lokasi SIHT. Langkahnya berupa, proses verifikasi bakal calon SIHT. Lahan disesuaikan dengan kondisi atau zona Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ini. Kawasan tersebut juga dikaji apakah cocok jika dibangun sebuah industri.

“SIHT itu lebih kecil dari KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau, Red) bangunannya 300 meter persegi. Kalau KIHT sudah diatur luas bangunannya 400 meter persegi,” kata Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Rini Kartika Hadi.

Pemkab Kudus menganggarkan Rp 18 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk SIHT. Anggaran tersebut diperuntukkan sebagai pembelian tanah saja.

Rini memperkirakan jika luas bangunan 300 meter persegi, maka jumlah gedungnya bisa terbangun sebanyak 30 unit. (gal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Hingga kini lokasi Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) belum ditentukan. Namun tiga lokasi telah dikerucutkan lokasi tanah yang akan dibangun SIHT.

Bupati Kudus Hartopo menyatakan tim verifikasi telah menentukan lokasi tanah SIHT. Awalnya ada 10 lokasi bakal calon menjadi SIHT. Letaknya berada di tiga kecamatan Kaliwungu, Jekulo, dan Undaan.

“Sudah ada pengerucutan dari 10 lokasi menjadi tiga bakal tanah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam penentuan lokasi SIHT itu tentunya akan melalui kajian dan pertimbangan.

Untuk penentuan lokasi itu, Hartopo akan terlebih dahulu membentuk tim. Di dalamnnya membentuk personil anggotanya melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sekaligus aparat penegak hukum.

“Dengan tim ini diharapkan kajiannya bisa jelas, dan tidak menimbulkan konflik,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan pembelian tanah yang tepat sasaran dan luas, SIHT nantinya bisa dikembangkan. Sekaligus tidak terkendala luasan laha.

Pada tahun ini, prosesnya pembelian tanah saja. Sementara pembangunan SIHT dilakukan pada tahun 2023 mendatang.

Baca Juga :  Tiga Sekolah di Kudus Disemprit Bupati, Jika Masih Bandel bakal Ditutup

Diketahui, ada beberapa kajian yang dilakukan Disnaker Perinkop dan UKM sebelum menentukan lokasi SIHT. Langkahnya berupa, proses verifikasi bakal calon SIHT. Lahan disesuaikan dengan kondisi atau zona Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) saat ini. Kawasan tersebut juga dikaji apakah cocok jika dibangun sebuah industri.

“SIHT itu lebih kecil dari KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau, Red) bangunannya 300 meter persegi. Kalau KIHT sudah diatur luas bangunannya 400 meter persegi,” kata Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Rini Kartika Hadi.

Pemkab Kudus menganggarkan Rp 18 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk SIHT. Anggaran tersebut diperuntukkan sebagai pembelian tanah saja.

Rini memperkirakan jika luas bangunan 300 meter persegi, maka jumlah gedungnya bisa terbangun sebanyak 30 unit. (gal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru