alexametrics
25.5 C
Kudus
Monday, August 15, 2022

Pemkab Kudus Berikan Santunan Kematian Rp 2 Miliar ke Ahli Waris Kurang Mampu

KUDUS – Santunan kematian bagi warga yang kurang mampu diserahkan langsung Bupati Kudus Hartopo di Pendapa Kudus kemarin (14/6). Anggarannya sebesar Rp 2 miliar dan sudah terserap sebesar Rp 658 juta hingga Mei 2022.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir mengatakan masing-masing penerima mendapat santunan sebesar Rp 1 juta, sehingga jumlah penerima sampai bulan Mei sebanyak 658 orang ahli waris.

Rinciannya, pencairan Januari 2022 sebesar Rp 144 juta, kemudian Febuari sebesar Rp 100 juta. Sementara untuk Maret sebesar Rp 164 juta dan April serta Mei sebesar Rp 125 juta.


Mundir menjelaskan, sebelum dicairkan, penerima santunan mengumpulkan berkas dan melalui proses verifikasi.

“Ketika sudah lolos verifikasi maka akan segera dicairkan. Program santunan kematian warga kurang mampu merupakan program kampanye dari Bupati Kudus Hartopo dan masih berlanjut tapi ada perubahan teknisnya,” terangnya.

Untuk perubahan teknisnya, pada waktu pencairan. Saat kampanye pencairan bisa langsung dilakukan ahli waris sehari setelah anggota keluarganya meninggal. Sementara saat ini, harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu dan pencairannya dilaksanakan secara serentak di sembilan kecamatan.

Baca Juga :  Layani Pasien di Wilayah Utara, Pemkab Kudus Butuh Rumah Sakit Tipe D

“Barulah setelah rampung diverifikasi, uang tunai senilai Rp 1 juta bisa dicairkan pada ahli waris,” ungkapnya.

Bupati Kudus Hartopo mengungkapkan, nominal tersebut memang jauh dari sempurna. Belum cukup untuk membiayai keseluruhan kebutuhan dari pemulasaran sampai dengan pemakaman. Oleh karena itu, tahun depan mengupayakan agar nominal santunan kematian dapat ditingkatkan.

“Saya mohon maaf kalau bantuannya belum seberapa. Kami sudah memaksimalkan. Insyaallah tahun depan kami upayakan untuk terus ditambah,” paparnya.

Santunan yang direncanakan sehari cair juga masih terus diupayakan.

Hartopo mengungkapkan sebelum diserahkan, dinas terkait melakukan verifikasi apakah warga meninggal masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga memerlukan waktu sampai santunan benar-benar diserahkan.

Sementara itu, total 125 penerima pada Mei merupakan verifikasi permohonan bantuan sejak 9 sampai dengan 31 Mei 2022. Rincian penerima santunan dari sembilan kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Kaliwungu 11 orang, Kota 19 orang, Jati 17 orang, Undaan 5 orang. Kemudian Kecamatan Mejobo 21 orang, Jekulo 22 orang, Bae 14 orang, Gebog 12 orang, dan Dawe 4 orang. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Santunan kematian bagi warga yang kurang mampu diserahkan langsung Bupati Kudus Hartopo di Pendapa Kudus kemarin (14/6). Anggarannya sebesar Rp 2 miliar dan sudah terserap sebesar Rp 658 juta hingga Mei 2022.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Mundir mengatakan masing-masing penerima mendapat santunan sebesar Rp 1 juta, sehingga jumlah penerima sampai bulan Mei sebanyak 658 orang ahli waris.

Rinciannya, pencairan Januari 2022 sebesar Rp 144 juta, kemudian Febuari sebesar Rp 100 juta. Sementara untuk Maret sebesar Rp 164 juta dan April serta Mei sebesar Rp 125 juta.

Mundir menjelaskan, sebelum dicairkan, penerima santunan mengumpulkan berkas dan melalui proses verifikasi.

“Ketika sudah lolos verifikasi maka akan segera dicairkan. Program santunan kematian warga kurang mampu merupakan program kampanye dari Bupati Kudus Hartopo dan masih berlanjut tapi ada perubahan teknisnya,” terangnya.

Untuk perubahan teknisnya, pada waktu pencairan. Saat kampanye pencairan bisa langsung dilakukan ahli waris sehari setelah anggota keluarganya meninggal. Sementara saat ini, harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu dan pencairannya dilaksanakan secara serentak di sembilan kecamatan.

Baca Juga :  Boneka Lilit, Suvenir Buatan Desa Jurang yang Tembus Pasar Jepang

“Barulah setelah rampung diverifikasi, uang tunai senilai Rp 1 juta bisa dicairkan pada ahli waris,” ungkapnya.

Bupati Kudus Hartopo mengungkapkan, nominal tersebut memang jauh dari sempurna. Belum cukup untuk membiayai keseluruhan kebutuhan dari pemulasaran sampai dengan pemakaman. Oleh karena itu, tahun depan mengupayakan agar nominal santunan kematian dapat ditingkatkan.

“Saya mohon maaf kalau bantuannya belum seberapa. Kami sudah memaksimalkan. Insyaallah tahun depan kami upayakan untuk terus ditambah,” paparnya.

Santunan yang direncanakan sehari cair juga masih terus diupayakan.

Hartopo mengungkapkan sebelum diserahkan, dinas terkait melakukan verifikasi apakah warga meninggal masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga memerlukan waktu sampai santunan benar-benar diserahkan.

Sementara itu, total 125 penerima pada Mei merupakan verifikasi permohonan bantuan sejak 9 sampai dengan 31 Mei 2022. Rincian penerima santunan dari sembilan kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Kaliwungu 11 orang, Kota 19 orang, Jati 17 orang, Undaan 5 orang. Kemudian Kecamatan Mejobo 21 orang, Jekulo 22 orang, Bae 14 orang, Gebog 12 orang, dan Dawe 4 orang. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/