alexametrics
22.6 C
Kudus
Monday, August 8, 2022

Diikuti 27 Sekolah, Operator SMP di Kudus Ikuti Uji Coba PPDB Online

KUDUS – Operator SMP Negeri mengikuti pelatihan sekaligus uji coba sistem pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di SMP 2 Kudus kemarin (14/6). Kegiatan ini diikuti 27 sekolah terdiri dari 24 SMP negeri dan tiga SMP swasta. Mereka mencoba dari login awal dengan akun operator sampai praktik pendaftaran masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum menjelaskan, sekolah waktu PPDB berlangsung menyedian satu administrasi dan operator yang jumlahnya menyesuaikan. Standarnya tiga.

“Ini tergantung dari sekolah, kalau banyak peminatnya, operatornya ya lebih banyak,” katanya.


Untuk pembukaannya dimulai pada Senin (20/6) hingga Sabtu (25/6). Bisa login melalui website PPDB http://kudus.siap-ppdb.com. “Kami berpesan, kenali sekolah dan pahami jalur yang akan diikuti kemudian persiapkan dokumentasi seperti scan/foto surat keterangan lulus, kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran,” jelasnya.

PPDB SMP ada empat jalur, yakni jalur zonasi sebesar 50 persen, jalur prestasi sebesar 30 persen, jalur afirmasi 15 persen dan jalur perpindahan orang tua lima persen.

Afri menambahkan, untuk sekolah swasta yang mengikuti PPDB online yakni SMP Muhammadiyah 1 Kudus, SMP PGRI Jati, dan SMPIT Assa’idiyah Kudus.

Baca Juga :  Bocah 16 Bulan di Kudus Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Ikan Hias

Dia mengatakan, meski, alurnya sama seperti tahun lalu, tapi untuk operator masing-masing sekolah ada yang berganti, sehingga butuh penyesuaian lagi.

“Ya memang harus diuji coba lebih dulu. Kalau ada yang kurang paham bisa langsung ditanyakan kepada narasumber PPDB online dan kesiapan website kalau ada yang bermasalah langsung bisa dibenahi,” ungkapnya.

Kepala SMPIT Assa’idiyah Kudus Susanto mengatakan, alasan ikut PPDB online karena ada masukan dari beberapa SD sekitar dan orang tua yang jarak rumahnya ”Nanggung” ke SMP negeri, meminta SMPIT Assa’idiyah bisa ikut online, sehingga bisa dijadikan pilihan kedua pada saat mendaftar nanti.

”Banyak yang menginginkan online yang tidak bisa ke negeri langsung ke SMPIT Assa’idiyah pilihan keduanya. Kami menerima 160 siswa untuk lima rombongan belajar (Rombel) dan saat ini sudah terpenuhi tiga kelas PPDB offline, kemudian dua kelas lagi jaring siswa lewat PPDB online tersebut,” jelasnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Operator SMP Negeri mengikuti pelatihan sekaligus uji coba sistem pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di SMP 2 Kudus kemarin (14/6). Kegiatan ini diikuti 27 sekolah terdiri dari 24 SMP negeri dan tiga SMP swasta. Mereka mencoba dari login awal dengan akun operator sampai praktik pendaftaran masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kasi Kurikulum Afri Shofianingrum menjelaskan, sekolah waktu PPDB berlangsung menyedian satu administrasi dan operator yang jumlahnya menyesuaikan. Standarnya tiga.

“Ini tergantung dari sekolah, kalau banyak peminatnya, operatornya ya lebih banyak,” katanya.

Untuk pembukaannya dimulai pada Senin (20/6) hingga Sabtu (25/6). Bisa login melalui website PPDB http://kudus.siap-ppdb.com. “Kami berpesan, kenali sekolah dan pahami jalur yang akan diikuti kemudian persiapkan dokumentasi seperti scan/foto surat keterangan lulus, kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran,” jelasnya.

PPDB SMP ada empat jalur, yakni jalur zonasi sebesar 50 persen, jalur prestasi sebesar 30 persen, jalur afirmasi 15 persen dan jalur perpindahan orang tua lima persen.

Afri menambahkan, untuk sekolah swasta yang mengikuti PPDB online yakni SMP Muhammadiyah 1 Kudus, SMP PGRI Jati, dan SMPIT Assa’idiyah Kudus.

Baca Juga :  SMP NU Al Ma'ruf Kudus Beri Beasiswa Siswa Berprestasi

Dia mengatakan, meski, alurnya sama seperti tahun lalu, tapi untuk operator masing-masing sekolah ada yang berganti, sehingga butuh penyesuaian lagi.

“Ya memang harus diuji coba lebih dulu. Kalau ada yang kurang paham bisa langsung ditanyakan kepada narasumber PPDB online dan kesiapan website kalau ada yang bermasalah langsung bisa dibenahi,” ungkapnya.

Kepala SMPIT Assa’idiyah Kudus Susanto mengatakan, alasan ikut PPDB online karena ada masukan dari beberapa SD sekitar dan orang tua yang jarak rumahnya ”Nanggung” ke SMP negeri, meminta SMPIT Assa’idiyah bisa ikut online, sehingga bisa dijadikan pilihan kedua pada saat mendaftar nanti.

”Banyak yang menginginkan online yang tidak bisa ke negeri langsung ke SMPIT Assa’idiyah pilihan keduanya. Kami menerima 160 siswa untuk lima rombongan belajar (Rombel) dan saat ini sudah terpenuhi tiga kelas PPDB offline, kemudian dua kelas lagi jaring siswa lewat PPDB online tersebut,” jelasnya. (san/mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/