alexametrics
24.9 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Bupati Pastikan Pasar Dandangan Kudus Tak Dilaksanakan, Ini Alasannya

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan tradisi pagelaran pasar dandangan mengarah tidak diselenggarakan tahun ini. Hal ini mengingat status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan telah mengkaji dan merapatakan penyelenggaraan tradisi pasar dandangan. Dari kajian tersebut 90 persen mengarah ditiadakannya tradisi pasar dandangan.

Kajian ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Di antaranya, Kudus masuk dalam PPKM level 3. Sekigus berpotensi meninbulkan kerumunan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.


”Saya sendiri tidak berani memutuskan, monggo dikaji dulu. Kalau memang ini tidak jadi permasalahan, tidak masalah (diadakan, Red). Jika dari kajian itu menjadi masalah ini akan berdampak permasalahan nasional,” katanya.

Hartopo berharap para pedagang memaklumi kondisi yang terjadi sekarang ini. Masa pandemi Covid-19 pemberlakuan pembatasan masih diterapkan. Lantaran untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan dan Pendampingan ke Pengusaha UMKM Tenun Troso

Sebelumnya, pedagang juga diberikan alternatif pemerintah daerah. Lapak boleh dibuka, namun pedagang harus bisa menjamin mobilitas masyarakat. Jika hal itu terjadi maka pedangang siap dibubarkan oleh petugas. Namun hal itu dirasa sulit terjadi.

”Kajian kami awalnya pengunjung hanya boleh dari dalam kota saja, namun tidak mungkin. Itu akan mengundang potensi warga dari luar kota juga,” ungkapnya.

Diketahui, sudah dua tahun terakhir tradisi pasar dandangan ditiadakan oleh pemerintah Kabupaten Kudus. Hal ini mengingat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.

Biasanya lokasi pasar dandangan ini ditempatkan di sepanjang jalan Sunan Kudus. Di tengah jalan lapak pedagang digelar. Mereka menjual berbagai macam dagangan. Mulai dari makanan, pakaian, hewan hias, aksesoris, dan masih banyak lagi. (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan tradisi pagelaran pasar dandangan mengarah tidak diselenggarakan tahun ini. Hal ini mengingat status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan telah mengkaji dan merapatakan penyelenggaraan tradisi pasar dandangan. Dari kajian tersebut 90 persen mengarah ditiadakannya tradisi pasar dandangan.

Kajian ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Di antaranya, Kudus masuk dalam PPKM level 3. Sekigus berpotensi meninbulkan kerumunan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

”Saya sendiri tidak berani memutuskan, monggo dikaji dulu. Kalau memang ini tidak jadi permasalahan, tidak masalah (diadakan, Red). Jika dari kajian itu menjadi masalah ini akan berdampak permasalahan nasional,” katanya.

Hartopo berharap para pedagang memaklumi kondisi yang terjadi sekarang ini. Masa pandemi Covid-19 pemberlakuan pembatasan masih diterapkan. Lantaran untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  IAIN Kudus Raih Peringkat Kedua Kinerja Pelaksanaan Anggaran

Sebelumnya, pedagang juga diberikan alternatif pemerintah daerah. Lapak boleh dibuka, namun pedagang harus bisa menjamin mobilitas masyarakat. Jika hal itu terjadi maka pedangang siap dibubarkan oleh petugas. Namun hal itu dirasa sulit terjadi.

”Kajian kami awalnya pengunjung hanya boleh dari dalam kota saja, namun tidak mungkin. Itu akan mengundang potensi warga dari luar kota juga,” ungkapnya.

Diketahui, sudah dua tahun terakhir tradisi pasar dandangan ditiadakan oleh pemerintah Kabupaten Kudus. Hal ini mengingat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.

Biasanya lokasi pasar dandangan ini ditempatkan di sepanjang jalan Sunan Kudus. Di tengah jalan lapak pedagang digelar. Mereka menjual berbagai macam dagangan. Mulai dari makanan, pakaian, hewan hias, aksesoris, dan masih banyak lagi. (gal/zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/