alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Meski Sudah Dipailitkan, KSP GMG Kudus Juga Tak Bisa Berikan Laporan RAT

KUDUS – Setelah dinyatakan pailit oleh putusan pengadilan Negeri Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang secara perdata, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) juga didalami Polda Jateng. Salah satu pihak yang turut dimintai keterangan yakni Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkopukm) Kudus.

Dari dinas itu diketahui KSP GMG tak memberi laporan RAT 2021.  Sehingga terkait data aset, jumlah anggota, dan data lainnya tidak update.

”Informasi yang bisa kami berikan juga terbatas. Sebab KSP GMG ini terakhir kali memberikan laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 2020. Artinya itu data dan profil koperasi pada 2019,” terang Kepala Disnakerperinkopukm Kudus Rini Kartika.


”Kami juga mencurigai bahwa laporan yang disampaikan ke kami tak transparan. Sehingga berapa utang dan piutang koperasi itu tak sepenuhnya kami tahu,” imbuhnya.

Ia menyebut atas kasus itu pihaknya telah beberapa kali dimintai keterangan Polda Jateng. Terakhir pada awal Januari lalu. ”Sempat dua kali dipanggil ke Polda Jateng. Pernah juga pihak penyidik Polda Jateng ke sini (Kantor Disnakerperinkopukm) selama dua kali. Dan juga komunikasi telepon sekitar dua kali,” jelasnya.

Saat dimintai keterangan itu pihak Polda menggali beberapa informasi dan dokumen terkait penyelidikan. Termasuk profil KSP GMG hingga identitas pemilik informasi aset.

Diberitakan sebelumnya KSP Giri Muria Group (GMG) dinyatakan pailit sejak (7/1) lalu. Pernyataan pailit itu berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang No. 01/Pdt.Sus-Pailit/2022/Pn.Smg Jo No. 28/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Baca Juga :  Antisipasi Wabah PMK Hewan Ternak dari Jatim, Dinas Peternakan Kudus Lakukan Hal Ini

Setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, maka Tim Kurator yang telah ditunjuk berdasarkan Putusan Pengadilan menginventarisasi Aset/kekayaan Koperasi GMG. Setelah inventarisasi itu, nantinya semua aset akan dijual. Hasil dari penjualan yang dilakukan oleh Tim Kurator tersebut akan dijadikan sumber pembayaran/pengembalian dana anggota/kreditor Koperasi GMG.

Tim Kurator telah mengumumkan Kepailitan Koperasi GMG dan telah menetapkan agenda-agenda rapat dalam proses kepailitan. Pertama yakni rapat kreditor pada Kamis (27/1). Dalam Proses ini akan diinformasikan Tim Kurator terkait akibat-akibat sejak ditetapkannya status kepailitan ini. Dan juga informasi mengenai tata cara pendaftaran tagihan dan tahapan yang akan dilakukan dalam proses kepailitan.

Kedua yakni mengenai batas akhir pengajuan pendaftaran tagihan. Yakni pada Senin (21/2). Dalam Proses ini tagihan/simpanan anggota/kreditor harus didaftarkan kepada Tim Kurator dengan membawa beberapa dokumen yang dipersyaratkan.

Ketiga yakni proses akhir pencocokan piutang. Yakni pada Senin (10/3) dalam proses ini, tagihan/simpapan anggota/kreditor akan dicocokan dengan data dari Koperasi GMG. Untuk kemudian nantinya akan ditetapkan daftar kreditor yang diakui dalam proses kepailitan. (zen)

 






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Setelah dinyatakan pailit oleh putusan pengadilan Negeri Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang secara perdata, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group (GMG) juga didalami Polda Jateng. Salah satu pihak yang turut dimintai keterangan yakni Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkopukm) Kudus.

Dari dinas itu diketahui KSP GMG tak memberi laporan RAT 2021.  Sehingga terkait data aset, jumlah anggota, dan data lainnya tidak update.

”Informasi yang bisa kami berikan juga terbatas. Sebab KSP GMG ini terakhir kali memberikan laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 2020. Artinya itu data dan profil koperasi pada 2019,” terang Kepala Disnakerperinkopukm Kudus Rini Kartika.

”Kami juga mencurigai bahwa laporan yang disampaikan ke kami tak transparan. Sehingga berapa utang dan piutang koperasi itu tak sepenuhnya kami tahu,” imbuhnya.

Ia menyebut atas kasus itu pihaknya telah beberapa kali dimintai keterangan Polda Jateng. Terakhir pada awal Januari lalu. ”Sempat dua kali dipanggil ke Polda Jateng. Pernah juga pihak penyidik Polda Jateng ke sini (Kantor Disnakerperinkopukm) selama dua kali. Dan juga komunikasi telepon sekitar dua kali,” jelasnya.

Saat dimintai keterangan itu pihak Polda menggali beberapa informasi dan dokumen terkait penyelidikan. Termasuk profil KSP GMG hingga identitas pemilik informasi aset.

Diberitakan sebelumnya KSP Giri Muria Group (GMG) dinyatakan pailit sejak (7/1) lalu. Pernyataan pailit itu berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang No. 01/Pdt.Sus-Pailit/2022/Pn.Smg Jo No. 28/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Smg.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Penghubung Desa di Kudus Ambrol Dianggar Rp 1,4 Miliar

Setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, maka Tim Kurator yang telah ditunjuk berdasarkan Putusan Pengadilan menginventarisasi Aset/kekayaan Koperasi GMG. Setelah inventarisasi itu, nantinya semua aset akan dijual. Hasil dari penjualan yang dilakukan oleh Tim Kurator tersebut akan dijadikan sumber pembayaran/pengembalian dana anggota/kreditor Koperasi GMG.

Tim Kurator telah mengumumkan Kepailitan Koperasi GMG dan telah menetapkan agenda-agenda rapat dalam proses kepailitan. Pertama yakni rapat kreditor pada Kamis (27/1). Dalam Proses ini akan diinformasikan Tim Kurator terkait akibat-akibat sejak ditetapkannya status kepailitan ini. Dan juga informasi mengenai tata cara pendaftaran tagihan dan tahapan yang akan dilakukan dalam proses kepailitan.

Kedua yakni mengenai batas akhir pengajuan pendaftaran tagihan. Yakni pada Senin (21/2). Dalam Proses ini tagihan/simpanan anggota/kreditor harus didaftarkan kepada Tim Kurator dengan membawa beberapa dokumen yang dipersyaratkan.

Ketiga yakni proses akhir pencocokan piutang. Yakni pada Senin (10/3) dalam proses ini, tagihan/simpapan anggota/kreditor akan dicocokan dengan data dari Koperasi GMG. Untuk kemudian nantinya akan ditetapkan daftar kreditor yang diakui dalam proses kepailitan. (zen)

 






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/