alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Duh, Sebelas Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus bakal Kedaluwarsa

KUDUS – Pemkab Kudus diminta terus menggenjot vaksinasi Pemerintah Jawa Tengah. Pasalnya ada 11 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca akan kedaluwarsa akhir Desember.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan jenis vaksin AstraZeneca ada yang kadaluwarsa pada akhir bulan ini. Untuk itu pihaknya akan melaksanakan pengebutan penyuntikan vaksinasi. Salah satunya adalah memaksimalkan sistem door to door  ke masyarakat.

Di sisi lain, Pemkab Kudus tidak menutup kemungkinan akan melimpahkan kembali vaksin tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini bila melihat tidak bisa menyerap jumlah tersebut.


“Nanti DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Red) bisa memilah beberapa vaksin yang akan disuntikan, yang mampu berapa jika tidak bisa dialihkan ke daerah lain,” katanya.

Hartopo menyebut saat ini vaksinasi untuk lansia sudah mencapai 57 persen. Pada akhir Desember nanti diharapkan vaksinasi lansia bisa melampaui target sebesar 60 persen lebih.

“Setelah vaksin lansia mencapai target, kami mengupayakan sasaran untuk anak-anak. Nanti prosesnya bisa didata lewat sekolah,” terangnya.

Sementara terkait aturan liburan Natal dan tahun baru 2022 mendatang, pemerintah daerah akan melaksanakan beberapa antisipasi pemudik yang masuk ke Kudus. Hartopo berkoordinasi dengan camat setempat agar adanya pengetatan wilayah hingga ke desa.

Baca Juga :  KIHT Diminati, Produksi Rokok Bisa Berkembang Pesat

Pemerintah desa hingga RT setempat juga diminta untuk aktif memonitoring keluar masuknya warga dari luar daerah ke wilayahnya. Tak hanya itu, proses skrining warga yang masuk akan digencarkan.

Jika dibutuhkan, warga dari luar yang belum divaksin akan disuntik pula. Sekaligus warga juga akan dikarantina jika terinfeksi virus korona.

“Karena banyak yang kucing-kucingan, jadi tetangga harus memantau. Juga Pak RT harus monitoring,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi menyatakan vaksin AstraZeneca akan disuntikkan sebagian bagi dosis kedua. Sedangkan sisanya diupayakan bisa terserap untuk dosis pertama.

“Sekarang masih berlangsung dosis kedua. Sisanya bisa untuk dosis pertama,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta tak memilih vaksin untuk disuntikkan. Vaksin yang ada sekarang telah melalui uji klinis. Vaksin yang ada tak membahayakan. Fungsi vaksin untuk meningkatkan kekebalan dan imunitas masyarakat terhadap virus Covid-19.

“Semua vaksin sudah melalui uji klinis, jadi ini untuk meningkatkan imunitas masyarakat,” jelasnya.

Sementara untuk  rincian vaksin AstraZeneca yang hendak kadaluwarsa adalah asal Prancis sebanyak 330 dosis. Sementara AstraZeneca asal New Zealand sebanyak 11.280 dosis. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Pemkab Kudus diminta terus menggenjot vaksinasi Pemerintah Jawa Tengah. Pasalnya ada 11 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca akan kedaluwarsa akhir Desember.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan jenis vaksin AstraZeneca ada yang kadaluwarsa pada akhir bulan ini. Untuk itu pihaknya akan melaksanakan pengebutan penyuntikan vaksinasi. Salah satunya adalah memaksimalkan sistem door to door  ke masyarakat.

Di sisi lain, Pemkab Kudus tidak menutup kemungkinan akan melimpahkan kembali vaksin tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini bila melihat tidak bisa menyerap jumlah tersebut.

“Nanti DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Red) bisa memilah beberapa vaksin yang akan disuntikan, yang mampu berapa jika tidak bisa dialihkan ke daerah lain,” katanya.

Hartopo menyebut saat ini vaksinasi untuk lansia sudah mencapai 57 persen. Pada akhir Desember nanti diharapkan vaksinasi lansia bisa melampaui target sebesar 60 persen lebih.

“Setelah vaksin lansia mencapai target, kami mengupayakan sasaran untuk anak-anak. Nanti prosesnya bisa didata lewat sekolah,” terangnya.

Sementara terkait aturan liburan Natal dan tahun baru 2022 mendatang, pemerintah daerah akan melaksanakan beberapa antisipasi pemudik yang masuk ke Kudus. Hartopo berkoordinasi dengan camat setempat agar adanya pengetatan wilayah hingga ke desa.

Baca Juga :  DBD di Kudus Terus Meningkat, DKK Catat Ada 125 Kasus, Tiga Meninggal

Pemerintah desa hingga RT setempat juga diminta untuk aktif memonitoring keluar masuknya warga dari luar daerah ke wilayahnya. Tak hanya itu, proses skrining warga yang masuk akan digencarkan.

Jika dibutuhkan, warga dari luar yang belum divaksin akan disuntik pula. Sekaligus warga juga akan dikarantina jika terinfeksi virus korona.

“Karena banyak yang kucing-kucingan, jadi tetangga harus memantau. Juga Pak RT harus monitoring,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi menyatakan vaksin AstraZeneca akan disuntikkan sebagian bagi dosis kedua. Sedangkan sisanya diupayakan bisa terserap untuk dosis pertama.

“Sekarang masih berlangsung dosis kedua. Sisanya bisa untuk dosis pertama,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta tak memilih vaksin untuk disuntikkan. Vaksin yang ada sekarang telah melalui uji klinis. Vaksin yang ada tak membahayakan. Fungsi vaksin untuk meningkatkan kekebalan dan imunitas masyarakat terhadap virus Covid-19.

“Semua vaksin sudah melalui uji klinis, jadi ini untuk meningkatkan imunitas masyarakat,” jelasnya.

Sementara untuk  rincian vaksin AstraZeneca yang hendak kadaluwarsa adalah asal Prancis sebanyak 330 dosis. Sementara AstraZeneca asal New Zealand sebanyak 11.280 dosis. (mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/