alexametrics
32.2 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Kota Kretek Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi 442 Ton

KUDUS – Kabupaten Kudus mendapatkan tambahan alokasi pupuk NPK bersubsidi sebanyak 442 ton. Tambahan ini karena alokasi yang diterima tahun 2021 belum sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Abdullah Muttaqin menyebut sebelumnya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memang sudah mengajukan tambahan alokasi. Sebab, pupuk NPK bersubsidi yang diterima Kabupaten Kudus baru 35,28 persen dari usulan selama 2021 sesuai RDKK sebanyak 15.527,56 ton.

“Untuk itulah, diajukan tambahan alokasi ke Provinsi Jateng agar usulannya dipenuhi sesuai RDKK. Sehingga saat dibutuhkan para petani tidak ada kelangkaan di lapangan,” jelasnya.


Kecamatan Undaan memang terdata memiliki paling banyak petani serta kebutuhan pupuknya. Meski begitu, terkait prioritas dalam waktu dekat akan dirapatkan bersama dengan sejumlah pihak terkait. Sehingga dengan alokasi terbatas itu, tetap dapat dibagi secara merata. Sebab di kecamatan-kecamatan lain juga membutuhkan.

Baca Juga :  Datangi Kantor PLN, Warga Kudus Tolak Penertiban Pengalihan Daya Listrik

Abdullah mengungkapkan, tambahan alokasi tersebut memang belum sesuai kebutuhan. Karena, informasi dari petani di Kecamatan Undaan kebutuhan pupuk NPK selama bulan November hingga Desember 2021 bisa mencapai 1.000-an ton.

“Sebetulnya petani yang membutuhkan NPK bisa membeli pupuk nonsubsidi karena saat ini semua kios pupuk lengkap (KPL) menyediakan pupuk nonsubsidi,” katanya.

Untuk alokasi pupuk bersubsidi lainnya, yakni SP-36 sebanyak 173,00 ton, ZA sebanyak 3.311 ton, organik 6.397 ton dan urea sebanyak 12.075 ton.






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Kabupaten Kudus mendapatkan tambahan alokasi pupuk NPK bersubsidi sebanyak 442 ton. Tambahan ini karena alokasi yang diterima tahun 2021 belum sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Abdullah Muttaqin menyebut sebelumnya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memang sudah mengajukan tambahan alokasi. Sebab, pupuk NPK bersubsidi yang diterima Kabupaten Kudus baru 35,28 persen dari usulan selama 2021 sesuai RDKK sebanyak 15.527,56 ton.

“Untuk itulah, diajukan tambahan alokasi ke Provinsi Jateng agar usulannya dipenuhi sesuai RDKK. Sehingga saat dibutuhkan para petani tidak ada kelangkaan di lapangan,” jelasnya.

Kecamatan Undaan memang terdata memiliki paling banyak petani serta kebutuhan pupuknya. Meski begitu, terkait prioritas dalam waktu dekat akan dirapatkan bersama dengan sejumlah pihak terkait. Sehingga dengan alokasi terbatas itu, tetap dapat dibagi secara merata. Sebab di kecamatan-kecamatan lain juga membutuhkan.

Baca Juga :  Ini Desa di Kudus, Pati, dan Rembang yang akan Dilewati Tol Demak-Tuban

Abdullah mengungkapkan, tambahan alokasi tersebut memang belum sesuai kebutuhan. Karena, informasi dari petani di Kecamatan Undaan kebutuhan pupuk NPK selama bulan November hingga Desember 2021 bisa mencapai 1.000-an ton.

“Sebetulnya petani yang membutuhkan NPK bisa membeli pupuk nonsubsidi karena saat ini semua kios pupuk lengkap (KPL) menyediakan pupuk nonsubsidi,” katanya.

Untuk alokasi pupuk bersubsidi lainnya, yakni SP-36 sebanyak 173,00 ton, ZA sebanyak 3.311 ton, organik 6.397 ton dan urea sebanyak 12.075 ton.






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/