alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Rekomendasi Wisata Petik Melon di Kudus yang Patut Dicoba, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan


KUDUS – Bosan di rumah saja atau ke lokasi itu-itu saja? Mungkin agro wisata petih buah melon bisa menjadi alternatif menikmati libur akhir pekan. Salah satunya yang menyediakan wisata petik melon yakni Muria Farm Hidroponik yang berada di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus. Selain bisa memetik melon, pengunjung juga bisa mencicipi, membeli, dan mendapat edukasi menanam melon.

Muria Farm Hidroponik berkonsep Green House dengan sistem hidroponik. Di sana, pengunjung bisa memetik buah sendiri. Tak usah khawatir tidak bisa memilih buah berkualitas, sebab di sana didampingi perawat melon.

Green House buah melon memiliki luasan 500 meter dan ditanami sekitar 1.500 pohon melon dengan jenis yang beragam. Untuk harga per kilogramnya dipatok Rp 40 ribu. Meski lumayan mahal, tapi kualitas buahnya tidak diragukan lagi. Daging melonnya tebal dan manis.

Wisata tersebut cocok juga sebagai edukasi anak-anak. Mulai dari mengenalkan buah melon, kemudian cara menanam hingga mencicipi rasa segar buah melon yang langsung dipetik dari pohonnya.


Salah satu pengunjung Hartoyo yang datang bersama anaknya warga Desa Besito, mengatakan, melonnya berbeda dengan yang di pasar atau toko buah. Daging buahnya tebal dan manis sehingga membuat rasa segar.

“Kalau pas panen saya memang suka datang ke sini (Muria Farm Hidroponik red). Anak-anak suka karena bisa memerik sendiri. Kualitasnya terjamin bagus karena tanamannya benar-benar dirawat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bertarung Bersama Cidera Tulang: Medali Perak Tarung Derajat di PON Papua

Kemudian, pengunjung lainnya Nisa Hafizhotus Syarifa asal dari Jepara, penasaran dengan petik melon hidroponik. Ia dapat informasi dari Instagram, kemudian mencari lokasinya dari google maps akhirnya ketemu.

“Buah melonnya wow banget. Tempatnya juga bisa untuk foto-foto, ya bisa dibilang unik. Wisata petik buah sambil foto-foto. Anak muda kalau melihat lokasi bagus langsung buat status, upload di sosmed dan lainnya,” kata Nisa sambil memilih-milih melon yang akan dipetiknya.

Menurutnya, harga Rp 40 ribu masih standar karena kualitas melonnya juga bagus dan bibitnya ini import. Kalau dibandingkan harga di pasar tradisional memang terlihat mahal, tapi dari segi kualitas jauh sekali, lebih bagus melon hidroponik ini.

Owner Muria Farms Hidorponik Deni Saputra, mengatakan wisata petik melon hanya dibuka di waktu-waktu khusus, utamanya saat musim panen. Seperti Agustus 2022 ini masuk musim panen.

“Sebenarnya sudah mulai awal pekan ini sampai Minggu (14/8), tapi akan buka lagi di tanggal 25 Agustus mendatang,” kata Denny.

Beberapa jenis melon impor yang ada di Green House, yakni dari Jepang, Korea Selatan, tapi dari Indonesia sendiri juga ada. Setahun bisa panen empat kali. selain untu agro wisata, juga di jual ke supermarket yang ada di Jakarta dan Semarang. (san/mal)

 






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Bosan di rumah saja atau ke lokasi itu-itu saja? Mungkin agro wisata petih buah melon bisa menjadi alternatif menikmati libur akhir pekan. Salah satunya yang menyediakan wisata petik melon yakni Muria Farm Hidroponik yang berada di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus. Selain bisa memetik melon, pengunjung juga bisa mencicipi, membeli, dan mendapat edukasi menanam melon.

Muria Farm Hidroponik berkonsep Green House dengan sistem hidroponik. Di sana, pengunjung bisa memetik buah sendiri. Tak usah khawatir tidak bisa memilih buah berkualitas, sebab di sana didampingi perawat melon.

Green House buah melon memiliki luasan 500 meter dan ditanami sekitar 1.500 pohon melon dengan jenis yang beragam. Untuk harga per kilogramnya dipatok Rp 40 ribu. Meski lumayan mahal, tapi kualitas buahnya tidak diragukan lagi. Daging melonnya tebal dan manis.

Wisata tersebut cocok juga sebagai edukasi anak-anak. Mulai dari mengenalkan buah melon, kemudian cara menanam hingga mencicipi rasa segar buah melon yang langsung dipetik dari pohonnya.

Salah satu pengunjung Hartoyo yang datang bersama anaknya warga Desa Besito, mengatakan, melonnya berbeda dengan yang di pasar atau toko buah. Daging buahnya tebal dan manis sehingga membuat rasa segar.

“Kalau pas panen saya memang suka datang ke sini (Muria Farm Hidroponik red). Anak-anak suka karena bisa memerik sendiri. Kualitasnya terjamin bagus karena tanamannya benar-benar dirawat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Longsor, Jalan Kudus-Pati Tertutup Tiga Jam

Kemudian, pengunjung lainnya Nisa Hafizhotus Syarifa asal dari Jepara, penasaran dengan petik melon hidroponik. Ia dapat informasi dari Instagram, kemudian mencari lokasinya dari google maps akhirnya ketemu.

“Buah melonnya wow banget. Tempatnya juga bisa untuk foto-foto, ya bisa dibilang unik. Wisata petik buah sambil foto-foto. Anak muda kalau melihat lokasi bagus langsung buat status, upload di sosmed dan lainnya,” kata Nisa sambil memilih-milih melon yang akan dipetiknya.

Menurutnya, harga Rp 40 ribu masih standar karena kualitas melonnya juga bagus dan bibitnya ini import. Kalau dibandingkan harga di pasar tradisional memang terlihat mahal, tapi dari segi kualitas jauh sekali, lebih bagus melon hidroponik ini.

Owner Muria Farms Hidorponik Deni Saputra, mengatakan wisata petik melon hanya dibuka di waktu-waktu khusus, utamanya saat musim panen. Seperti Agustus 2022 ini masuk musim panen.

“Sebenarnya sudah mulai awal pekan ini sampai Minggu (14/8), tapi akan buka lagi di tanggal 25 Agustus mendatang,” kata Denny.

Beberapa jenis melon impor yang ada di Green House, yakni dari Jepang, Korea Selatan, tapi dari Indonesia sendiri juga ada. Setahun bisa panen empat kali. selain untu agro wisata, juga di jual ke supermarket yang ada di Jakarta dan Semarang. (san/mal)

 






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru