alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Pertunjukan Teater “Kenthongan” Berikan Edukasi Bahayanya Rokok Ilegal

KUDUS – Keluarga Teater Kudus (Keset) mementaskan teater bertajuk “Kenthongan” di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada (11/8) malam. Pertunjukan teater itu tak hanya semata-mata perihal kesenian. Cerita yang disuguhkan mengedukasi tentang bahayanya rokok ilegal.

Cipo NH, selaku penulis naskah sekaligus pemain sebagai Pak Ketua RT dalam pertunjukan itu mengatakan kenthongan sendiri memang mempunyai arti filosofi sebagai tanda peringatan. “Kenthongan itu kan tanda, kalau dibunyikan mempunyai arti, entah tanda ada orang hilang, kematian, maupun kebakaran,” ujarnya.

Sama halnya dengan adanya orang yang terjerumus pada bisnis rokok ilegal, itu juga menjadi peringatan. Karena selain dapat merugikan pendapatan, sanksi untuk pelaku bisnis rokok ilegal dapat terjerat pidana.


Maka dari itu, pihaknya menyampaikan isi peringatan itu dengan nuansa kampung/desa lawas yakni mengangkat alat kenthongan tersebut. Perkataan maupun lakon yang disampaikan mudah diterima masyarakat. Karena memeragakan kegiatan/guyonan yang awam terjadi dilingkungan masyarakat kampung.

Lalu ada pria desa yang mendadak kaya karena bawa rokok ilegal,  aneh tak ada merek dan gambar akibat terlalu banyak merokok. Diperankan Syarif (bisnis usaha rokok).

Pantauan wartawan koran ini saat menyaksikan pentas tersebut ada sosok yang bernama Sarip yang memerankan sebagai tokoh yang menjalani bisnis rokok ilegal setelah merantau ke kota. Saat ia kembali ke kampung, dirinya berubah menjadi pribadi yang bergelimang harta karena hasil keuntungan dari rokok ilegal, ia juga nyaris mengajak warga lainnya (pemilik warung) untuk ikut bisnis ilegal tersebut.

Baca Juga :  BRI Cabang Kudus Salurkan 1.500 Bungkus Sembako

Saat ia menujukkan rokok dengan bungkus polos tanpa merek itu sempat diprotes pemeran hansip desa tersebut. Hansip protes kenapa rokok tidak ada gambarnya dan hologramnya. Namun Sarip tetap ngeyel mempertahankan jika rokoknya yang penting itu bisa dinikmati rasanya. Namun kelancaran bisnis ilegal itu tak berlangsung lama, Sarip kemudian tertangkap dan terjerat hukuman penjara, akibat ulahnya menjalankan bisnis rokok ilegal.

Dalam pertunjukkan teater itu juga dihadiri oleh Bupati Kudus, Ketua DPRD Kudus, dan Plt Kepala Dinas Kominfo Kudus. Bupati Kudus Hartopo menjelaskan jika Kudus sendiri merupakan kabupaten penghasil cukai yang cukup tinggi di wilayah Jawa Tengah. Apalagi dana cukai saat ini belum dapat dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur. Maka dengan pementasan teater itu diharapkan isinya mudah diterima masyarakat, memberikan pengetahuan berapa bahayanya rokok ilegal. (ark)

KUDUS – Keluarga Teater Kudus (Keset) mementaskan teater bertajuk “Kenthongan” di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada (11/8) malam. Pertunjukan teater itu tak hanya semata-mata perihal kesenian. Cerita yang disuguhkan mengedukasi tentang bahayanya rokok ilegal.

Cipo NH, selaku penulis naskah sekaligus pemain sebagai Pak Ketua RT dalam pertunjukan itu mengatakan kenthongan sendiri memang mempunyai arti filosofi sebagai tanda peringatan. “Kenthongan itu kan tanda, kalau dibunyikan mempunyai arti, entah tanda ada orang hilang, kematian, maupun kebakaran,” ujarnya.

Sama halnya dengan adanya orang yang terjerumus pada bisnis rokok ilegal, itu juga menjadi peringatan. Karena selain dapat merugikan pendapatan, sanksi untuk pelaku bisnis rokok ilegal dapat terjerat pidana.

Maka dari itu, pihaknya menyampaikan isi peringatan itu dengan nuansa kampung/desa lawas yakni mengangkat alat kenthongan tersebut. Perkataan maupun lakon yang disampaikan mudah diterima masyarakat. Karena memeragakan kegiatan/guyonan yang awam terjadi dilingkungan masyarakat kampung.

Lalu ada pria desa yang mendadak kaya karena bawa rokok ilegal,  aneh tak ada merek dan gambar akibat terlalu banyak merokok. Diperankan Syarif (bisnis usaha rokok).

Pantauan wartawan koran ini saat menyaksikan pentas tersebut ada sosok yang bernama Sarip yang memerankan sebagai tokoh yang menjalani bisnis rokok ilegal setelah merantau ke kota. Saat ia kembali ke kampung, dirinya berubah menjadi pribadi yang bergelimang harta karena hasil keuntungan dari rokok ilegal, ia juga nyaris mengajak warga lainnya (pemilik warung) untuk ikut bisnis ilegal tersebut.

Baca Juga :  BRI Cabang Kudus Salurkan 1.500 Bungkus Sembako

Saat ia menujukkan rokok dengan bungkus polos tanpa merek itu sempat diprotes pemeran hansip desa tersebut. Hansip protes kenapa rokok tidak ada gambarnya dan hologramnya. Namun Sarip tetap ngeyel mempertahankan jika rokoknya yang penting itu bisa dinikmati rasanya. Namun kelancaran bisnis ilegal itu tak berlangsung lama, Sarip kemudian tertangkap dan terjerat hukuman penjara, akibat ulahnya menjalankan bisnis rokok ilegal.

Dalam pertunjukkan teater itu juga dihadiri oleh Bupati Kudus, Ketua DPRD Kudus, dan Plt Kepala Dinas Kominfo Kudus. Bupati Kudus Hartopo menjelaskan jika Kudus sendiri merupakan kabupaten penghasil cukai yang cukup tinggi di wilayah Jawa Tengah. Apalagi dana cukai saat ini belum dapat dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur. Maka dengan pementasan teater itu diharapkan isinya mudah diterima masyarakat, memberikan pengetahuan berapa bahayanya rokok ilegal. (ark)


Most Read

Artikel Terbaru