alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Jalur di Kawasan Rahtawu Diperlebar untuk Dongkrak Pariwisata Kudus

KUDUS – Wisata Desa Rahtawu terus diperbaiki. Baik spot sampai akses. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai mempelebar jalan menuju desa wisata itu.

Sebelumnya, kawasan Desa Rahtawu menjadi perhatian lantaran sering terjadi longsor. Bahkan, pernah terjadi wisatawan yang berkunjung tertimpa ranting pohon dan longsoran tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Akses jalan menuju Desa Rahtawu juga terlalu sempit. Lebaranya hanya sekitar empat meter. Untuk simpanga mobil sangat susah. Peleberan akses jalan kini tengah digarap. Guna penunjang fasilitas wisata.


Bupati Kudus HM. Hartopo menyatakan, pembangunan di Desa Rahtawu dilakukan bertahap. Langkah pertama, bupati menggelontorkan dana senilai Rp 5 miliar guna pelebaran jalan.

Ada sembilan titik jalan yang akan diperlebar. Salah satunya di dekat Balai Desa Rahtawu. ”Pengeprasan bukit dilanjutkan pada 2023 mendatang. Tahun ini sudah ada dana senilai Rp 5 miliar untuk pelebaran jalan,” katanya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Kliwon Kudus Mengaku Keberatan Biaya Sewa Kios

Dia menambahkan, akses jalan menuju destinasi wisata tergolong sempit. Untuk itu, pelebaran jalan diharapkan memudahkan para pengguna jalan terutama saat simpangan mobil. ”Jika diperlebar aksesnya kan cenderung lancar. Wisatawan yang ke Rahtawu pun lebih nyaman. Harapannya, kunjungan wisatawan meningkat,” harapnya.

Kepala Dinas PUPR Kudus Arief Budi Siswanto menambahkan, untuk kenyamanan pengguna jalan, PUPR juga membuat talud dan mengepras tebing. Pengerjaan fokus pada pelapisan ulang atau overlay. Di samping itu, proses pengerjaan pelebaran jalan butuh waktu sekitar 120 hari. ”Kami mengupayakan yang terbaik, agar akses menuju Desa Rahtawu lebih nyaman,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Rahtawu Didik Ariyadi mengapresiasi pelebaran jalan di wilayahnya. Selama ini akses wisata menjadi hal terpenting untuk dibangun. ”Rahtawu sedikit demi sedikit berbenah. Akses yang dulu menjadi kendala, kini dapat perhatian. Semoga kunjungan wisata meningkat,” harapnya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Wisata Desa Rahtawu terus diperbaiki. Baik spot sampai akses. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai mempelebar jalan menuju desa wisata itu.

Sebelumnya, kawasan Desa Rahtawu menjadi perhatian lantaran sering terjadi longsor. Bahkan, pernah terjadi wisatawan yang berkunjung tertimpa ranting pohon dan longsoran tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Akses jalan menuju Desa Rahtawu juga terlalu sempit. Lebaranya hanya sekitar empat meter. Untuk simpanga mobil sangat susah. Peleberan akses jalan kini tengah digarap. Guna penunjang fasilitas wisata.

Bupati Kudus HM. Hartopo menyatakan, pembangunan di Desa Rahtawu dilakukan bertahap. Langkah pertama, bupati menggelontorkan dana senilai Rp 5 miliar guna pelebaran jalan.

Ada sembilan titik jalan yang akan diperlebar. Salah satunya di dekat Balai Desa Rahtawu. ”Pengeprasan bukit dilanjutkan pada 2023 mendatang. Tahun ini sudah ada dana senilai Rp 5 miliar untuk pelebaran jalan,” katanya.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung Tahap II Selesai, Jalan Blok Sumur Puluh Kini Jadi Mulus

Dia menambahkan, akses jalan menuju destinasi wisata tergolong sempit. Untuk itu, pelebaran jalan diharapkan memudahkan para pengguna jalan terutama saat simpangan mobil. ”Jika diperlebar aksesnya kan cenderung lancar. Wisatawan yang ke Rahtawu pun lebih nyaman. Harapannya, kunjungan wisatawan meningkat,” harapnya.

Kepala Dinas PUPR Kudus Arief Budi Siswanto menambahkan, untuk kenyamanan pengguna jalan, PUPR juga membuat talud dan mengepras tebing. Pengerjaan fokus pada pelapisan ulang atau overlay. Di samping itu, proses pengerjaan pelebaran jalan butuh waktu sekitar 120 hari. ”Kami mengupayakan yang terbaik, agar akses menuju Desa Rahtawu lebih nyaman,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Rahtawu Didik Ariyadi mengapresiasi pelebaran jalan di wilayahnya. Selama ini akses wisata menjadi hal terpenting untuk dibangun. ”Rahtawu sedikit demi sedikit berbenah. Akses yang dulu menjadi kendala, kini dapat perhatian. Semoga kunjungan wisata meningkat,” harapnya. (gal/lin)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru