alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Dorong Ketahanan Pangan, Kemendes DPTT Launching BUMDesma Rukun Lestari

KUDUS – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meresmikan badan usaha milik desa besama (BUMDesma) Rukun Lestari (milik Kecamatan Gebog) pada Minggu (13/2).

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan hal itu merupakan program desa peternakan terpadu bekelanjutan yang dimulai di tujuh BUMDesma baru di Indonesia, di Jawa Tengah ada Kudus dan Kebumen, di Kudus yakni Kecamatan Gebog itu sendiri.

Dia menjelaskan, hal itu juga sebagai tindak lanjut arahan presiden agar dana desa bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan hewani. Artinya kebutuhan daging (sapi, kambing) akan selalu tersedia dan kebutuhan gizi masyarakat akan terpenuhi dengan harga yang relatif terjangkau.


“Maka dari itu, BUMDesma Rukun Lestari ini nanti harapannya dapat menginspirasi desa-desa lain. Jika pembangunan ekonomi di desa kuat maka itu juga turut meningkatkan kualitas ekonomi negeri,” tuturnya.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan dalam peresmian BUMDesma Rukun Lestari tersebut membuktikan bahwa desa mempunyai potensi yang bisa dioptimalkan melalui pembentukan BUMDesma. Serta sebagai bentuk untuk memotivasi kecamatan lain untuk membentuk usaha agar dapat menjadi desa yang mandiri. “Sehingga imbasnya nanti adalah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Sering Bolos Rapat, Empat Anggota DPRD Kudus Terancam Di-PAW

Dia juga berharap bantuan modal yang sudah digelontorkan dari Kemendes bisa digunakan sebaik-baiknya. Dan harus bisa menunjukkan progres perkembangan usaha ternak sapi dan kambing tersebut, dan harus rutin dilaporkan. “Meskipun ada BUMDesma ini, tapi BUMDes mandiri (yang tiap desa) juga tetap harus diperhatikan,” imbaunya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono menambahkan untuk pembangunan BUMDesma di Kecamatan Gebog itu diikuti oleh 10 desa desa di Kecamatan Gebog. “Minus Desa Menawan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan Kemendes PDTT telah menggelontorkan bantuan modal usaha desa tersebut sebanyak Rp 500 juta. Selanjutnya ke depan nanti akan dilanjutkan tambahan penyertaan modal dari masing-masing desa sebesar Rp 50 juta. “Untuk pengembangan kandang dan lahan pangan. Untuk hasil saat ini ada biogas, tempat pupuk organik, 10 ekor sapi dan 10 ekor kambing, itu nanti dikembangkan lagi,” tambahnya. (ark/khim)

KUDUS – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meresmikan badan usaha milik desa besama (BUMDesma) Rukun Lestari (milik Kecamatan Gebog) pada Minggu (13/2).

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan hal itu merupakan program desa peternakan terpadu bekelanjutan yang dimulai di tujuh BUMDesma baru di Indonesia, di Jawa Tengah ada Kudus dan Kebumen, di Kudus yakni Kecamatan Gebog itu sendiri.

Dia menjelaskan, hal itu juga sebagai tindak lanjut arahan presiden agar dana desa bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan hewani. Artinya kebutuhan daging (sapi, kambing) akan selalu tersedia dan kebutuhan gizi masyarakat akan terpenuhi dengan harga yang relatif terjangkau.

“Maka dari itu, BUMDesma Rukun Lestari ini nanti harapannya dapat menginspirasi desa-desa lain. Jika pembangunan ekonomi di desa kuat maka itu juga turut meningkatkan kualitas ekonomi negeri,” tuturnya.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan dalam peresmian BUMDesma Rukun Lestari tersebut membuktikan bahwa desa mempunyai potensi yang bisa dioptimalkan melalui pembentukan BUMDesma. Serta sebagai bentuk untuk memotivasi kecamatan lain untuk membentuk usaha agar dapat menjadi desa yang mandiri. “Sehingga imbasnya nanti adalah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Staf Ahli Menteri Beri Penguatan Rutan Kudus Menuju WBK/WBBM

Dia juga berharap bantuan modal yang sudah digelontorkan dari Kemendes bisa digunakan sebaik-baiknya. Dan harus bisa menunjukkan progres perkembangan usaha ternak sapi dan kambing tersebut, dan harus rutin dilaporkan. “Meskipun ada BUMDesma ini, tapi BUMDes mandiri (yang tiap desa) juga tetap harus diperhatikan,” imbaunya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono menambahkan untuk pembangunan BUMDesma di Kecamatan Gebog itu diikuti oleh 10 desa desa di Kecamatan Gebog. “Minus Desa Menawan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan Kemendes PDTT telah menggelontorkan bantuan modal usaha desa tersebut sebanyak Rp 500 juta. Selanjutnya ke depan nanti akan dilanjutkan tambahan penyertaan modal dari masing-masing desa sebesar Rp 50 juta. “Untuk pengembangan kandang dan lahan pangan. Untuk hasil saat ini ada biogas, tempat pupuk organik, 10 ekor sapi dan 10 ekor kambing, itu nanti dikembangkan lagi,” tambahnya. (ark/khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/