alexametrics
27.7 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Seratus SD di Kudus Tak Memiliki Kepala Sekolah

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) tahun ini mendaftarkan 30 orang mengikuti seleksi substansi calon kepala sekolah (Kepsek) SD dan juga pengawas berjumlah 10 orang. Padahal masih ada 100 sekolah dasar (SD) yang tidak memiliki kepala sekolah.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada menjelaskan, seleksi sudah dilakukan. Pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) dan Unnes.

“Pekan lalu saya ke Solo, mengikuti rapat seleksi kepsek dan pengawas. Hasilnya, menunggu 1,5 bulan. Mudah-mudahan bisa lolos semuanya dan lanjut mengikuti diklat,” ucapnya.


Dia mengaku, kepala SD saat ini mengalami kekosongan sekitar 100-an sekolah. Jadi sekolah tersebut saat ini dijabat pelaksana harian (Plh). Menurutnya, guru-guru banyak yang potensial ikut seleksi kepsek. “Sayang banyak yang kurang berminat menjadi kepsek. Sebab, tanggung jawab dan tugas sekarang ini berat. Apalagi siswa SD mengalami penurunan,” katanya.

Baca Juga :  Pengendara Harap Berhati-hati, Ada 85 Titik Jalan Rusak di Kudus

Harjuna mengatakan, untuk SMP sudah terpenuhi semua termasuk pengawas yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu. Sedangkan, lingkungan SD pengawas masih kekurangan 10 orang.

Harjuna mengaku, kesulitan mencari calon kepsek. Bukan tidak ada potensial, tapi kurangnya peminat. Ditambah, proses seleksi yang membutuhkan beberapa tahapan, misalnya usul 30, belum tentu lolos semua, sehingga sampai sekarang belum bisa terpenuhi secara maksimal. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) tahun ini mendaftarkan 30 orang mengikuti seleksi substansi calon kepala sekolah (Kepsek) SD dan juga pengawas berjumlah 10 orang. Padahal masih ada 100 sekolah dasar (SD) yang tidak memiliki kepala sekolah.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada menjelaskan, seleksi sudah dilakukan. Pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) dan Unnes.

“Pekan lalu saya ke Solo, mengikuti rapat seleksi kepsek dan pengawas. Hasilnya, menunggu 1,5 bulan. Mudah-mudahan bisa lolos semuanya dan lanjut mengikuti diklat,” ucapnya.

Dia mengaku, kepala SD saat ini mengalami kekosongan sekitar 100-an sekolah. Jadi sekolah tersebut saat ini dijabat pelaksana harian (Plh). Menurutnya, guru-guru banyak yang potensial ikut seleksi kepsek. “Sayang banyak yang kurang berminat menjadi kepsek. Sebab, tanggung jawab dan tugas sekarang ini berat. Apalagi siswa SD mengalami penurunan,” katanya.

Baca Juga :  Peringati HGN dan HUT ke-76 PGRI, Sekolah di Kudus Adakan Lomba Memasak

Harjuna mengatakan, untuk SMP sudah terpenuhi semua termasuk pengawas yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu. Sedangkan, lingkungan SD pengawas masih kekurangan 10 orang.

Harjuna mengaku, kesulitan mencari calon kepsek. Bukan tidak ada potensial, tapi kurangnya peminat. Ditambah, proses seleksi yang membutuhkan beberapa tahapan, misalnya usul 30, belum tentu lolos semua, sehingga sampai sekarang belum bisa terpenuhi secara maksimal. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/