alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Ngemall di Kudus Belum Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus sudah membuka tempat wisata dengan pembatasan pengunjung 25 persen. Namun, untuk masuk ke tempat wisata dan mal belum diwajibkan menunjukkan kartu vaksin atau bukti sudah divaksinasi.

Plt Disbudpar Mutrikah menjelaskan tempat wisata baru tahap pemulihan. Sehingga, belum memberlakukan bukti vaksin. Lebih menekankan protokol kesehatan.

“Belum diberlakukan. Objek wisata juga masih sepi. Jadi, perlahan-lahan aturan tersebut diterapkan. Kami masih pembenahan-pembenahan pasca tutup selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” jelasnya.


Mutrikah mengatakan, evaluasi selama wisata sudah di buka dilakukan setiap hari. Masih ada pengunjung yang tidak memakai makser dengan benar. Tapi, tidak banyak jumlahnya. Rata-rata sudah bagus, banyak yang taat prokes.

Di tempat terpisah, Bupati Kudus Hartopo mengatakan, mal di Kudus belum sepenuhnya menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. Menurutnya, mal bisa fleksibel dan di Kudus baru satu yang menerapkan sistem tersebut.

Baca Juga :  Bupati Kudus Pastikan Penggunaan DBHCHT Dilaksanakan Usai Lebaran

“Kudus baru tahap pemulihan ekonomi setelah PPKM level 2 banyak kegiatan yang sudah dilonggarkan. Masyarakat itu sudah mengerti dan antisipasi sendiri. Sekarang ini vaksinasi jadi rebutan, kuota yang tersedia selalu penuh dalam waktu sekejap. Artinya masyarakat sudah tahu pentingnya vaksin,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tidak ada aturan masuk harus sudah vaksin saja masih sepi pengunjung. Apalagi, itu sudah diterapkan secara ketat, tambah sepi lagi. Justru nanti yang ramai pasar tradisional.

“Ya, masukan saya mal yang berada di Kudus boleh menerapkan aturan tersebut, tapi jangan terlalu diperketat. Simulasi lebih dulu sembari memulihkan pendapatan mal dan perbaikan ekonomi,” ungkapnya.






Reporter: Indah Susanti

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus sudah membuka tempat wisata dengan pembatasan pengunjung 25 persen. Namun, untuk masuk ke tempat wisata dan mal belum diwajibkan menunjukkan kartu vaksin atau bukti sudah divaksinasi.

Plt Disbudpar Mutrikah menjelaskan tempat wisata baru tahap pemulihan. Sehingga, belum memberlakukan bukti vaksin. Lebih menekankan protokol kesehatan.

“Belum diberlakukan. Objek wisata juga masih sepi. Jadi, perlahan-lahan aturan tersebut diterapkan. Kami masih pembenahan-pembenahan pasca tutup selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” jelasnya.

Mutrikah mengatakan, evaluasi selama wisata sudah di buka dilakukan setiap hari. Masih ada pengunjung yang tidak memakai makser dengan benar. Tapi, tidak banyak jumlahnya. Rata-rata sudah bagus, banyak yang taat prokes.

Di tempat terpisah, Bupati Kudus Hartopo mengatakan, mal di Kudus belum sepenuhnya menerapkan aplikasi Peduli Lindungi. Menurutnya, mal bisa fleksibel dan di Kudus baru satu yang menerapkan sistem tersebut.

Baca Juga :  Seribu Warga Gagal Vaksin karena NIK Belum Aktif

“Kudus baru tahap pemulihan ekonomi setelah PPKM level 2 banyak kegiatan yang sudah dilonggarkan. Masyarakat itu sudah mengerti dan antisipasi sendiri. Sekarang ini vaksinasi jadi rebutan, kuota yang tersedia selalu penuh dalam waktu sekejap. Artinya masyarakat sudah tahu pentingnya vaksin,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tidak ada aturan masuk harus sudah vaksin saja masih sepi pengunjung. Apalagi, itu sudah diterapkan secara ketat, tambah sepi lagi. Justru nanti yang ramai pasar tradisional.

“Ya, masukan saya mal yang berada di Kudus boleh menerapkan aturan tersebut, tapi jangan terlalu diperketat. Simulasi lebih dulu sembari memulihkan pendapatan mal dan perbaikan ekonomi,” ungkapnya.






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/