alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Jangan Khawatir, Dinas Pastikan Stok Hewan Kurban di Kudus Melimpah

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memastikan pemenuhan permintaan stok daging kurban nantinya masih tercukupi. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidan Peternakan pada Dispertan Kudus, Agus Setiawan mengatakan saat ini pihaknya berusaha mengobati hewan ternak yang suspek PMK. Dinas memastikan kebutuhan hewan untuk kurban dipastikan akan terpenuhi.

“Dari jumlah biasanya 20 persen permintaanya, itu sudah mencukupi,” katanya.


Tidak dipungkiri, setiap tahun permintaan hewan kurban naik. Pada tahun lalu pihaknya mencatat ada sekitar 3000 permintaan. Dipastikan tahun ini permintaan mencapai 4 ribu ekor.

Agus mengatakan, untuk takmir masjid diharapkan bisa berkoordinasi sebelum membeli hewan kurban. Pihak dinas akan memberi pengarahan dan rekomendasi pembelian hewan kurban.

“Pihak kami akan memberi edaran untuk ketentuan membeli hewan sesuai dengan merebaknya PMK di Kudus saat ini,” tambahnya.

Pedagang juga diminta tetap mengecek kesehatan hewan yang dipelihara secara rutin. Pedagang untuk sementara waktu diharapkan tidak membeli hewan dari luar Kudus. Hal ini untuk menanggulangi meluasnya wabah PMK.

Baca Juga :  68 Pelajar asal Sumbawa Barat Terima Beasiswa untuk Melanjutkan ke SMK di Kudus

Semenatara itu, Sekretaris Kelompok Ternak Maeso Suro, Naskan menyatakan semenjak merebaknya PMK dirinya tidak berani membeli kerbau dari luar Kudus.

“Dari luar daerah kami tidak tahu bagaimana kondisi kerbaunya. Jika kurang sehat terkena PMK parahnya bisa mati. Itu yang rugi daru peternak,” jelasnya.

Biasanya dua bulan sebelum lebaran, dirinya sudah menambah stok hewan kerbau untuk dijual. Seringkali dia membeli empat atau lima ekor kerbau. Namun baru kali ini dirinya tidak membeli.

Untuk harga di pasaran saat ini tergolong cukup normal. Satu kerbau dihargai sebesar Rp 20 juta. Harga kerbau bisa turun. Ketika kerbau terpapar PMK.

“Penyakitnya bisa diobati, saat ini masih proses penyembuhan dan pemulihan kerbau,” jelasnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memastikan pemenuhan permintaan stok daging kurban nantinya masih tercukupi. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidan Peternakan pada Dispertan Kudus, Agus Setiawan mengatakan saat ini pihaknya berusaha mengobati hewan ternak yang suspek PMK. Dinas memastikan kebutuhan hewan untuk kurban dipastikan akan terpenuhi.

“Dari jumlah biasanya 20 persen permintaanya, itu sudah mencukupi,” katanya.

Tidak dipungkiri, setiap tahun permintaan hewan kurban naik. Pada tahun lalu pihaknya mencatat ada sekitar 3000 permintaan. Dipastikan tahun ini permintaan mencapai 4 ribu ekor.

Agus mengatakan, untuk takmir masjid diharapkan bisa berkoordinasi sebelum membeli hewan kurban. Pihak dinas akan memberi pengarahan dan rekomendasi pembelian hewan kurban.

“Pihak kami akan memberi edaran untuk ketentuan membeli hewan sesuai dengan merebaknya PMK di Kudus saat ini,” tambahnya.

Pedagang juga diminta tetap mengecek kesehatan hewan yang dipelihara secara rutin. Pedagang untuk sementara waktu diharapkan tidak membeli hewan dari luar Kudus. Hal ini untuk menanggulangi meluasnya wabah PMK.

Baca Juga :  Tok! Pembegal di Taman Bumiwangi Kudus yang Sebabkan Tangan Korban Terputus Divonis 12 Tahun

Semenatara itu, Sekretaris Kelompok Ternak Maeso Suro, Naskan menyatakan semenjak merebaknya PMK dirinya tidak berani membeli kerbau dari luar Kudus.

“Dari luar daerah kami tidak tahu bagaimana kondisi kerbaunya. Jika kurang sehat terkena PMK parahnya bisa mati. Itu yang rugi daru peternak,” jelasnya.

Biasanya dua bulan sebelum lebaran, dirinya sudah menambah stok hewan kerbau untuk dijual. Seringkali dia membeli empat atau lima ekor kerbau. Namun baru kali ini dirinya tidak membeli.

Untuk harga di pasaran saat ini tergolong cukup normal. Satu kerbau dihargai sebesar Rp 20 juta. Harga kerbau bisa turun. Ketika kerbau terpapar PMK.

“Penyakitnya bisa diobati, saat ini masih proses penyembuhan dan pemulihan kerbau,” jelasnya. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/