alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Buntut Pelaporan Dugaan Pemerasan Kajari Kudus, 3 Orang Diperiksa Kejagung

KUDUS – Tiga orang diperiksa Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) terkait pelaporan Kepala Kejaksaan Kudus (Kajari) Ardian atas dugaan pemerasan. Mereka di antaranya Didik Hadi Saputra selaku pelapor, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Imam Triyanto, dan mantan Ketua KONI Kudus yang juga anggota DPRD Kudus M Ridwan.

Didik Hadi Saputro telah diperiksa tim penyidik selama dua setengah jam di Kejati Semarang. Dari 12.30 hingga pukul 15.00. Dalam pemeriksaan itu, ia menyebut diminta menjelaskan terkait bukti-bukti yang turut disampaikan dalam proses pelaporan.

Di antaranya, bukti transfer uang yang ditunjukkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus Ardian. Sebesar Rp 10 juta. Termasuk bukti ancaman atas nama orang lain dari kajari.


“Dalam pemeriksaan itu saya berhadapan dengan dua orang dari Kejagung. Dicecar 15 pertanyaan,” katanya.

Terkait ancaman tersebut, terjadi Jumat (8/4) pagi. Yakni sehari setelah berita soal pelaporan kajari mencuat ke publik. ”Saya ditelepon orang tak dikenal. Dia berkata kasar. Ada intimidasi dan ancaman pelaporan balik,” terangnya.

Dalam pemeriksaan itu, ada empat jaksa penyidik dari Kejagung. Yang diperiksa tiga orang. Termasuk dirinya. ”Kalau Haji Ridwan dan Pak Imam masing-masing menghadapi satu jaksa penyidik. Kalau saya dua. Respon pihak Kejagung sebenarnya baik. Mereka berterima kasih karena ada kontrol dari masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Isi Pengajian AR Sesuai Ajaran dan Islam

Sementara terkait ancaman pelaporan balik dari pihak kajari Kudus atas dugaan pencemaran nama baik, Didik Hadi Saputro bergeming. Dia mempersilakan. Sebab, semua akan ada proses pembuktian secara hukum.

Sebelumnya diberitakan, Kajari Kudus Ardian beserta jajarannya disebut melakukan pemerasan terhadap sejumlah pengurus KONI Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu.

Dugaan tindak penyalahgunaan wewenang tersebut, telah diadukan ke Jaksa Agung Muda Pengawas Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Laporan dibuat Ketua LSM Bimantara Didik Hadi Saputro.

Aduan dilayangkan melalui surat pada 31 Oktober 2021. Dalam aduan itu, Didik menyebut Kejari Kudus Ardian secara terang-terangan melalui telepon meminta uang Rp 35 juta kepada salah satu pengurus KONI Kabupaten Kudus. Tetapi hanya diberi Rp 10 juta. Karena tak dipenuhi seutuhnya, pihak kajari melakukan ancaman.

Menanggapi aduan itu, Kajari Kudus Ardian melalui Kasi Intel Arga Maramba menegaskan, apa yang diadukan ketua LSM Bimantara adalah hoaks. Pihaknya pun mengaku dalam waktu dekat akan melaporkan yang dilakukan ketua LSM Bimantara ke kepolisian.

”Indikasi kami itu semua hoaks. Waktu dekat akan ada laporkan ke Polisi,” tegasnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Tiga orang diperiksa Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) terkait pelaporan Kepala Kejaksaan Kudus (Kajari) Ardian atas dugaan pemerasan. Mereka di antaranya Didik Hadi Saputra selaku pelapor, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Imam Triyanto, dan mantan Ketua KONI Kudus yang juga anggota DPRD Kudus M Ridwan.

Didik Hadi Saputro telah diperiksa tim penyidik selama dua setengah jam di Kejati Semarang. Dari 12.30 hingga pukul 15.00. Dalam pemeriksaan itu, ia menyebut diminta menjelaskan terkait bukti-bukti yang turut disampaikan dalam proses pelaporan.

Di antaranya, bukti transfer uang yang ditunjukkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus Ardian. Sebesar Rp 10 juta. Termasuk bukti ancaman atas nama orang lain dari kajari.

“Dalam pemeriksaan itu saya berhadapan dengan dua orang dari Kejagung. Dicecar 15 pertanyaan,” katanya.

Terkait ancaman tersebut, terjadi Jumat (8/4) pagi. Yakni sehari setelah berita soal pelaporan kajari mencuat ke publik. ”Saya ditelepon orang tak dikenal. Dia berkata kasar. Ada intimidasi dan ancaman pelaporan balik,” terangnya.

Dalam pemeriksaan itu, ada empat jaksa penyidik dari Kejagung. Yang diperiksa tiga orang. Termasuk dirinya. ”Kalau Haji Ridwan dan Pak Imam masing-masing menghadapi satu jaksa penyidik. Kalau saya dua. Respon pihak Kejagung sebenarnya baik. Mereka berterima kasih karena ada kontrol dari masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadi Korban Indra Kenz, Seorang Remaja di Kudus Tertipu Rp 2,5 Miliar

Sementara terkait ancaman pelaporan balik dari pihak kajari Kudus atas dugaan pencemaran nama baik, Didik Hadi Saputro bergeming. Dia mempersilakan. Sebab, semua akan ada proses pembuktian secara hukum.

Sebelumnya diberitakan, Kajari Kudus Ardian beserta jajarannya disebut melakukan pemerasan terhadap sejumlah pengurus KONI Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu.

Dugaan tindak penyalahgunaan wewenang tersebut, telah diadukan ke Jaksa Agung Muda Pengawas Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Laporan dibuat Ketua LSM Bimantara Didik Hadi Saputro.

Aduan dilayangkan melalui surat pada 31 Oktober 2021. Dalam aduan itu, Didik menyebut Kejari Kudus Ardian secara terang-terangan melalui telepon meminta uang Rp 35 juta kepada salah satu pengurus KONI Kabupaten Kudus. Tetapi hanya diberi Rp 10 juta. Karena tak dipenuhi seutuhnya, pihak kajari melakukan ancaman.

Menanggapi aduan itu, Kajari Kudus Ardian melalui Kasi Intel Arga Maramba menegaskan, apa yang diadukan ketua LSM Bimantara adalah hoaks. Pihaknya pun mengaku dalam waktu dekat akan melaporkan yang dilakukan ketua LSM Bimantara ke kepolisian.

”Indikasi kami itu semua hoaks. Waktu dekat akan ada laporkan ke Polisi,” tegasnya. (tos/lin)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/