alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Aman dan Sehat Bergowes: Jangan Dipaksakan, Sekuatnya Saja

BEROLAHRAGA mampu membuat tubuh sehat dan bugar. Tapi niat sehat bisa bikin petaka jika tak menyiapkan peralatan keselamatan. Termasuk bersepeda.

Persiapan sebelum gowes dilakukan oleh dua orang member Women’s Cycling Community (WCC) Kudus pada Jumat (11/02) pagi. Diana Dewi dan Robiatul Awwalia menggowes rute Kudus-Pati via Gembong. Lalu kembali lagi ke Kudus menuruni jalan Sunan Muria.

WCC memberi tips bersepada sehat, nyaman, dan aman bagi para goweser. Jarak tempuhnya sekitar 60 kilometer. Latihan itu tersebut tergolong rutin dilakukan satu minggu sekali. Persiapannya cukup matang sebelum gowes. Yakni dengan tidur malam yang cukup.
”Sebelum berangkat chek dulu sepedanya, mulai dari tekanan angin ban, rantai, drop bar, dan lainnya,” kata Ketua WCC Kudus Diana Dewi.


Pemanasan atau peregangan otot sangat diperlukan sebelum gowes. Mulai dari tangan, kaki, dan anggota badan lainnya. Upaya tersebut untuk menghidari keram pada bagian tubuh lainnya.
Pemilihan jalur bersepeda juga penting. Hal itu tergantung penyesuaian latihan yang dijalani. Mau memilih jalur menanjak ataupun datar.

Baca Juga :  Disdukcapil Kudus Mudahkan Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan Gratis

Diana bersama rekan-rekannya sering memilih jalur menanjak. Biasanya rutenya jalan menuju Colo. Hal ini dipilih untuk menguatkan kekuatan fisik. Sebab seringkali perlombaan balap sepeda, sering dijumpai banyak tanjakan.

Pemilihan jalur nanjak juga dirasa aman dan nyaman untuk bersepeda. Sebab jalan yang dilalui ketika pagi hari cenderung sepi.

”Ketimbang jalan Pantura ramai kendaraan. Itu sangat berbahaya bagi para pesepeda,” ungkapnya.

Sementara itu, Robiatul Awwalia menyatakan dalam bersepeda utamakan keselamatan diri. Tidak usah memaksakan tenaga jika kondisi fisik tak kuasa. ”Tidak usah dipaksakan dan kecang-kencangan (Balapan, Red). Santai saja dan dinikmati,” tambahnya.

Dirinya menambahkan, jika kondisi fisik dipaksakan akan berakibat fatal. Kondisi kelelahan dan dipaksakan akan membuat pingsan pesepeda. ”Ketika berhenti jangan langsung duduk, biasakan untuk jalan terlebih dahulu. Agar otot lemas,” terangnya. (zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

BEROLAHRAGA mampu membuat tubuh sehat dan bugar. Tapi niat sehat bisa bikin petaka jika tak menyiapkan peralatan keselamatan. Termasuk bersepeda.

Persiapan sebelum gowes dilakukan oleh dua orang member Women’s Cycling Community (WCC) Kudus pada Jumat (11/02) pagi. Diana Dewi dan Robiatul Awwalia menggowes rute Kudus-Pati via Gembong. Lalu kembali lagi ke Kudus menuruni jalan Sunan Muria.

WCC memberi tips bersepada sehat, nyaman, dan aman bagi para goweser. Jarak tempuhnya sekitar 60 kilometer. Latihan itu tersebut tergolong rutin dilakukan satu minggu sekali. Persiapannya cukup matang sebelum gowes. Yakni dengan tidur malam yang cukup.
”Sebelum berangkat chek dulu sepedanya, mulai dari tekanan angin ban, rantai, drop bar, dan lainnya,” kata Ketua WCC Kudus Diana Dewi.

Pemanasan atau peregangan otot sangat diperlukan sebelum gowes. Mulai dari tangan, kaki, dan anggota badan lainnya. Upaya tersebut untuk menghidari keram pada bagian tubuh lainnya.
Pemilihan jalur bersepeda juga penting. Hal itu tergantung penyesuaian latihan yang dijalani. Mau memilih jalur menanjak ataupun datar.

Baca Juga :  Serbuan di Tiga Titik, Capaian Vaksinasi di Kudus Sudah 50 Persen

Diana bersama rekan-rekannya sering memilih jalur menanjak. Biasanya rutenya jalan menuju Colo. Hal ini dipilih untuk menguatkan kekuatan fisik. Sebab seringkali perlombaan balap sepeda, sering dijumpai banyak tanjakan.

Pemilihan jalur nanjak juga dirasa aman dan nyaman untuk bersepeda. Sebab jalan yang dilalui ketika pagi hari cenderung sepi.

”Ketimbang jalan Pantura ramai kendaraan. Itu sangat berbahaya bagi para pesepeda,” ungkapnya.

Sementara itu, Robiatul Awwalia menyatakan dalam bersepeda utamakan keselamatan diri. Tidak usah memaksakan tenaga jika kondisi fisik tak kuasa. ”Tidak usah dipaksakan dan kecang-kencangan (Balapan, Red). Santai saja dan dinikmati,” tambahnya.

Dirinya menambahkan, jika kondisi fisik dipaksakan akan berakibat fatal. Kondisi kelelahan dan dipaksakan akan membuat pingsan pesepeda. ”Ketika berhenti jangan langsung duduk, biasakan untuk jalan terlebih dahulu. Agar otot lemas,” terangnya. (zen)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru

/