alexametrics
25.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Tumpukan Sampah di Desa Kesambi Kudus Sumbat Aliran Air

KUDUS – Hujan deras berdampak pada menumpuknya sampah di Desa Kesambi. Tepatnya di jembatan tiga dan sepuluh. Menumpuknya sampah mengakibatkan aliran air sungai terhambat dan berpotensi meluapnya air ke pemukiman.

Saat wartawan koran ini ke lokasi, tumpukan sampah di jembatan tiga itu tebalnya mencapai satu meter dengan panjang sekitar 10 meter dari jembatan. Mayoritas bambu, kayu, hingga sampah rumah tangga. Tampak ada satu warga sekitar yang membersihkan.

Joko warga RT 3 RW 1, Desa Kesambi, Mejobo menjelaskan fenomena tumpukan sampah di jembatan-jembatan di Desa Kesambi memang sering terjadi saat musim hujan. Itu karena sampah di area hulu terbawa arus sampai hilir.


“Terkadang melebihi batas jembatan. Padahal kemarin juga sudah dibersihkan dari Dinas PUPR. Tetapi berhubung hujan lagi, ini ada lagi,” jelasnya.

Joko mengatakan, faktor cepat menumpuknya sampah dipengaruhi pula kontruksi jembatan yang memiliki pilar. Akibatnya aliran air yang membawa sampah tersendat akibat pilar atau palang itu.

“Kami harap ada kesadaran dari masyarakat di bagian hulu agar tak membuang sampah sembarangan. Memang ini sudah lebih baik dibandingkan kemarin-kemarin,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tiga Pimpinan Komisi Terbentuk, Komisi D Masih Alot

Kasi Trantib Kecamatan Mejobo Ahmad Munaji menjelaskan tumpukan sampah itu tak lepas dari hujan deras selama dua hari belakangan ini. “Kalau ini dibiarkan memang berbahaya. Sebab pernah kejadian sampai ambrol tanggulnya akibat sampah,” tambahnya.

Dia menambahkan sampah itu sebenarnya mulai tampak menumpuk seminggu belakangan. Namun semakin menebal sejak dua hari ini.

“Aliran dari Dawe bermuara ke sini. Sebab sini memang bagian hilir. Langkah kami dari Forkopimcam akan segera berkoordinasi pihak-pihak terkait untuk pengerukan,” katanya

Jumlah ini menurutnya terbilang lebih sedikit dibandingkan biasanya. Sebab pada November lalu sempat ada pengerukan sampah secara total di titik-titik jembatan. Tetapi berhubung Desember-Januari hujan turun, sampah kembali menumpuk.

“Yang paling sering sampah menumpuk di jembatan 1,3,4,dan10. Karena ini ada pilar-pilarnya. Memang ada harapan agar ini konstruksi jembatan diganti,” ujarnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

KUDUS – Hujan deras berdampak pada menumpuknya sampah di Desa Kesambi. Tepatnya di jembatan tiga dan sepuluh. Menumpuknya sampah mengakibatkan aliran air sungai terhambat dan berpotensi meluapnya air ke pemukiman.

Saat wartawan koran ini ke lokasi, tumpukan sampah di jembatan tiga itu tebalnya mencapai satu meter dengan panjang sekitar 10 meter dari jembatan. Mayoritas bambu, kayu, hingga sampah rumah tangga. Tampak ada satu warga sekitar yang membersihkan.

Joko warga RT 3 RW 1, Desa Kesambi, Mejobo menjelaskan fenomena tumpukan sampah di jembatan-jembatan di Desa Kesambi memang sering terjadi saat musim hujan. Itu karena sampah di area hulu terbawa arus sampai hilir.

“Terkadang melebihi batas jembatan. Padahal kemarin juga sudah dibersihkan dari Dinas PUPR. Tetapi berhubung hujan lagi, ini ada lagi,” jelasnya.

Joko mengatakan, faktor cepat menumpuknya sampah dipengaruhi pula kontruksi jembatan yang memiliki pilar. Akibatnya aliran air yang membawa sampah tersendat akibat pilar atau palang itu.

“Kami harap ada kesadaran dari masyarakat di bagian hulu agar tak membuang sampah sembarangan. Memang ini sudah lebih baik dibandingkan kemarin-kemarin,” imbuhnya.

Baca Juga :  Uang PBB di Kudus Tak Disetor, Diduga Diembat Oknum Perangkat Desa

Kasi Trantib Kecamatan Mejobo Ahmad Munaji menjelaskan tumpukan sampah itu tak lepas dari hujan deras selama dua hari belakangan ini. “Kalau ini dibiarkan memang berbahaya. Sebab pernah kejadian sampai ambrol tanggulnya akibat sampah,” tambahnya.

Dia menambahkan sampah itu sebenarnya mulai tampak menumpuk seminggu belakangan. Namun semakin menebal sejak dua hari ini.

“Aliran dari Dawe bermuara ke sini. Sebab sini memang bagian hilir. Langkah kami dari Forkopimcam akan segera berkoordinasi pihak-pihak terkait untuk pengerukan,” katanya

Jumlah ini menurutnya terbilang lebih sedikit dibandingkan biasanya. Sebab pada November lalu sempat ada pengerukan sampah secara total di titik-titik jembatan. Tetapi berhubung Desember-Januari hujan turun, sampah kembali menumpuk.

“Yang paling sering sampah menumpuk di jembatan 1,3,4,dan10. Karena ini ada pilar-pilarnya. Memang ada harapan agar ini konstruksi jembatan diganti,” ujarnya. (mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/